Rabu06042014

Last update12:00:00 AM

Back Fokus MTQ XXV Nasional di Batam

MTQ XXV Nasional di Batam

Paling Meriah dalam Sejarah

TINGGAL beberapa hari masyarakat Kepri khususnya di Batam bakal menjadi saksi kemeriahkan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXV tingkat Nasional yang berlangsung di Dataran Engku Putri Batam. Ivent dua tahunan ini disebut-sebut dikemas paling meriah sejak 54 tahun penyelanggaran MTQ tingkat Nasional.

Kemeriahan pelaksanaan MTQ XXV tingkat Nasional ini sudah mulai terasa sejak sebulan lalu. Tepatnya saat dilaksanakan perhelatan pra MTQ di Jakarta dengan beberapa agenda diantaranya malam Silaturahmi Antar Umat, Penanaman Pohon, dan Pentas Sastra.

Kepala Binmas Kementerian Agama RI, Abdul Jamil menyebutkan, sejak 54 tahun lalu baru kali ini pelaksanaan MTQ diawali dengan dengan perhelatan pra MTQ.

"Pengalaman saya, belum pernah ada perayaan MTQ semeriah ini, sebulan sebelum pelaksanaan sudah digelar sejumlah kegiatan," kata Abdul Jamil saat Silaturahmi Antar Umat, di Hotel Harmony One, Batam Centre belum lama ini.

Selain acara Silaturahmi Antar Umat, lanjut Abdul Jamil, saat dilaunching pelaksanaan MTQ Kepri di Jakarta beberapa waktu lalu, semua orang berpendapat seandainya pelaksaannya dipercepat hari ini, Kepri menurutnya sudah sangat siap menjadi pelaksana.

"Kita patut memberikan apresiasi setinggi-tingginya, terutama prakarsa Pemprov Kepri atas pra event ini," terangnya.

Sementara itu, Ketua LPTQ Kepri yang juga Wakil Gubernur Kepri, Soerya Respationo mengatakan bahwa pelaksanaan sejumlah kegiatan pra MTQ Nasional, merupakan upaya menggaungkan pelaksanaan MTQ Nasional di Kepri, dan sekaligus menyebarkan Rahmatan Lil Alamin sebagai tema utama Harmony dalam Keberagaman.

Saat pembukaan MTQ yang berlangsung tanggal 5 Juni mendatang, dimeriahkan dengan pawai taaruf yang dikemas religius. Dimana, masing-masing peserta dari berbagai daerah akan menampilkan persembahan terbaik.

Selain pawai taaruf, pada malam pembukaan juga akan digelar pawai pembukaan masing-masing daerah peserta MTQ Nasional. Masing-masing daerah juga menampilkan kendaraan hias sehingga membuat suasana pawai semakin semarak.

”Artinya, nuansa pawai MTQ Nasional terlihat dari siang sampai malam hari,”Koordinator Bidang Pawai Taaruf MTQ XXV Nasional, Muramis.

Persiapan Rampung

Wakil Gubernur Kepri sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXV tingkat Nasional di Batam, Soerya Respationo mengatakan, segala persiapan menjelang iven akbar dua tahunan tersebut sudah rampung dan hanya tinggal penyempurnaan saja.

"Semua persiapan MTQ Nasional sudah rampung. Bisa dilihat, seluruh fasilitas seperti Astaka, jalan, dan sebagainya sudah siap. Kini kita hanya tinggal menyempurnakan saja" ujar Soerya.

Soerya juga mengatakan, Sekda Pemprov Kepri bersama dengan tim kembali ke Istana Negara guna mengatur jadwal acara yang nantinya akan dibuka oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

"Secara detail mengenai jadwal acara, Sekda Pemprov Kepri bersama tim akan berangkat kembali ke Istana Negara guna mengatur jadwal kegiatan secara lebih terinci," jelasnya lagi.

Demi kelancaran dan kesuksesan acara akbar ini, Soerya kembali mengharapkan doa masyarakat agar pelaksanaan MTQ berjalan lancar.

"Kami mengharapkan doa masyarakat agar serangkaian kegiatan yang dimulai dari pawai taaruf pada 5 Juni dan malamnya malam taaruf, besoknya pembukaan PPKI dan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan MTQ, mudah-mudahan bisa berjalan sesuai yang diharapkan," pungkasnya.

Ditambahkan, panitia MTQ terus bekerja untuk mematangkan persiapan. Sehingga waktu yang tersisa bisa memperbaiki kekurangan kekurangan yang ada. Ia yakin tidak akan banyak berubah seperti apa yang telah direncanakan.

"Persiapan demi persiapan terus dimatangkan, untuk akomodasi para tamu dan kafilah MTQ Nasional di Batam 5-14 Juni mendatang," jelasnya.

Untuk akomodasi para kafilah, panitia menyediakan sarana transportasi mulai dari kedatangan, selama penyelenggaraan, hingga selesai kegiatan MTQ Nasional ini. Transportasi seluruh tamu dan peserta, dihandle oleh Dinas Perhubungan Kepri.

Dimana, setiap kendaraan akan ditanggungjawabi oleh seorang supir. Seluruh kendaraan akan selalu standby guna memberikan layanan kepada tamu undangan terutama para kafilah yang akan berlomba.

Adapun kendaraan yang disiapkan berjumlah sebanyak 324 unit mobil berbagai jenis untuk para kafilah dan rombongan dari masing-masing provinsi se-Indonesia. Selain itu panitia juga menyiapkan mobil untuk para menteri, gubernur, ketua DPRD provinsi yang akan hadir termasuk untuk dewan juri dan hakim.

"Transportasi adalah sesuatu yang sangat vital bagi kafilah. Apabila terlambat sampai di lokasi perlombaan maka akan berakibat fatal bagi kafilah tersebut. Untuk itu, sebagai tuan rumah, kita harus memberikan layanan terbaik. Sekecil apapun harus berjalan dengan baik dan optimal," ujar Gubernur Kepri HM.Sani.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Muramis menambahkan, setiap provinsi akan disiapkan 2 unit bus 2 mobil Innova 1 Avanza guna mobilitas antarjemput kafilah dari hotel ke lokasi kegiatan MTQ.

Sedangkan panitia juga akan menyiapkan mobil truk yang akan dihias oleh masing-masing provinsi pada malam pembukaan untuk acara devile," terang Muramis.

Sementara untuk kendaraan dewan juri dan hakim, tambah Muramis, panitia akan menyiapkan 15 unit kendaraan Innova. Semua kendaraan akan ditempatkan di satu lokasi. Tentunya sudah lengkap dengan supir dan pemandunya.

"Bila dewan juri dan hakim membutuhkan transportasi, tinggal mengontak panitia yang standbay di lokasi penginapan dan panitia akan mengontak supir dan pemandu untuk meluncur ke penginapan juri dan hakim," bebernya.

Para petugas tersebut, lanjut Muramis, selalu standby. Mereka juga tidak akan jauh-jauh dari hotel tempat menginapan para kafilah dan dewan juri. Diketahui, dewan juri dan hakim berjumlah sebanyak 118 orang. Mereka menginap di Hotel Harmoni One, Batam Centre. Kendaraan mereka juga akan ditempatkan di sekitar Batam Centre.

"Kita akan standby, dengan tujuan agar dewan juri dan hakim serta para kafilah yang akan bertanding tidak terlambat di lokasi lomba. Makanya kita siapkan mobil dilengkapi supir dan pemandu. Kita ingin semua sesuai harapan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri selaku ketua MTQ Nasional di Kepri. Semua harus berjalan sukses dan kita ingin menjadi penyelenggara terbaik dalam ajang nasional dua tahunan ini," tegas Muramis.

Menyinggung soal kendaraan untuk menteri dan para pejabat daerah, Muramis memberi contoh pengalaman pagelaran MTQ Nasional sebelumnya di daerah lain yang selalu dihadiri oleh sejumlah menteri, para gubernur dan ketua DPRD se-indonesia.

"Untuk penyambutan Presiden dan rombongan menteri, pihak panitia MTQ Nasional sifatnya hanya membantu, namun tetap akan melakukan koordinasi dengan protokoler kepresidenan. Sebab, menyambut seorang presiden sudah ada aturannya tersendiri. Tetapi panitia akan menyiapkan kendaraan bila diperlukan. Yang jelas panitia akan selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian, TNI dan pihak-pihak lainnya," tutupnya.

Guna memberikan rasa nyaman, aparat kepolisian mengerahkan sebanyak 1600 orang personil untuk bersiaga di arena MTQ. Selain itu, pengamanan juga dibantu oleh ratusan anggota Satpol Pamong Praja.

"Pokoknya, pengamanan yang kita lakukan, mulai dari pembukaan hingga penutupan. Para personil juga akan ditempatkan di pelabuhan-pelabuhan dan sarana umum lainnya. Semua akan kita antisipasi. Dan kini kita juga sudah menurunkan personil di kawasan Engku Putri guna memantau pembangunan tenda kehormatan,"kata
Kapolda Kepri Brigjen Endjang Sudrajat. ***

Stand Bazar Siap Jamu Pengunjung

Pelaksaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXV tingkat Nasional di Batam juga turut membantu perekonomian masyarakat kecil. Dimana, panitia menyiapkan stand-stand bagi masyarakat yang ingin membuka bazar di lokasi pameran di lahan Islamic Centre depan Asrama Haji.

"Masyarakat akan mendapatkan kesempatan yang luas untuk membuka stand-stand bazar di kawasan Islamic Centre. Kawasan ini rencananya akan kita jadikan sebagai lokasi Pameran Peradaban Islam. Namun, akan kita lihat respon dan animo setiap daerah atau swasta lain yang ingin pameran. Kalau responnya minim, akan kami berikan lokasi ini untuk diisi masyarakat" kata
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Guntur Sakti

Dikatakan, untuk memeriahkan pameran tersebut, komunitas pencintai bonsai juga berencana untuk turut ikut ambil bagian.

"Tidak hanya itu, pelaku usaha tanaman hias juga akan ikut memeriahkan pameran nantinya. Dalam pameran tersebut, pelaku usaha tersebut meminta lokasi yang kelihatan menarik agar bisa dihias dengan tanaman-tanaman hias tersebut."

"Mereka telah menghubungi kita. Mereka menyatakan mau ikut pameran sambil memamerkan bonsainya. Semua kolektor bonsai juga nanti ikut memeriahkan pameran tersebut. Mereka tidak meminta lahan, namun akan meletakan bonsai-bonsainya di space-space lokasi kosong. Tidak hanya itu, para pedagang tanaman hias juga nanti akan ikut memeriahkan pameran tersebut," pungkas Guntur.

Pasang Bendera

Untuk menyambut para kafilah dan tamu undangan, Pemerintah Kota Batam telah memasang 180 bendera merah putih, bendera seluruh lambang provinsi dan bendera LPTQ.

“Bendera-bendera itu dipasang di lima lokasi yang merupakan jalan padat. Jadi begitu baru sampai Batam, peserta bisa melihat bendera-bendera itu,” kata Wakil Wali Kota Batam, Rudi seperti dilansir kemenag.go.id.

Dijelaskan Rudi, lokasi pemasangan seperti di Simpang Jam, Simpang Kabil, Bundaran Kabil, Simpang Bandara dan Engku Putri, akan dikibarkan 36 bendera, yang terdiri dari 34 bendera lambang provinsi di Indonesia, bendera merah putih sebagai lambang negara dan bendera LPTQ.

Pemerintah lanjut Rudi, menyiapkan anggaran khusus dalam APBD untuk mendirikan 180 tiang setinggi sembilan meter yang terbuat dari stainles steel.

“Berapa biayanya, saya tidak tahu. Saya hanya tahu mengerjakannya saja,” kata pria yang juga Ketua I Bidang Sarana dan Prasarana Pelaksanaan MTQ Nasional XXV.

Ia mengatakan sengaja membangun tiang bendera secara permanen. Usai pelaksanaan MTQ Nasional, tiang itu bisa digunakan berbagai pihak, termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat untuk berbagai keperluan.

“Ini semua tujuannya untuk mempercantik kota dalam menyambut tamu-tamu MTQ,” kata Rudi.

Sementara itu, panitia MTQ, M. Syahir mengatakan, Pemko Batam juga memasang lampu hias di sepanjang jalan raya untuk menyambut para kafilah sekaligus menambah kemeriahan MTQ. Di sekitar Bandara Hang Nadim, pemerintah juga mendirikan Gapura Batam, dengan bangunan khas Melayu, lengkap dengan tulisan Arab-Batam. (cw90)

Share