Minggu05102015

Last update12:00:00 AM

Back Fokus Laporan Khusus 'Jangan Gusur Sekolah Kami'

'Jangan Gusur Sekolah Kami'

BATAM (HK)– Ratusan murid mulai dari TK, SD, SMP dan SMK Restu Bunda histeris menyaksikan bangunan sekolah mereka yang berada di atas row jalan, depan Ruko Graha Nusa Permai, Batam Centre dirobohkan Tim Terpadu Pemko Batam, kemarin. Ratusan pelajar ini tak mampu menyembunyikan kesedihannya ketika menyaksikan langsung eksavator merobohkan sekolah tersebut.


"Jangan gusur sekolah kami. Kami menolak sekolah kami digusur. Kalau digusur kami mau belajar ke mana", teriak ratusan pelajar sembari mencoba menghalau tempat belajar mereka digusur untuk kepentingan pembangunan pelebaran jalan tersebut.

Meski dihalau, namun penggusuran tetap dilakukan. Anak-anak sekolah pun terus menangis dan berteriak histeris. Mereka seakan-akan tak merelakan bangunan, tempat mereka menimba ilmu diluluhlantakan eksavator.
Di antara anak-anak yang menangis itu ada ratusan anak yang sedang mengikuti ujian nasional.

Sementara ratusan personil Tim Terpadu terlihat membuat pagar betis di lokasi sekolah yang ada di dua ruko berlantai tiga. Pagar betis ini dibuat untuk menghadang anak-anak sekolah agar tidak menghalau penggusuran yang sedang berlangsung tersebut.

Komandan Pleton Patroli Ditpam BP Batam, Khoirul Rosyadi mengatakan bangunan sekolah tersebut tetap dibongkar karena izin yang dikeluarkan BP Batam hanya bersifat sementara.

"Isi surat dari BP Batam tersebut sudah sangat jelas bahwa izin yang dikeluarkan bersifat sementara. Sedangkan yang kedua jika sewaktu BP Batam atau Pemko Batam ingin menggunakan lahan tersebut maka bersedia untuk dibongkar," kata Khoirul.

Kepala Sekolah Restu Bunda sekaligus pemilik Yayasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tepat Guna, Jalius MD mengatakan taman dan tambahan gedung sekolah serta usaha cucian mobil dan motor milik yayasan yang berada di atas row jalan sudah memiliki izin dari BP Batam.

"Ini surat rekomendasi dari BP Batam," kata Jalius saat para anggota Satpol PP mulai bergerak mendekati sarana di depan gedung sekolah tersebut.

Ia mengatakan pembangunan gedung baru ini untuk tahun ajaran baru, karena rata-rata siswanya yang bersekolah di Restu Bunda mayoritas merupakan anak orang tidak mampu. Jalius membantah saat anggota Satpol PP menyebutkan kalau pendirian sekolah dan cucian mobil tersebut hanya dijadikan bisnis.

"Kita bukan bisnis, cucian motor ini untuk bantu gaji guru karena 60 persen siswa kami hanya membayar setengahnya saja," kata Jalius dengan nada keras.

Pemdirian sekolah menurutnya untuk membantu pemerintah karena selama ini tidak ada lahan. "Kenapa kami yang mau digusur, tidak melihat apa ruko di depan sekolah kami juga di atas lahan row jalan kenapa tidak di tertibkan," tanya Jalius.

Sementara Kasi Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP Kota Batam, Syafrul Bahri mengatakan sejak awal pemerintah sudah menjelaskan bahwa tidak ada solusi yang bisa ditawarkan.

"Tidak ada solusi yang kita tawarkan. Perlu dicatat, pada tahun 2004 lokasi lahan ini memang ada izin dari Kelurahan, tapi dengan catatan apabila suatu saat pemerintah membutuhkan lokasi ini untuk kepentingan umum, seperti pelebaran jalan, mereka siap dibongkar tanpa ganti rugi. Itu ada suratnya,” jelasnya.

Penertiban ini, lanjut Syafrul adalah untuk mendukung kegiatan pelebaran jalan yang akan dilakukan Dinas PU Kota Batam pada Mei ini. Permintaan pelebaran jalan sendiri datang dari masyarakat setempat melalui Musrenbang Kelurahan.

"Perlu juga dicatat, pembangunan jalan ini adalah permintaan masyarakat setempat melalui Musrenbang tingkat Kelurahan. Tahun ini permintaan itu diakomodir melalui APBD. Kalau mau relokasi tentu harus cari lahan dulu, sedangkan waktu untuk pekerjaan ini sudah mendesak. Mei sudah dilaksankan. Kita sudah sampaikan tidak ada solusi, termasuk untuk relokasi karena tidak ada lahan. Otomatis kita harus koordinasi dulu sama BP Batam," paparnya.

Penggusuran kemarin, sedikitnya 350 personel tim gabungan yang dimotori Satpol PP Kota Batam melakukan penertiban 33 kios liar yang berdiri di ROW Jalan yang ada di daerah Perumahan Barata Raya, Batam Kota, termasuk sekolah tersebut.

Tim Gabungan diterjunkan sekitar pukul 08.40 WIB untuk menyisir seluruh kios guna memastikan kios sudah kosong dari barang-barang milik pedagang. Namun saat penysiran, masih ada beberapa kios yang belum dikosongkan. Salah satu kios milik Tari malah masih penuh dengan barang dagangan.

Begitu juga sebuah bengkel yang berada juga masih belum dikosongkan. Petugas terpaksa mengeluarkan beberapa unit sepeda motor yang masih ada di dalam bangunan kios, termasuk beberapa unit onderdil sepeda motor dan 1 unit Kompresor lengkap dengan selang anginnya. Setelah memastikan kios kosong, eksavator diturunkan untuk meratakan kios-kios yang berdiri permanen di ROW Jalan tesebut. Pukul 09.22 WIB, seluruh kios sudah rata dengan tanah. (par/sar)

Share