SEKUPANG (HK)-- Sepekan pasca lebaran, suasana arus balik di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), Batam, mulai padat. Ribuan orang dari berbagai daerah datang ke Batam. Menariknya, sebagian mereka merupakan pendatang baru yang akan mencoba peruntungan hidup di Batam.
Suasana di Pelabuhan Domestik Sekupang tampak mulai ramai sejak Jumat (1/8). Menyusul dimulainya arus balik mudik lebaran yang puncaknya diperkirakan pada Minggu (3/8) hari ini.
Menurut Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang, Erik Mario Sihotang, dalam sehari kemarin ada sekitar empat ribuan penumpang yang turun di dermaga Pelabuhan Domestik Sekupang.
Diantara penumpang yang kembali ke Batam, banyak mengajak serta keluarga dan teman mereka untuk mencari kerja. Seperti pengakuan Rudi, warga Batam Centre yang baru saja mudik ke Padang melalui Tanjungbuton ini, ketika mudik hanya ditemani istri serta satu anaknya, tapi saat kembali lagi ke Batam mengajak dua orang kerabatnya yang baru tamat sekolah.
Rudi mengaku, dua kerabatnya ini baru saja tamat SMU dan belum mendapatkan pekerjaan di kampung halamnnya. Rencanya ke Batam untuk mengadu nasib. ”Daripada nganggur di kampung karena tak ada kerjaan, lebih baik saya ajak ke Batam. Kalau seusia mereka pekerjaan banyak di sini dan bisa mengirim untuk orang tua di kampuang,"ujar pria yang bekerja sebagai guru di sekolah swasta ini.
Pemudik lainnya, Rosni juga mengajak keponakannya datang ke Batam. Menurut Rosni, dirinya membawa keponakan untuk liburan namun kalau keponakannya bisa mendapatkan pekerjaan di Batam mungkin akan menetap di Batam.
"Saya sudah puluhan tahun di Batam saat lebaran ke kampung banyak yang minta ikut tapi saya hanya bawa satu orang saja. Rencannya sekalian liburan dan mencari informasi lowongan kerja," papar wanita yang bekerja di muka kuning ini.
Padahal Walikota Batam Ahmad Dahlan saat meninjau kesiapan arus mudik beberapa hari lalu sempat berpesan kepada masyarakat yang akan meninggalkan Batam. Diantaranya, Dahlan mengintatkan jika tidak terlalu penting, tak perlu pulang kampung. Dan jika pun harus mudik, diharapkan tidak membawa saudaranya ke Batam, kecuali yang punya keahlian.
"Saya tidak menolak orang Indonesia datang ke Batam, tapi saya tidak menjamin ada lapangan pekerjaan bagi yang tak punya keahlian," jelasnya.
Untuk mengantisipasi ledakan penduduk pascalebaran, kata Dahlan, pemerintah menerapkan tetib administrasi Kependudukan. Nantinya, kata dia, tak semua pendatang baru akan dengan mudah mendapatkan KTP Batam.
"Kita akan layani semua dengan baik sesuai ketentuan, tapi tidak serta merta jadi warga Batam, kita akan seleksi," tegasnya.
Data dari Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang mulai JUmat siang hingga sore tercatat ada 38 kapal feri yang bersandar dengan jumlah penumpang sekitar empat ribu lebih. Menurut Erik, mereka berasal dari Tanjungbuton, Selatpanjang, Dumai, Moro, Kualatungkal, serta Bengkalis dan daerah-daerah lainnya di wilayah Kepri, seperti Tanjungbalai Karimun dan Tanjungbatu.
"Mereka baru saja pulang dari luar Batam seperti Dumai, Tanjungbuton, Selatpanjang, Moro, Bengkalis, Kuala Tungkal dan Tanjungbalai Karimun dan Tanjungbatu. Sedangkan jumlah penumpang yang berangkat dari PDS keluar hanya sebanyak 1.888 saja," ujar Erik.
Sesuai data syahbandar, total jumlah penumpang arus balik yang memadati PDS selama dua hari yakni Rabu dan Kamis, kurang lebih 6.000 orang.
Membludaknya penumpang yang datang sudah tampak sejak pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Karena padat dan ramainya penumpang yang datang, syahbandar terpaksa membuka dua pintu ponton kedatangan yang biasanya masuk satu kapal secara bergantian.
"Kali ini semua pintu masuk dipergunakan untuk menurunkan penumpang. Puncak arus balik sendiri diprediksi akan terjadi pada hari Sabtu dan Minggu nanti,"kata Mario.
Sebelumnya, Syahbandar PDS Batam memperkirakan arus mudik Lebaran Idul Fitri 1435 Hijriyah akan meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya karena bertepatan dengan libur panjang sekolah.
"Karena bertepatan dengan libur panjang hingga usai Lebaran, akan sangat berpengaruh pada jumlah pemudik," kata petugas Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang, Mario.
Saat puncak arus mudik, jumlah penumpang kapal yang meninggalkan Batam dengan tujuan sejumlah wilayah di Riau, Kepri dan Jambi bisa mencapai diatas enam ribu orang per hari.
Tujuan rata-rata adalah Bengkalis, Selat Panjang, Dumai, Buton, Tanjungsamak di Provinsi Riau. Selanjutnya Kualatungkal di Jambi dan sejumlah pulau wilayah Kabupaten Karimun di Provinsi Kepulauan Riau.
"Untuk tahun ini kami perkirakan akan jauh lebih banyak dibanding angka tersebut (tanpa menyebut jumlah)," kata dia.
Ia mengatakan, kepadatan akan mulai nampak sekitar tujuh hari menjelang Idul Fitri (H-7) dengan dominasi penumpang tujuan Riau dan Kepri. Sementara arus balik akan mulai terasa empat hari setelah lebaran.
"Biasanya sejumlah operator pelayaran akan menambah kapal feri pada hampir semua tujuan. Namun saat ini belum dirapatkan berapa penambahan kapal yang akan disiapkan menghadapi arus mudik," katanya.
Mario mengatakan untuk jumlah penumpang pekan pertama Ramadan 2014 masih relatif normal seperti hari-hari biasa.
Pelabuhan Domestik Sekupang milik Badan Pengusahaan Batam merupakan pelabuhan utama menghubungkan Batam dengan sejumlah wilayah di provinsi lain kawasan Sumatera.
Jarak pelayaran terjaduh dari Batam ke Riau sekitar 7-8 jam.
Selain melalui Pelabuhan Domestik Sekupang, biasanya arus mudik dari Batam melalui Pelabuhan Beton yang melayani pelayaran KM Kelud tujuan Jakarta dan Medan, serta Bandara Internasional Hang Nadim yang melayani penerbangan langsung ke Pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.
Bandara Hang Nadim
Sementara itu, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus balik di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, maskapai penerbangan Lion Air menyiapkan empat penerbangan tambahan (extra flight) untuk melayani arus balik pemudik dengan berbagai rute.
Tambahan penerbangan itu diberlakukan terhitung mulai Sabtu, (2/8), hingga Senin (4/8) mendatang.
"Ada empat tujuan yaitu Batam-Jakarta, Pekanbaru-Batam, Surabaya-Batam dan Jambi-Batam. Masing-masing ditambah satu kali penerbangan," ujar M. Zaini Bire, Station Manager Lion Air.
Maskapai penerbangan berbiaya rendah tersebut memperkirakan puncak arus balik dari dan menuju ke Batam akan mencapai puncaknya pada hari Minggu (3/8) besok. Hal itu didasarkan pada aturan dimulainya operasional berbagai instansi baik pemerintahan maupun swasta yang kembali beroperasi pada Senin hari berikutnya.
"Itu juga bisa dilihat dari tiket Pekanbaru ke Batam dan Jambi ke Batam yang sudah ludes sampai tanggal 4 Agustus mendatang," kata Bire.
Mengantisipasi lonjakan penumpang pada puncak arus balik tersebut, pihak maskapai berlogo singa terbang itu mengaku tengah memprioritaskan ketepatan waktu (on time) pada semua waktu penerbangannya.
"Kalau sudah ada satu saja yang delay (ditunda) 15 menit di salah satu station (bandara), maka pasti akan merembet ke station berikutnya. Maka itu kita tekankan untuk on time," jelasnya.
Dengan begitu, Bire menyambung, diharapkan calon penumpang juga mentaati aturan sehingga tidak ketinggalan pesawat. Pihaknya hanya akan melayani check-in di konter maksimal hingga setengah jam sebelum pesawat berangkat.
"Lewat setengah jam, konter check-in kami tutup jadi jangan salahkan kalau tidak datang lebih awal," tegasnya.
Pihaknya juga mengimbau agar calon penumpang tidak membawa barang-barang bagasi melebihi batas yang ditentukan
Sebelumnya dari data yang dihimpun Haluan Kepri, puncak harus mudik melalui Bandara Internasional Hang Nadim, Batam terjadi pada H-3 (Jumat).
"Sejak kemarin (Kamis), lonjakan sudah sangat terasa di mana penumpang yang berangkat sudah mencapai 9.574 orang," kata Kepala Bagian Umum Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Suwarso.
Suwarso mengatakan jumlah penumpang mudik pada hari Kamis di luar prediksi sebelumnya yang maksimal hanya sekitar 8.000 penumpang.
"Untuk hari ini juga diperkiran di luar prediksi, karena juga sangat padat. Namun hasilnya baru akan diketahui kalau penerbangan hari ini sudah selesai," kata Suwarso.
Suwarso mengatakan tingginya pemudik melalui Batam pada 2014 menunjukkan tingkat ekonomi masyarakat yang semakin baik sehingga angkutan udara menjadi pilihan utama untuk pulang ke kampung halaman.
"Jumlahnya sangat jauh lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Karena paling banyak biasanya hanya 6-7 ribu penumpang saat puncak arus mudik," kata Suwarso.
Suwarso mengatakan pada Senin (H-7), jika Idul Fitri jatuh pada Senin (28/7) penumpang yang berangkat sebanyak 7.772 orang, pada Selasa sebanyak 8.040 penumpang, Rabu sebanyak 8.675 penumpang, dan Kamis sebanyak 9.574 penumpang.
"Jika dilihat dari H-7 dan dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah penumpang jauh melonjak. Kami perkirakan lonjakan mencapai 18 persen,"tutupnya. *** Oleh:Tim Haluan Kepri
Share
Fenomena Pasca Lebaran
- Minggu, 03 August 2014 00:00




