Besok Siap Digelar
BATAM (HK)-- PENYELENGGARAN Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs tahun 2015 dihantui kebocoran soal. Namun Dinas Pendidikan memastikan kecolongan saat UN tingkat SLTA tidak bakal terjadi pada UN SLTP.
Seperti ramai diberitakan, pelaksanaan UN tingkat SMA pertengahan bulan April lalu dilaporkan mengalami kebocoran di sejumlah daerah. Bahkan, kebocoran soal UN ini terjadi di seluruh mata pelajaran yang diujikan.
Berang dengan kasus ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla pun menginstruksikan agar penyelenggaraan ujian nasional kembali digelar di sekolah-sekolah yang mengalami kebocoran.
"Walaupun kecil saya perintahkan tadi memeriksa di mana dampaknya. Kalau memang ada dampaknya di suatu daerah, karena itu paling tinggi disuatu daerah katanya atau dua daerah, Maka di daerah itu sekolah yang kena diuji lagi," kata Kalla.
Wapres juga meminta, biaya pengulangan ujian nasional di sejumlah sekolah yang mengalami kebocoran tersebut harus ditanggung oleh percetakan negara. Ia juga menegaskan, untuk mengantisipasi terulangnya kebocoran soal ujian nasional, oknum dari percetakan negara yang membocorkan pun perlu diberi sanksi tegas.
"Diberikan sanksi yang besar kepada orang itu dan sanksi yang besar kepada percetakan. Kalau percetakan berbuat itu, maka tidak lagi dikasih pekerjaan. Kalau perlu harus bayar kerugian negara. Termasuk kerugiannya, uji ulang dibayar percetakan kalau memang terbukti. Ini bisa ditelusuri," jelas Kalla.
Ia menilai bocornya soal UN ini merupakan tindak kejahatan yang dilakukan sejumlah oknum. Wapres pun menginstruksikan untuk menyelidiki dampak dari kebocoran soal ujian nasional.
Rani, seorang siswa SMP 29 mengaku tidak terpengaruh dengan isu-isu ada ada soal UN di internet atau melalui sosial media. Rani merasa yakin dengan persiapan yang sudah Ia lakukan dan kemampuan diri sendiri untuk meraih nilai terbaik.
"Teman-teman ada cerita kalau ada soal UN di internet tapi saya ga percaya. Yang penting saya sudah belajar dan berdoa semoga nilainya bagus," ujar Rani.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Drs H Muslim Bidin menjamin, soal UN tingkat SMP sederat tidak akan bocor. Pasalnya mulai dari pendistribusian soal dari pusat hingga nanti disalurkan ke sekolah-sekolah dijaga ketat oleh pihak kepolisian. Begitu pula pihak sekolah sejak Sabtu (2/5) sudah mulai mensterilisasi ruangan ujian.
Untuk meminimalisir kebocoran soal UN, Menteri Pendidikan juga kata Muslim akan melakukan telekonference dengan seluruh kepala dinas pendidikan provinsi di Indonesia agar tetap menjaga integritas dan kewibawaan UN. "UN SMP sederajat akan digelar Senin lusa. Dan kesiapan kita dalam melaksanakan UN telah siap 100 persen menggelar UN SMP," ujarnya.
Muslim mengatakan, soal UN SMP sederajat sejauh ini sudah sampai di kecamatan, dan dititipkan di Polsek setempat. Hal ini dilakukan untuk menjaga keutuhan soal UN. Rencananya soal UN akan disalurkan ke sekolah-sekolah pada pagi hari, yakni dua jam sebelum UN dimulai diambil oleh kepala sekolah masing-masing.
"Meski kepala sekolah yang mengambil, tetap mendapat pengamanan dari pihak kepolisian, hingga soal UN itu sampai ketangan pengawas ruangan masih utuh tersegel. Baru pengawas membuka segel soal UN ini diruangan dihadapan para peserta UN," katanya.
Muslim menjelaskan, UN tingkat SMP/SMPLB dan MTs, serta Paket B, akan diselenggarakan selama empat hari, mulai tanggal 4 Mei hingga 7 Mei 2015 mendatang. UN tingkat SLTP ini terdiri atas empat mata pelajaran. Sedangkan rencana pengumuman hasil UN SLTP ini dilakukan pada 10 Juni 2015 mendatang.
Dikatakan Muslim, bahwa UN tahun ini baik SLTP maupun SLTA tidak lagi digunakan sebagai penentu kelulusan siswa. Kewenangan ini kata dia, sepenuhnya diserahkan kepada sekolah. Dengan artian, bahwa otoritas dari penetapan kelulusan siswa menjadi hak sekolah, karena selama tiga tahun menempuh pendidikan, justru guru mengamati dan menilai seluruh kompetensi siswa. Dan dari sanalah guru kemudian dapat menetapkan apakah siswa tersebut pantas lulus atau belum.
Kendati demikian, lanjut Muslim, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tetap masih menerapkan nilai standar minimal kelulusan yang harus dipatuhi oleh sekolah minimal nilai 5,5 untuk setiap mata pelajaran dan rata-rata minimal 5,5. Ketentuan ini dituangkan dalam prosedur operasi standar (POS) yang disusun oleh BSNP.
“Saya lihat UN ini dianggap siswa seperti ujian semester saja. Karena dinilainya bukan lagi penentu kelulusan. Hal ini membuat motivasi mengejar nilai terbaik itu sangat rendah sekali, saya jadi prihatin,”ujarnya.
Semakin kurangnya motivasi siswa dalam mengahadpi UN ini, Muslim memperkirakan karena siswa sudah bisa memprediksikan bila dirinya pasti akan lulus. Karena kelulusan sekolah tahun ini bukan lagi menitikberatkan kepada hasil UN seperti yang sudah-sudah. “Mereka (siswa) kelihatan santai saja, karena mereka sudah tahu hasilnya. Bahkan sekarang siswa sudah tahu kalau dirinya itu sudah lulus,” ungkapnya.
Terkait pelaksanaan UN tingkat SMP/SMPLB/MTs di Batam ini, Muslim mengatakan sudah siap. Maka dari itu Muslim menegaskan, agar seluruh sekolah di Batam baik negeri maupun swasta wajib mengikutkan anak didiknya dalam UN, meskipun masih tersangkut biaya sekolah dan lainnya. Karena kata dia, UN itu merupakan hak mereka (anak didik,red).
"Kita telah tegaskan pada sekolah negeri maupun swasta, jangan melarang anak didiknya untuk ikut UN meski masih ada tunggakan biaya. Karena anak didik wajib ikut UN, apapun alasannya. Bukankan sekolah telah dibantu pemerintah dengan dana BOS. Apalagi dari anak keluarga kurang mampu, tolong kondisikan dengan Disdik akan kita bantu," tegas Muslim.
Secara terpisah, Kabid Dikdas Disdik Kota Batam, Rustam Efendi SE MSi mengatakan, persiapan UN di Batam sudah 100 persen hanya tinggal menunggu pelaksanaannya saja. Begitu pula terkait soal UN, tidak ada kendala telah sampai di Batam dengan pengawalan yang ketat dari pihak Kepolisian tinggal didistribusikan ke sekolah pada hari pelaksanaan UN pada 4 Mei mendatang.
Rustam mengingatkan agar siswa percaya kepada kemampuan sendiri, dan tidak mudah tergoda dengan isu adanya bocoran soal dan kunci jawaban. Namun demikian Rustam menjamin tidak akan ada kebocoran soal. Terlebih distribusi soal dikawal ketat oleh aparat keamanan. ***
Share
UN SMP Dihantui Kebocoran Soal
- Minggu, 03 May 2015 00:00

