TANJUNGPINANG (HK) - Ibarat jamur di musim hujan. Setiap mendekati momen hari kemerdekaan. Jejeran para penjual bendera mulai terlihat disetiap titik strategis di Kota Tanjungpinang.
Seperti tahun-tahun sebelumnya. Para pedagang musiman ini, selalu memanfaatkan hari kemerdekaan untuk mengais mengais rezeki tahunan di Kota Gurindam.
Sepanjang penelusuran, sebanyak 12 penjual bendera yang tersebar di jalan-jalan protokol di Kota Tanjungpinang. Hanya dengan bermodalkan tali. Para pedagang bendera tersebut menjajakan dagangannya di pinggir trotoar maupun di depan ruko.
Seperti yang dilakukan oleh Rini. Wanita yang menjajakan bendera di Jalan Ir Sutami, Kota Tanjungpinang ini. Selama enam tahun menjajakan bendera, Rini mengakui, keuntungan yang didapatnya dalam penjualan bendera ini sangat lumayan.
"Lumayanlah bang. Makanya hampir setiap tahun jualan bendera," ujarnya, Sabtu (9/8).
Rini memilih Jalan Ir Sutami sebagai lokasi berjualannya karena ia menganggap di tempat tersebut merupakan tempat yang paling ramai dilewati oleh masyarakat Kota Tanjungpinang.
"Disini lumayan ramai. Makanya kita milih di sini," tuturnya.
Setiap pagi hingga menjelang malam, kata dia, saat mangkal di pinggir trotoar, harus merenteng dan bongkar pasang sejumlah bendera merah putih daganganya dengan berbagai ukuran.
Berdasarkan pengalaman pada HUT-RI ke 68 tahun lalu, rata-rata pembelinya adalah pegawai negeri sipil (PNS) dan anak-anak sekolah. Tiap hari laku 5 sampai 10 bendera.
Ia menjelaskan, harga tiap ukuran bendera berbeda-beda, untuk bendera nomor satu dengan ukuran 90 centimeter (cm) ia jual dengan harga Rp 30 ribu. Sedangkan nomor dua ukuran 120 cm ia jual dengan harga Rp 40 ribu.
Sementara itu untuk bendera ukuran nomor tiga berukuran 150 cm, dijual dengan harga Rp70 ribu. Terakhir untuk bendera nomor empat, dengan ukuran 180 cm, dijual dengan harga Rp100 ribu.
Sedangkan untuk background atau latar dengan ukuran satu meter ia jual dengan harga bervariasi tergantung dari bentuk mulai dari Rp400 ribu sampai dengan Rp500 ribu. Sedangkan umbul-umbul dijual dengan harga Rp30 ribu perbuahnya.
Rini mengatakan, rata-rata bendera-bendera yang dijual di Kota Tanjungpinang ini seluruhnya berasal dari Kota Bandung.
"Hampir seluruhnya dari Bandung. Tapi beda-beda tokenya," tuturnya.***
Pedagang musiman menjual bendera dan umbul-umbul juga bermunculan di Batam. Seperti yang terlihat di beberap ruas jalan di Batam. Tiang bendera yang terbuat dari bambu diberi warna merah dan putih dan di dirikan di pinggiran jalan.
Rusdi (40), seorang penjual bendera mengaku, setiap menjelang hari kemerdekaan RI, Ia selalu memajangkan asesoris merah putih untuk dijualnya. “Saya sudah berjual satu minggu di sini,“ ujarnya.
Menurutnya, pembeli sudah mulai ramai sejak awal bulan Agustus, tepatnya setelah lebaran. “Kalau sekarang memang belum terlalu ramai namun seminggu jelang hari kemerdekaan bendera dan asesoris merah putih ini banyak yang terjual,” ujar pria asal Sumatera Barat ini.
Rusdi menjual tiang benderanya seharga Rp35 ribu, untuk benderanya Udin menjual Rp7 ribu. “Namun kalau pembeli membeli sepasang bendera atau satu tiang dan satu bendera, saya memberikannya seharga Rp60 ribu,” tambahnya lagi.
Sementara bendera untuk motor dan mobil belum Udin jual. Dia berencana menjualnya sekitar dua hari lagi. Jika dihitung jumlah uang yang dikeluarkan Udin untuk jualan itu sekitar Rp30 juta. Namun dari hasil jualan Udin tahun yang lalu, Udin mengaku bisa mencapai omset sebesar Rp20 juta setiap hari kemerdekaan RI.
Tiap harinya Udin buka dari Pukul 8.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB. Jika menjelang 17 agustus, Udnbisa menjual sampai pukul 23.00 WIB
Pedagang lainnya Mirna yang berjualan di jalan dekat Dotamana, Batam Centre juga mengaku kebanjiran rezeki dari menjual bendera. Ibu muda ini mengaku telah berjualan bendera sejak tiga tahun terakhir.
"Saya berjualan bersama suami sudah tiga tahun terakhir. Biasanya untung yang didapat lumayan banyak karena itu kami selalu memanfaatkan momen hari kemerdekaan ini dengan berjualan bendera," kata ibu dua anak ini.
Harga bendera yang dijual Mirna hampir sama dengan pedagang bendera lainnya yakni untuk tiang bendera seharga Rp35 ribu dan bendera kecil seharga Rp20 ribu. Sedangkan bendera ukuran besar berkisar Rp100 ribu hingga Rp400 ribu.
"Keuntungan yang didapat lumayan lah mas..bisa buat bantu kebutuhan anak-anak sekolah," ulasnya. *** Oleh: Zulfikar
====
Ayo Kibarkan Merah Putih Lima Hari
Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengimbau kepada seluruh kantor pemerintah maupun swasta untuk mengibarkan bendera merah putih mulai pukul 06.00-18.00 WIB, pada tanggal 14-18 Agustus mendatang. Imbauan itu dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-69 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus mendatang.
Imbaun tersebut tertuang dalam surat nomor 003/TP-PUM/VII/2014 yang ditandatangani Sekretaris Daerah Kota Batam dan disosialisasikan sampai ke tingkat kelurahan. Hal ini juga berlaku untuk perguruan tinggi, sekolah, rumah sakit, mall, pertokoan, serta seluruh rumah warga di Kota Batam ini.
Kemudian, tertanggal 2 Agustus ini juga dimuat anjuran untuk membersihkan pekarangan dan lingkungan seperti, mengecat dinding, memasang lampu hias, umbul-umbul dan gapura.
" Sesuai dengan surat Menteri Sekretaris Negara, juga dianjurkan kepada seluruh masyarakat untuk mengikuti pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada tanggal 15 Agustus pukul 09.00 WIB, melalui media elektronik," kata Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Batam, Raja Supri, Kamis (7/8).
Adapun tema peringatan HUT RI tahun ini adalah "Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 Kita Dukung Suksesi Kepemimpinan Nasional Hasil Pemilu 20 14 Demi Kelanjutan Pembangunan Menuju Indonesia yang lebih baik, semakin Maju dan Sejahtera."
Upacara detik-detik proklamasi tingkat Kota Batam akan digelar di Dataran Engku Putri Batam Centre. Petugas yang bertindak sebagai komandan upacara HUT RI nanti yaitu Kapten Infantri Justik Handinata, Komandan Kompi A Batalyon Infanteri 134/Tuah Sakti Batam.
Sedangkan untuk cadangannya yaitu Kapten CPM Muhammad Yusuf, Dansubdenpom 1/3-3 Batam.
Peserta upacara berasal dari, Yonif 134/TS Batam, Yonif 10 Marinir Batam, Kodim 0316 Batam, Lanal Batam, Brimob Polda Kepri, Polresta Barelang, Direktorat Pengamanan BP Batam, Kantor Imigrasi Batam, Kantor Bea dan Cukai Batam, Satpol PP Pemko Batam, Pemadam Kebakaran Batam, Dinas Perhubungan Batam, Resimen Mahasiswa, Wanra Kodim Batam, FKPPI Batam, Pemuda Panca Marga Batam, Pemuda Pancasila Batam, Pemko Batam, Linmas Batam, Pramuka, serta Pelajar SMP, SMU/SMK Kota Batam.
Secara sederhana
Himbauan juga disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri, Robert Iwan Loriaux. Ia meminta agar peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, 17 Agustus tahun ini dilaksanakan secara sederhana dan tidak memberatkan masyarakat.
"Seluruh warga dan instansi dapat melakukan kegiatan memeriahkan HUT RI ke-69 tahun ini, tetapi hendaknya sifatnya yang sederhana," terang Robert, Kamis (7/8).
Robert mengatakan, Pemprov Kepri telah menerima surat edaran dari Kementeriaan Dalam Negeri untuk dilanjutkan ke kepala daerah kabupaten/kota di Provinsi Kepri. Isi surat tersebut mengimbau warga agar mengibarkan bendera merah putih pada HUT RI nanti.
"Surat edaran Gubernur Kepri untuk pemasangan bendera menjelang dan sesudah Perayaan HUT RI ke-69 tahun ini, sudah disampaikan melalui surat edaran ke kabupaten/kota di Kepri," tukasnya.
Ia menambahkan, "Pemasangan bendera sebagai penghormatan bagi pejuang yang telah mengorbankan nyawa untuk merebut kemerdekaan."
Selain di kantor-kantor pemerintah, kantor-kantor swasta juga diminta untuk memasang spanduk yang menggugah semangat masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan cara ikut menyukseskan pembangunan. (cw/94/72)
Share
Enam Tahun Menjual Bendera
- Minggu, 10 August 2014 00:00




