Senin06162014

Last update12:00:00 AM

Back Fokus Tambah Stok Cegah Kelangkaan

Tambah Stok Cegah Kelangkaan

DUA pekan menjelang bulan puasa, harga-harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional terus bergerak semakin liar. Masyarakat berharap pemerintah menjamin ketersediaan sembako selama bulan puasa.
Pantauan Haluan Kepri di sejumlah pasar tradisional di Batam, dua pekan menjelang bulan Ramadhan, mulai terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok. Diantaranya, di Pasar Aviari, Pasar Tos 3000, Pasar Mitra Raya Batam Centre, Pasar Botania dan Pasar Lai-lai Batubesar Nongsa,

Harga telur ayam buras mengalami kenaikan dari Rp900 per butir menjadi Rp1.200. Selain telur, harga lauk pauk lainnya juga melambung.

Begitu juga dengan harga ayam potong bertengger di kisaran Rp30 ribu hingga Rp32 ribu per kg, udang Rp80 ribu per kg, naik dari harga normal Rp50 ribu per kg, cumi Rp42 ribu per kg, daging beku Rp70 ribu per kg, ikan mujair Rp38 ribu per kg, lele Rp23 ribu per kg.

Sementara, jenis bumbu-bumbuan, seperti bawang birma Rp8 ribu per kg, naik dari sebelumnya Rp4ribu per kg. Sementara cabai merah di kisaran Rp20 ribu per kg, cabai rawit biasa Rp20 ribu per kg, bawang merah Rp24 ribu per kg.

Jenis sayur-sayuran, seperti sawi, kangkung dan kacang panjang di kisaran Rp12 ribu per kg. Normalnya, jenis sayuran lokal tersebut di kisaran Rp5 ribu per kg.

Harga bahan pokok lainnya yang mengalami kenaikkan seperti gula pasir dari Rp8 ribu menjadi Rp11 ribu per kg, serta minyak goreng kemasan.

"Harga gula dan minyak goreng kemasan naik, harganya bervariasi. Kalau untuk minyak goreng curah sudah lebih dari sebulan naiknya," ujar Yeni, pedagang di Pasar Botania Batam Centre.

Yeni memprediksi harga-harga pangan tertentu masih berpotensi naik, seperti tepung, gula dan telur. Untuk mengakalinya, Yeni berupaya menjaga stok agar tidak merugi. "Saya tidak ingin jual terlalu mahal, karena takutnya pembeli sedikit, barang tidak laku, makanya harus distok sejak sekarang sebelum harga lebih naik lagi," ujarnya.

Sorang warga bernama Nurmi, mengaku pusing karena kebutuhan keluarganya menjelang bulan Ramadhan meningkat tajam sementara harga sembako telah naik. Padahal, penghasilan suaminya sebagai buruh kasar tidak mengalami peningkatan bahkan belakangan berkurang.

"Uang belanja yang biasa saya bawa ke pasar tidak cukup lagi untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Belum lagi anak-anak mau sekolah. Duh..pusing mengatur keuangan," keluh ibu dua anak yang tinggal di Tiban ini.

Beras dan gas

Sementara, Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Batam mendatangkan 2.000 ton beras untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Batam dan Kabupaten Karimun menjelang Puasa dan Hari Raya Idul Fitri 2014.

Menurut Kepala Bulog Divre Batam, Pengadilan Lubis di Batam, dalam waktu dekat akan didatangkan 850 ton dari Riau dengan transportasi laut menuju Batam, sisanya akan menyusul pekan depan dan dua pekan lagi.

"Kebutuhan total beras di Batam dan Karimun setiap bulan mencapai 670,230 ton. Jadi 2.000 ton cukup sampai Juli," jelas Lubis.

Untuk Batam, kata dia, per bulan membutuhkan pasokan beras bagi warga miskin sebesar 541,545 ton, sementara Karimun 128,685 ton.

Pengadilan mengatakan dalam tujuh bulan terakhir pasokan beras di Batam lancar sehingga tidak menimbulkan masalah termasuk lonjakan harga di masyarakat.

"Pasokan untuk Batam lancar, tidak pernah ada masalah. Harga cenderung stabil, meski pemerintah kota memiliki sejumlah utang ke Bulog," kata Pengadilan.

Bulog, kata dia, masih menjual beras dengan harga Rp1.600 per kilogram karena merupakan beras subsidi pemerintah. "Kami salurkan sesuai dengan kebutuhan dengan harga yang sudah ditentukan," kata dia.

Selain beras, mulai tanggal 1 Juni 2014 lalu, Pertamina Wilayah Kepri telah menambah pasokan gas LPG tiga kilogram. Hal tersebut untuk antisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang bulan Ramadan.

Agung Nurhananto, Junior Sales Executive LPG VI Pertamina Wilayah Kepri mengatakan pasokan tambahan gas bersubsidi itu sengaja dilakukan Pertamina dari jauh-jauh hari sebelum bulan Ramadan tiba.

"Per tanggal 1 Juni 2014 kemarin, jumlahnya memang sudah kami tambah. Penambahannya sekitar 8 persen per hari.”

“Jadi sebelum puasa saja sudah kami tambah, supaya tidak ada masalah nantinya di masyarakat soal LPG," ujar Agung.

Menurutnya, untuk pasokan gas LPG normal setiap harinya antara 27 ribu sampai dengan 28 ribu tabung.

Dengan penambahan itu, kini yang disebarkan di masyarakat menjadi 30 ribu tabung per hari. Jumlah itu, katanya khusus untuk Kota Batam saja.

Pantau Harga

Sementara, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memastikan akan terus memantau harga dan ketersediaan bahan pokok pangan jelang puasa dan lebaran. Hal itu dilakukan agar harga-harga pokok pangan tidak melonjak jelang puasa.

Karenanya, ia bersama menteri terkait akan getol melakukan pengecekan ke pasar. "Kegiatan ini (sidak ke pasar) akan kita lakukan secara berkala. Masyarakat enggak perlu khawatir, stok barang kebutuhan pokok di pasar cukup selama puasa dan lebaran," terang Lutfi di kantornya, Jakarta, kemarin.

Saat ini, lanjut Lutfi, pemerintah tengah berkoordinasi dengan lembaga, produsen serta pedagang untuk melakukan persiapan menyambut puasa dan lebaran tahun ini.

"Hasilnya, pengusaha ritel telah menambah stoknya sebesar 30-50 persen. Kementerian Perhubungan akan memprioritaskan pendistribusian beras, gula, terigu, serta kebutuhan pokok pangan lainnya termasuk BBM," serunya.

Selain itu, pihaknya juga berkerjasama dengan Kepolisian untuk mengamankan pendistribusian bahan pokok pangan dan BBM. "Pihak Polri siap mengamankan puasa dan lebaran tahun ini. Insya Allah semua akan aman," harap Lutfi. ***


PEDAGANG SAYUR-- Jelang bulan puasa harga-harga kebutuhan pokok melonjak. Tampak pedagang sayur-mayur di kawasan Tos 3000 Jodoh sedang melayani pembeli. (dok/Haluan Kepri).




Share