Jumat10172014

Last update12:00:00 AM

Back Fokus Penerapan K-13 Tersandung Buku

Penerapan K-13 Tersandung Buku

BATAM (HK)--Penerapan Kurikulum 2013 (K-13) di semua jenjang pendidikan mulai tingkat SD sampai SLTA masih menimbulkan masalah. Salah satunya, ketersediaan buku siswa yang sampai hari ini belum terdistribusi secara menyeluruh. Padahal Ujian Tengah Semester sudah di depan mata.

Pemerintah sepertinya masih setengah hati dalam menerapkan K-13. Pasalnya, selain minimnya pelatihan untuk tenaga guru, ketersediaan buku pegangan siswa menjadi masalah paling disorot saat ini. Wajar saja, selama tiga bulan semester ganjil berjalan siswa belajar tanpa menggunakan buku hanya mendengarkan penjelasan dari guru.

Hal ini tentu sangat menyulitkan bagi siswa karena guru hanya memiliki buku yang difotocopy dari CD yang dibagikan dinas pendidikan. Sementara, siswa juga harus dituntut mengikuti ujian tengah semester yang dijadwalkan dalam pekan ini.

Kendati dalam pekan kemarin sebagian besar sekolah sudah mendapatkan kiriman buku dari penerbit namun masih ada beberapa sekolah di Batam yang belum mendapatkan buku. Diantaranya SMK Multistudi High School (MHS) dan SMA 14 Batam.

Wakil Kurikulum SMK MHS, Nico R.Tambunan,S.Pd mengaku sedikit kecewa dengan kinerja dari penerbit yang sudah ditunjuk oleh pemerintah yang tidak tepat waktu dalam mendistribusikan buku. "Kami sudah pesan jauh-jauh hari melalui dinas pendidikan tapi kok bukunya belum juga dikirim padahal siswa sangat membutuhkan," ujar Nico.

Menurutnya, sebagai sekolah percontohan yang telah menerapkan K-13 sejak tahun lalu, harus lebih cepat mendapatkan buku. Karena SMK MHS menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain. "Walau guru memiliki buku yang diprint dari CD namun tetap juga pembelajaran tidak bisa berjalan dengan maksimal," kata Nico.

Banyaknya sekolah yang mengeluhkan masalah buku K-13, Kabid Dikdas Kota Batam, Rustam Efendi meminta sekolah bersabar dulu, karena pencetakan buku K-13 ini masih dalam proses pencetakan di Jakarta.

"Sabar saja nanti buku akan kebagian semua, saya pikir guru bisa menyiasatinya karena semuanya telah mengikuti pelatihan K-13," ujar Rustam Efendi.

Menurut Rustam, dalam menyambut K-13 ini rata-rata semua guru SD, SMP dan SMA/SMK telah mengikuti pelatihan kurikulum 2013. Begitu pula dengan CD yang berisikan materi pembelajaran K13 telah dibagian kesetiap sekolah. "Pokoknya sekolah yang belum mendapatkan buku K-13 akan menerima nantinya," katanya.

Sementara menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, mengatakan bahwa buku K-13 telah diunduh hingga 2,6 juta kali oleh masyarakat Indonesia melalui website kementerian itu. Selain layanan melalui laman kementerian, untuk mempercepat proses penerapan Kurikulum 2013, Nuh mengatakan pihaknya juga telah membagikan kepingan CD kepada seluruh sekolah.

Kendati demikian, pihaknya terus mendorong kepada perusahaan yang telah diberi tugas mencetak buku Kurikulum 2013 untuk secepatnya menyelesaikan dan mendistribusikannya ke seluruh daerah. "Kita berharap satu atau dua minggu ini seluruhnya sudah sampai ke daerah. Tetapi, kalaupun bukunya belum datang proses belajar mengajar tidak boleh terhenti," pesan Mohammad Nuh.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Drs H Muslim Bidin mengatakan, meski buku K-13 terlambat didistribusikan pusat, namun pelaksanaan ujian mid semester di masing-masing sekolah berjalan lancar.

Kata Muslim keterlambatan buku K-13 ini tak berpengaruh terhadap proses belajar mengajar (PBM) guru. Apalagi Disdik telah membekali sekolah dengan CD padat berisi lengkap K-13, serta guru telah terlatih dengan baik akan penerapan K-13 dengan baik dan benar.

"Guru telah dilatih K-13, malah kita sediakan guru pendamping dan instruktur nasional. Jadi buku itu hanya sebagai pengantar saja, yang terpenting pemahaman guru akan merekayasa PBM K-13 secara baik dan benar," ujar Muslim menyikapi keresahan sekolah yang belu menerima K-13.

Muslim menegaskan, keterlambatan buku K-13 jangan dijadikan alasan guru untuk berleha-leha dalam mengajar. Justru dengan terlambatnya buku ini dituntut guru lebih kreatif menyiasati bahan ajar yang masih kurang. "Bahan ajar itu banyak referensinya, selain dari buku lain, bisa juga di downloud lewat internet. Apalagi guru sendiri telah memiliki RPP dan Silabus, tinggal bagaimana mengembangkannya. Makanya sekali lagi saya tegaskan guru harus kreatif," katanya.
Muslim mengatakan, guru mengajar jangan hanya berpangku tangan menanti buku tiba. Sebaiknya ambil langkah stategi PBM yang terdapat pada soft copy buku per mata pelajaran. Karena kandungan K-13 ini, hampir sama dengan kurikulum KTSP hanya lebih dikembangkan lagi dalam penerapannya.

Disarankan Muslim, agar program K-13 ini tidak putus, guru dapat menggunakan buku di KTSP, hanya saja metode yang digunakan dalam menyampaikan materi pelajaran perlu diubah menyesuaikan dengan K-13 yang ada dalam CD dari Disdik . Jadi kata dia, metodenya yang perlu disesuaikan karena dalam kurikulum yang lama, lebih banyak ditekankan kemampuan kognitif saja, namun pada kurikulum baru penekanannya pada aspek afektif dan psikomotorik.

Selain itu, dalam K-13 juga metode pembelajaran yang digunakan guru bersifat tematik integratif. Maka dari itu kata dia, seorang guru dituntut kreatif dalam menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik.

Lebih rinci Muslim menjelaskan, bahwa dalam K-13 juga terdapat empat kompetensi dasar yang ditekankan. Diantaranya, pertama kompetensi dasar I religius dan kompetensi dasar II sikap sosial. Kedua kompetensi dasar ini disampaikan dalam bentuk terintegrasi dengan mata pelajaran. Sedangkan kompetensi dasar III berupa pengetahuan, serta kompetensi dasar IV berupa keterampilan. Namun untuk kompetensi dasar III dan IV, dilakukan dengan metode pendekatan scientific. ***

===

Guru Dituntut Kreatif Tanpa Buku K-13

BATAM (HK)-Keberhasilan penerapan Kurikulum 2013 di sekolah tergantung kepada peran guru dalam mengimplementasikan kepada siswanya. Maka dari itu, guru dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam mengajar.

Demikian dikatakan Kepala Sekolah SMPN 12 Batam, Drs Sargono saat diminta komentarnya seputar perkembangan Kurikulum 2013 di sekolahnya, Rabu (5/2).

Sejauh ini kata Sargono, masih banyak guru mengeluh akan kesulitan mencari informasi/referensi akan Kurikulum 2013. Padahal sesungguhnya kalau guru lebih kreatif membuka internet banyak informasi yang didapat. "Saya selalu mengimbau kepada guru kalau terima gaji itu sisihkan sebagian untuk membeli buku. Karena idealnya guru itu harus tahu langkah-langkah apa saja bahan ajar besok yang harus disiapkan untuk mengajar," ujarnya.

Menurutnya, saat ini guru dituntut untuk lebih melek teknologi tidak lagi gaptek, karena nantinya akan semakin tertinggal. Apalagi imbas dari Kurikulum 2013 ini, menunutut guru mahir akan teknologi, terutama dalam proses pembelajaran yang berbasis IT. "Kalau ada guru masih bingung akan penerapan Kurikulum 2013, karena tak mau berusaha mencari informasi dan rajin buka-buka internet yang cukup banyak menyajikan bahan ajar Kurikulum 2013 terlebih lagi untuk situs Kemendikbud," katanya.

Sementara dari penerapan Kurikulum 2013 di sekolahnya selama satu semester berjalan lancar dan ada peningkatan.

Meski demikian, Sargono tak memungkiri kendala dihadapi sekolahnya dalam penerapan Kurikulum 2013 ini, yakni ketersedian sarana buku ajar yang belum mencukupi. Namun telah disiasati dengan menggandakan dengan bantuan dana BOS.

"Intinya kesiapan guru memang lebih penting untuk keberhasilan Kurikulum 2013 ini, karena di dalam Kurikulum 2013 bertujuan mendorong peserta didik untuk mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mempresentasikan terhadap apa yang telah mereka peroleh setelah menerima materi pembelajaran," ucapnya.

Diakui Sargono bahwa Kurikulum 2013 ini yang dibutuhkan pada jaman sekarang ini. Dengan harapan anak didik memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Sehingga mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif. Dari sinilah kata dia, guru dituntut tidak hanya cerdas melainkan juga adaptif terhadap perkembangan.
Sebelumnya, Kepala Disdik Kota Batam, Muslim Bidin juga menyampaikan hal yang sama. Menurut Muslim,
keterlambatan dalam distribusi buku K-13 diharapkan jangan jadi alasan bagi guru dalam mengajar. Justru, disinilah dituntut kratifitas seorang guru. Guru sebaiknya mulai melakukan langkah antisipasi dengan menggantikan bahan ajar melalui buku Kurikulum lama.

"Buku pengangan guru dan siswa lama datang dari distribusi pusat, guru harus kreatif menyiasati bahan ajar dengan buku lama. Tidak ada alasan kebingungan mengajar gara-gara faktor keterlambatan buku datang," harap Muslim Bidin. (men)

Share