Selasa09302014

Last update12:00:00 AM

Back Fokus Bunguran Barat Kecamatan Terkaya di Natuna

Bunguran Barat Kecamatan Terkaya di Natuna

Bunguran Barat Kecamatan Terkaya di Natuna

RANAI (HK) - Bunguran Barat merupakan wilayah kecamatan terkaya di Natuna. Bunguran Barat yang beribukota Sedanau terkenal sejak dahulu kala,terutama sekali bagi para pedagang lintas negara dan lintas daerah. Demikian juga dengan para pelautnya.

Kecamatan Bunguran Barat yang sebagian wilayah administrarifnya juga terdapat di Pulau Bunguran Besar tentu tidak terlalu jauh dan tidak susah dijangkau dari pusat Ibu Kota Natuna. Ada dua Desa yang berada di Pulau Bunguran Besar yakni Desa Batubi, Desa Mekar Jaya dan Desa Gunung Puteri.

Kecamatan ini terbilang tidak terlalu luas, Sedanau sebagai ibu kota kecamatan memiliki jumlah penduduk sekitar 14.000 jiwa dengan berbagai suku yang tinggal di sejumlah pulau yang tersebar di wilayah kecamatan itu. Namun perbedaan kepercayaan tersebut bukan menjadikan kecamatan ini rentan terhadap konflik dan perselisihan antara masyarakat. Namun perbedaan itu bahkan dijadikan modal untuk mengembangkan kecamatan ini untuk menjadi yang lebih baik.

Sedanau sebagai ibu kota kecamatan terbilang cukup sempit. Bahkan saking sempitnya wilayah daratan pulau yang menjadi ibu kota kecamatan ini, masyarakat secara swadaya dan Pemerintah Kabupaten Natuna telah berhasil menyulap laut sebagai bagian dari daratan pulau tersebut. Kini daratan pulau itu bertambah sekitar 2,5 kilo meter ke arah laut.

Pemerintah Kabupaten Natuna membuat jalan di atas laut sepanjang 2,5 kilo meter hingga sampai pada pelabuhan Pelni. dan warga setempat membangun rumah di pinggir jembatan tersebut. Dari kejauhan dan dari udara, wilayah ini tampah seperti perkampungan terpung di atas lautan Natuna yang sangat luas.

Kecamatan ini di kenal sebagai wilayah tersibuk di Natuna sejak dahulu kala, bahkan hingga saat ini ada sejumlah Kecamatan masih bergantung terhadap kecamatan ini di berbagai sektor terutama sekali sektor perekonomian termasuk Bunguran Timur yang notabene sebagai Ibu Kota Natuna.

Hal ini dikarenakan, di wilayah Bunguran Barat terdapat sejumlah sentra-sentra bisnis dan perekonomian yang belum ada di Kecamatan lainnya, mulai dari sembako, pakaian hingga sentra transportasi.

Di Kecamatan Bunguran Barat para toke papan atas di Natuna bertebaran. Keberadaan para toke ini menjadikan Kecamatan ini seakan-akan menjadi kiblat perekonomian masyarakat terutama sekali kalangan menengah ke
bawah.

Toke ikan terutama sekali, hampir semua masyarakat Natuna mengalamtakan ikan hasil tangkapannya ke Kecamatan itu, sebab di sana terdapat toke ikan yang terbilang menginternasional.

Atas jasa toke - toke itu lah banyak ikan hasil tangkapan dan budidaya masyarakat Natuna dapat merambah dan dipasarkan dibeberapa negara di wilayah Asia seperti Hongkong, Singapura, Kuala Lumpur, Macau dan wilayah
daratan Cina lainnya.

Bahkan semua jenis ikan yang akan dieksport ke luar negeri, seperti ikan napoleon, krapu, lobster teripang dan lain sebagainya itu bisa dipastikan keluar melalui Kecamatan ini.

Dari sisi ini, Kecamatan Bunguran Barat telah lama membuktikan bahwa Natuna memiliki peluang besar dan potensi besar untuk merajai sumber daya ikan di belahan Asia bahak benua-benua lainnya.

Hanya saja, hingga saat ini program dan kegiatan Pemerintah terutama sekali Pemerintah Kabupaten Natuna Provinsi Kepri masih belum maksimal menyentuk peluang dan potensi itu, meski Kecamatan Bunguran Barat telah membuktikan kekuatan Natuna itu.

Tidak hanya toke ikan, toke cengkeh juga banyak terdapat di kecamatan itu. Pada hasil alam yang satu ini, bukan hanya petani Natuna saja yang menjual cengkehnya ke Sedanau Kecamatan Bunguran Barat, akan tetapi hingga kini masyarakat Kabupaten Anambas juga masih aktif menjual hasil kebun cengkehnya ke Sedanau.

Dari Pulau Sedanau ini lah cengkeh-cengkeh Natuna dan Anambas itu di eksport ke luar daerah seperti Jakarta, Semarang, Surabaya dan lain sebagainya.

Sebagaimana cengkeh yang menjadi kegiatan turun temurun masyarakat Kabupaten Natuna dan Anambas, begitu juga dengan lokasi penjualannya masih tetap dijual ke Sedanau karena sudah sejak dahulu nenek moyang mereka dahulu menjual hasil kebunnya ke Kecamatan Bunguran Barat.

Demikian juga halnya hasil darat, Kecamatan Bunguran Barat telah membuktikan kemampuan Natuna dalam memenuhi pasar nasional dan internsional di beberapa komoditi, seperti cengkeh yang turut andil memenuhi kebutuhan cengkeh nasional.

Selain cengkeh ada juga kayu Gaharu yang juga berpotensi eksport yang cukup besar, yang mana kayu yang memiliki aroma harum itu hingga saat ini masih merambah pasaran Cina daratan. Bahkan diceritakan, pada abad-abad sebelumnya warga Cina dengan sengaja datang ke Natuna untuk membabat kayu gaharu Natuna.

Namun sayang, lagi-lagi potensi demi potensi serta peluang yang tebuka lebar ini masih belum tersentuk banyak oleh program dan kegiatan pemerintah.

Bukan hanya toke ikan dan cengkeh yang bertebar di wilayah Kecamatan tersebut, akan tetapi juga terdapat toke sayur -mayur di sana, bahkan dapat dikatakan Kecamatan ini merupakan salah satu kecamatan yang sanggup menyuplai sayur - mayur terbesar di Kabupaten Natuna.

Wilayah Desa Subi, Desa Semedang dan Desa Gunung Puteri Kecamatan Bunguran Barat merupakan pusat pertanian masyarakat yang yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Natuna beberapa waktu lalu.

Dari hasil pertanian yang digalakkan oleh masyarakat setempat dapat menekan angka inport sayur-sayuran dari luar daerah guna memenuhi keperluan masyarakat Natuna.

Karenanya tak heran jika kecamatan ini dijadikan oleh pemerintah Kabupaten Natuna sebagai pilot project pertanian terpadu di Natuna. Setiap hari, segala jenis sayur mayur yang beredar di pasaran Natuna sebagian besarnya disuplay dari kecamatan tersebut.

Segudang potensi yang dimiliki oleh Kecamatan yang satu ini mulai dari potensi kekayaan alam hingga ke potensi pasar yang sudah dan semakin terbuka lebar maka tidak berlebihan jika Kecamatan ini dijuluki kiblat perekonomian masyarakat Natuna bahkan masyarakat Kabupaten Anambas.

"Ke depan, potensi dan peluang yang kita miliki terutama sekali yang sudah terbuka di Bunguran Barat ini akan kita coba fokus untuk dikembangkan, sehingga pintu eksport terbuka semakin lebar dan kekayaan alam kita yang berlimpah ini dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Saat ini kita sedang mempelajari regulasinya, semoga tahun depan kita bisa mulai fokus untuk
laut," kata Wakil Bupati Natuna Imalko di kantornya kemarin.

Kecamatan yang memiliki koneksi paling banyak dengan luar daerah dan luar negeri itu memiliki luas wilayah sekitar 13.559 kilo meter persegi dan luas wilayah pulau-pulau yng belum berpenghuni sekitar 13.204 kilo meter persegi. Kecamatan ini terdiri dari pulau-pulau kecil yang berada persis di belahan barat Pulau Bunguran besar.

Jumlah penduduknya pun juga masih relatif sedikit jika dibandingkan dengan kemajuan dan prestasinya yang menginternasional. Jumlah penduduk di Kecamatan itu sekitar 14.000 jiwa yang tersebar di 9 Desa dan satu kelurahan.

Desa-desa yang ada di Kecamatan itu meliputi, Desa Sedanau Timur, Desa Selaut, Desa Semedang, Desa Piang Tengah, Desa Binjai, Desa Batubi Jaya, Desa gunung Puteri, Sedarat Baru, Mekar Jaya dan ditambah satu lagi Kelurahan Sedanau.

Berkenaan dengan issu pembentukan daerah otonomi baru (DOB), kecamatan ini telah digembar-gemborkan akan menjadi ibu kota Kabupaten Natuna Barat. Jika ini terwujud diyakini Kecamatan ini akan semakin tebuka peluangnya merambah dunia.

"Kita nantinya akan fokus pada sumber daya alam terlebih dahulu, karena jalan dan pasarnya sudah ada sejak dulu, saya rasa tinggal bagaimana kita menyediakan barangnya saja, saya rasa itu yang akan jadi fokus Natuna barat di awal-awal berdirinya nanti," kata Ketua Badan Perjuangan Pembentukan Kabupaten Natuna Barat, Mustamin Bakri di kantor DPRD Natuna beberpa waktu lalu.

Share