Senin12152014

Last update12:00:00 AM

Back Fokus Ujian CPNS di Pemprov Kepri

Ujian CPNS di Pemprov Kepri

Peserta 'Dititipi' Pesan Moral

TANJUNGPINANG (HK) -- Nilai peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang mengikuti Tes Kompetensi Dasar (TKD) menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) langsung bisa dilihat dari monitor yang telah disipkan Panitia Seleksi Daerah (Panselda) di luar ruangan ujian.
Hal tersebut dilakukan untuk membuktikan transparansi dalam penerimaan CPNS tahun 2014 ini. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Eko Sutrisno membuka secara resmi seleksi penerimaan CPNS di lingkungan Provinsi Kepri, di Gedung Aula Pusat Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Kepri Istana Kota Piring, Dompak, Tanjungpinang, Sabtu (15/11) pukul 08.00 WIB.

"Pemerintah membuka Formasi 100 ribu CPNS dimana alokasi penempatan sebanyak 35 ribu CPNS untuk instansi pusat dan 65 ribu CPNS untuk instansi daerah. Dan pemerintah mempermudah proses pendaftaran CPNS melalui sistem online.

"Sehingga para peserta cukup mendaftar dari rumah dengan mengupload Nomor induk kependudukan (NIK) di website Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS tanpa direpotkan dengan persyaratan administrasi seperti kartu kuning, SKCK Surat Keterangan bebas Narkoba dan lain-lain sampai peserta dinyatakan lulus seleksi," jelas Eko.

Dikatakan Eko kembali, untuk menjamin rekrutmen CPNS yang anti Korupsi, Kolusi Nepotisme (KKN) tersebut pemerintah telah menyiapkan sistem CAT. Dengan sistem CAT BKN ini diharapakan pemerintah bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat dalam penerimaan CPNS kepada pemerintah dan dunia pendidikan.

"Dimana pelamar CPNS dapat bersaing secara fair dan yakin akan kemampuan dirinya sehingga image titip-menitip yang selama ini beredar di masyarakat dapat terkikis dengan sendirinya," tandasnya.

Dalam kesempatan itu Eko juga mengajak kepada para peserta CPNS untuk selalu bersyukur dengan cara bekerja sungguh-sungguh dan meninggalkan sifat bermalas-malas mengingat sekarang ini, untuk menjadi seorang PNS sangatlah sulit karena harus bersaing dengan jutaan pelamar yang tentunya tidak semudah seperti 'dulu'.

Usai memberikan pesan moral kepada ratusan peserta yang akan mengikuti TKD menggunakan CAT, Eko Sutrisno yang didampingi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri, Robert Iwan Loriaux, langsung menuju ruang ujian CAT dan ruang monitoring Panselnas di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kepri.

Pantauan Haluan Kepri dilapangan, peserta CPNS pada hari pertama ini diikuti sebanyak 250 peserta yang terbagi lima sesi. Ditiap satu sesi hanya diikuti 50 peserta sesuai jumlah komputer yang disiapkan oleh panitia.

Diluar kantor tenda pendaftar peserta telah menunggu untuk mengisi absen, peserta diingatkan kembali oleh Panselda apabila didalam ruangan CAT tidak boleh mambwa barang apapun kecuali KTP dan kartu ujian. Dan barang-barang bawaan harus disimpan di loker yang telah disipkan Panselda.

Didalam ruangan CAT, hanya ada dua orang Panselnas dengan latar belakang ahli Information and Technology (IT) dan beberapa Panselnas lainnya berada di ruang monitoring.

Panselnas bagian IT, Arif Mendianto mengatakan, sistem CAT yang menggunakan sistem aplikasi canggih ini ketika peserta masih mengerjakan soal-soal di komputer sudah bisa langsung keluar nilainnya di monitor.

"Monitor kita siapkan dua, yang satunya diruang monitoring dan kemudian di luar. Untuk diluar, bisa dilihat mungkin orangtua atau keluarga lainnya bisa melihat langsung nilai anaknya di monitor tersebut," jelas Arif.

Dijelaskannya kembali, peserta disuguhkan sebanyak 100 soal dengan waktu pengerjaan selama 90 menit. Dari 100 soal tersebut, dibagi tiga bagian soal. Diantaranya, Tes Wawasan Kebangsan (TWK) 35 soal, Tes Intelegensia Umum (TIU) 30 soal dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 35 soal.

"Untuk penilaiannya, pada satu soal dinilai 5 jika jawaban benar tapi kalau salah tidak ada nilai. Jadi untuk soal TWK nilai maksimalnya 175 dan untuk TIU 150, karena tiap satu soal diberi nilai lima jika jawaban benar. Tetapi khusus soal TKP, diberi jawaban benar semua, tetapi ada nilai tiap jawaban dengan tingkatan 1 sampai 5," jelasnya kembali.

Sesuai peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) peserta dinyatakan lulus TKD adalah yang memenuhi nilai ambang batas, yakni untuk TWK paling kurang 70, TIU paling kurang 75 sedangkan TKP paling kurang 126 dengan jumlah nilai 271 baru bisa lulus.

"Jadi dengan begitu, peserta dilarang bawa handphone ke ruangan CAT. Yang kita takuti, peserta bisa SMS-an dengan pihak lainnya di depan monitor nilai. Jadi ketika nilai belum sampai target kelulusan, pihak yang berada di monitoring bisa memberi tahu nilainya. Jadi kita sangat larang membawa handphone ke ruangan CAT," tegasnya.

Selain itu, jelasnya kembali, tiap peserta diberikan soal acak oleh aplikasi dengan sistem server yang ada. Jadi tidak ada yang tau satupun, tiap peserta ini mendapatkan soal yang mana.

"Ketika peserta login disitulah solanya, diberikan secara acak yang dilakukan sistem. Di master soal itu sendiri ada 16.000 soal yang diacak kepada peserta secara nasional. Jadi benar-benar kecil celahnya untuk bisa "curang". Misalnya tau lah soalnya, siapa yang sanggup menghapal 16.000 soal itu," tandasnya.

Selain itu, juga TKD menggunakan CAT ini tidaklah online atau tidak terkoneksi internet (offline). Melainkan, hanya tersambung dengan LAN ke server yang telah disiapkan. Jadi sangat kecil bisa, bila ada orang yang ahli dibidang IT mencoba untuk menerobos masuk ke server.

"Tapi jika dia online mungkin bisa. Namun CAT ini offline, atau hanya menggunakan LAN yang disambungkan ke mesin server, hanya lokal area network. Sedangkan data nilai peserta langsung tersimpan di server. Namun, tetap ada kelemahan sistem, celah mayor tidak ada, celah minor mungkin ada, tetapi sedikit. Oleh sebab itu internet tidak boleh ada dan wifi juga tidak boleh ada," tutupnya. (cw72)

Para peserta CPNS berfoto bersama dengan panitia dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Eko Sutrisno usai melaksanakan ujian. (Rico/Halu7an Kepri)

Share