Selasa11252014

Last update12:00:00 AM

Back Fokus Kepri Carnival Berlangsung Meriah

Kepri Carnival Berlangsung Meriah

Warga Berebut Minta Foto Selfie

TANJUNGPINANG (HK) - Masyarakat Tanjungpinang antusia menyaksikan pagelaran Kepri Carnival 2014 dengan tema Regalia atau Cogan, Sabtu (8/11). Ratusan talent dan peragawan menampilkan kreasi pakaian unik. Tidak sedikit warga yang berebut untuk minta foto selfie.

Pantauan Haluan Kepri di lapangan, masyarakat memenuhi tiap bahu jalan yang menjadi rute para talent yang memperagakan fashion uniknya. Selain itu, masyarakat juga berebutan untuk mengambil foto (selfie) bersama talent yang berpenampilan menarik tersebut.

Selain itu, dalam ajang akbar ini para talent berhasil memukau hati dan berhasil menyedot ratusan fotografer yang mengabadikan foto-fotonya. Corak busana yang mengusung tema "Regalia atau Cogan" sebagai salah satu lokal konten dan lambang kebesaran sejarah melayu dan dibalut warna merah, hijau dan ungu.

Sementara itu, ribuan masyarakat ini pun memberikan apresiasi dengan berbagai cara, entah bergoyang, melambaikan tangan, mengabadikannya melalui kamera dan telepon seluler dan bertepuk tangan meriah sambil berteriak histeris.

Sebanyak 160 talent (model) diirincikan, 80 talent dari Jember Fashion Carnaval (JFC) Jawa Timur, 10 talent dari tiap kabupaten/kota se-Kepri menjadi sebanyak 70 talent. Dan 10 talent lagi tambahan dari tiap kabupaten/kota se-Kepri yang sangat antusias mengikuti event ini untuk berkreasi tidak canggung untuk mendekati masyarakat yang sudah menunggu ditiap rute pawai.

Gubernur Kepri H Muhammad Sani, melepas pawai Kepri Carnival 2014 dan turut dihadiri Bupati Lingga, Daria serta Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul. Sani mengatakan, Kepri Carnival 2014 diharapkan dapat bermanfaat dan juga dapat melestarikan budaya, sekaligus menjadi ajang pariwisata untuk meningkatakan kunjungan wisatawan ke wilayah Kepri, khususnya Tanjungpinang sebagai ibukota Provinsi Kepri.

"Tentunya dengan ajang ini, dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Tanjungpinang. Semoga Kepri Carnval ini bisa berkembang dan bisa digelar ke ibu kota kabupaten/kota lain. Lebih dari itu, kegiatan ini juga kedepan daapat perhatian dari mancanegara sehingga Kepri semakin dikenal di dalam dan luar negeri. Dengan itu kunjungan wisatawan pun diharapkan semakin meningkat," ungkap HM Sani.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Guntur Sakti mengatakan bahwa kegiatan yang bekerja sama dengan Jember Fashion Carnaval (JFC) serta Asosiasi Karnaval Kepri (Akari) berhasil mendapatkan perhatian dari masyarakat luas.

"Saya melihat ada semangat yang tinggi dari masyarakat Tanjungpinang untuk menyaksikan kegiatan ini. Semoga di waktu mendatang, kegiatan seperti ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Hari ini Kepri menjadi salah satu destinasi karnaval di Indonesia. Semoga Tanjungpinang dan Kepri semakin dikenal," harap Guntur.

Selain itu, lanjutnya, kedepan ajang Kepri Carnival ini akan digelar di kabupaten/kota pada tahun-tahun berikutnya. Dengan itu, pemerintah kabupaten/kota se-Kepri bisa menjadi tuan rumah bagi Kepri Carnaval.

"Saat ini kita sudah belajar cara mengelola sebuah carnaval. Saya berharap, di waktu mendatang, kita bisa menggelar sendiri, tanpa bantuan dari JFC. Kepri adalah provinsi ke-5 yang ditunjuk sebagai destinasi carnaval di Indonesia. Semoga kita tidak seperti provinsi lain yang selalu menggandeng JFC saat menggelar carnaval kendatipun sudah beberapa kali menggelarnya," terang Guntur.

Tidak hanya terkait kemampuan untuk menggelar carnaval sendiri, Guntur juga meyakini bahwa para peserta asal Kepri sudah bisa merancang, membeli dan memperagakan busananya sendiri. Hal ini terlihat dari kemampuan mereka dalam merancang busana, membeli peralatan, membuatnya dan memperagakannya di sepanjang lintasan carnaval.

"Kalau tahun depan kita sudah bisa menggelar carnaval sendiri maka kita akan gandeng Akari Kepri. Nanti setahun sebelum carnaval itu digelar, para peserta kita diberi pelatihan oleh Akari," pungkas Guntur.

Sesuai harapan gubernur, kata Guntur kembali, tahun mendatang pihaknya akan mengembangkan konsep yang berbeda dengan fashion Carnival di provinsi lainnya melalui roadshow ke kabupaten/kota di Kepri.

"Dalam pelaksanaan workshop dan road show yang akan dikembangkan Acari, akan sekaligus memperkenalkan dan mempromosikan Kepri sebagai destinasi pariwisata," ujar Guntur.

Sementara itu, President JFC Dynand Fariz yang turut hadir menyampaikan sebelumnya, turut berpartisipasinya JFC dalam pelaksanaan Kepri Carnaval 2014 ini. Tentu dirinya dan para telant JFC memberikan penampilan yang terbaik agar Kota Tanjungpinang juga menjadi kunjungan wisatawan.

Bukan tidak ada alasan, ia terpanggil untuk membantu. Dia menjelaskan, JFC menjadi satu ajang yang mendunia yang pernah dilaksanakanya serta dapat mewakili dan menggebrak dunia. Hal itu diawali dari komunitas pemuda Jember yang ingin membuat sesuatu pada bangsa dan hingga saat ini menjadi ajang tahunan yang dilaksanakan dan dikunjungi wisatawan dunia.

"Tentunya pengaruh penampilan para talent nanti, merupakan kreativitas dan rancangan masing-masing talent. Selain itu, karnaval ini juga dimeriahakan oleh talent dari JFC serta JFC Marcing Band," ujar Dynand.

Lanjut Dynand, barisan pembuka akan dilakukan satu parade kemudian dimeriahkan parade Marching Band, serta parade masing-masing talent dengan ciri khas cogan yang diawali dari warna merah, hijau dan ungu yang dibuat dan diperagakan sendiri oleh masing-masing talent.

Barisan JFC yang menampilkan sebanyak 80 talent ini diikuti oleh marching band dari JFC berpakaian serba hitam. Para talent JFC mengenakan pakaian khas yang menampilkan lambang-lambang Mahabrata, Borobudur, Tambora, Tibet dan berbagai corak busana dari Bali, Toraja dan Papua.

Di belakang kedelapanpuluh peserta JFC disusul oleh para peserta asal Kepri. Para peserta ini berasal dari 7 kabupaten/kota di Kepri. Tak kalah dengan para peserta JFC, peserta asal Kepri pun menampilkan busana dengan corak warna merah, hijau ungu. Mereka juga menyedot perhatian dari banyak warga yang mengitari kawasan Tepi Laut Tanjungpinang.

"Para peserta dari kabupaten/kota se-Kepri menampilkan corak busana Melayu berwarna merah, hijau dan kuning. Mereka terinspirasi oleh motif daun sirih besar atau cogan. Warna merah melambangkan keberanian. Warna hijau melukiskan kesejahteraan, kesejukan dan kedamaian. Warna ungu menggambarkan sikap yang visioner," terang pembawa acara seraya menginformasikan.

Corak busana dan gerak-gerik para peserta tidak hanya menyedot perhatian warga di sekitar Gedung Daerah, tetapi juga di sepanjang lintasan pawai. Sepanjang ruas jalan Yusuf Kahar, menuju Mesjid Agung, Kentucky Fried Chicken (KFC), jalan Ketapang, Merdeka dan menuju Gedung Daerah, ribuan warga sudah menunggu untuk menyaksikan kekhasan busana yang ditampilkan.***

Share