Kamis08032017

Last update05:00:00 AM

Back Fokus Laporan Khusus Catatan Festival Reog Ponorogo

Catatan Festival Reog Ponorogo

Menjadi Ikon untuk Menarik Wisatawan

TANJUNGPINANG (HK) -- KESENIAN Reog Ponorogo merupakan salah satu warisan budaya bangsa yang sudah mendunia. Kesenian yang konon berbaur mistik ini juga berkembang pesat di Provinsi Kepri. Bahkan turut menunjang pengembangan wisata di negeri melayu ini.
Pertunjukan Kesenian dan Kebudayaan Reog Ponorogo merupakan salah satu kesenian Indonesia yang berasal dari wilayah Jawa Timur yakni daerah Ponorogo. Reog Ponorogo adalah salah satu kesenian yang memiliki pertunjukan yang sangat terkait dengan hal-hal yang berbau mistik dan sarat akan ilmu kebatinan.

Hal ini mampu menjadikan Reog Ponorogo sebagai salah satu budaya Indonesia yang unik dan lkat dengan spiritual dan lekat akan hal-hal yang berbau sejarah Indonesia dimasa lalu. Namun, Disisi lain, kesenian dan kebudayaan ini adalah kebudayaan Indonesia yang wajib untuk dijaga kelestariannya.

Karna itulah yang menjadi dasar tercetusnya pemikiran bagi paguyuban Manunggaling Sagulur Provinsi Kepri yang menggelar acara Festival Reog Tanjungpinang Kepri 2015 di Kota Tanjungpinang pekan lalu.

Festival ini diadakan untuk memperkenalkan kebudayaan Reog Ponorogo inibagi generasi muda khususnya di Kepri. Apalagi Provinsi Kepri yang merupakan daerah yang memiliki berbagai macam masyarakat. khususnya suku Jawa.

Kesenian Reog dapat menjadi salah satu icon kebudayaan sekaligus seni dari suku Jawa Timur. Selain itu, pertunjukan reog yang memiliki nilai estetikanya sendiri membuat kesenian ini dapat dijadikan daya tarik pariwisata khususnya untuk daerah yang mengadakannya.

Hal itu senada dengan yang disampaikan Menteri Pariwisata Kepri Arif Yahya yang mengatakan Pertunjukan Reog Ponorogo ini dapat menjadi salah satu icon wisata budaya yang mamu menarik wisatawan.
Hal itu dikarenakan kesenian ini memiliki sejarah budaya yang sangat mendalam juga kesan spiritual mistis yang terkandung saat pertunjukan ini berlangsung. Sehingga Pertunjukan Reog Ponorogo ini sempat diklaim negara asing sebagai salah satu budaya asli negaranya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Festival Reog Tanjungpinang Kepri 2015 mengangkat tema 'Berkreasi dan Berkarya Menuju kota Tanjungpinang Sebagai Kota Destinasi Wisata Yang Berbudaya'. Acara ini digelar di lapangan Pamedan A Yani pada tanggal 23- 25 Mei 2015 . Event yang merupakan festival reyog pertama di Provinsi Kepri dan berlangsung meriah.

Acara yang digelar oleh paguyuban Manunggaling Sedulur Provinsi Kepri Binaan Wakil Gubernur Kepri H.M Soerya Respationo ini, menampilkan aksi-aksi reog yang merupakan salah satu unsur kebudayaan jawa yang ada di Kota Tanjungpinang. Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia acara festival, Sukandar pada saat pembukaan festival.

"Festival ini memiliki tujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat kota Tanjungpinang khususnya generasi terhadap budaya dan kesenian yang telah diakui dunia ini," kata Sukandar.

Dalam festival ini masing-masing grup reog ponorogo mempertunjukkan atraksi dan ritual yang dilakukan biasa pada pertunjukan reog ini. Pertunjukan ini dikuti oleh masyarakat yang berasal dari 7 kabupaten kota Se Kepri yag berasal dari suku jawa timur sendiri. Berbagai atraksi seni reog ponorogo dipertunjukkan dari atraksi yang biasa-biasa saja hingga atraksi kekebalan tubuh hingga aksi yang bersifat magis lainnya.

Reog Pawargo Batam

Salah satu paguyuban reog yang tampil adalah reog Pawargo Batam yang lebih mengutamakan daya seni dalam penampilannya daripada unsur mistik.

Ririn, seorang penari jathilan di Reog Pawargo Batam, mengatakan penampilan reog kami tidak menggunakan ritual atau magic.

"Kami sering berlatih dan tampilan kami itu semuanya dari daya seni," ujar Ririn

Grub reog yang diberi nama Pawargo merupakan perkumpulan orang- orang Ponorogo yang berada di Kota Batam. Dengan jumlah pemain sekitar 20 orang, menampilkan tarian reog yang megah. Penampilan mereka disambut meriah oleh penonton danmereka berhasil meraih juara 1 dalam di Festival Reog ini.

“Pawargo Batam didirikan pada tahun 2007. Awalnya dibentuk dari beberapa pengurus. Kemudian diambil para penari. Penari di sanggar ini kebanyakan berasal dari keturunan Ponorogo. Tapi di dalam ada juga dari daerah lain asalkan memiliki daya seni,” ungkap Ririn.

Di dalam tarian reog memiliki beberapa tokoh. Ririn menjelaskan, pertunjukkan seni reog terdiri dari beberapa pemain, ada jathilan, warok, barongan, Prabu Klono Sewandono, dan bujang ganong. Dijelaskannya lagi, pemain jathilan itu adalah prajurit berkuda. Kalau warok itu murid dari padepokan . Sedangkan yang namanya barongan atau dadakan merak, itu yang ada kepala harimau dan bulu meraknya. Kemudian ada lagi pemainnya, Prabu Klono Sewandono. Dia adalah seorang raja sakti mandraguna yang memiliki pusaka andalan berupa Cemeti yang sangat ampuh dengan sebutan Kyai Pecut Samandiman. Dan tokoh yang terakhir adalah bujang ganong atau ganongan, itu adalah seorang Patih Muda yang cerdik, jenaka dan sakti.

Pertunjukan seni reog ini merupakan siatu simbol yang memiliki asal usul. Dewi, seorang pemain jathilan, menceritakan reog ponorogo ini berasal dari cerita di Kerajaan kediri.

Pada waktu itu seorang Prabu Klono Sewandono melamar Dewi Sanggalangit, yaitu putri dari kerajaan Kediri. Tapi Dewi Sanggalangit kabur karena tidak mau dijodohkan dengan Prabu Klono Sewandono. Setelah bersemedi, sang Prabu Klono mendapat wahyu dari Dewi Parwati untuk membuat seni pertunjukan berupa tarian menggunakan barongan berupa reog.

Ditambahkannya lagi, reog itu simbol cinta berupa bulu burung merak dan kepala harimau. Dewi Sanggalangit yam melihat tarian itu sangat senang dan berjanji mau dinikahi sang prabu asal tarian reog tersebut dilakukan setiap tahun ketika memperingati hari pernikahan mereka.

"Sejak saat itulah reog ponorogopun lahir," kata Ririn

Dengan historial tersebutlah, setiap pertunjukan Reog Ponorogo memiliki nilai yang sangat mendalam. Sehingga menjadi pertunjukan yang bisa dikatakan kebudayaan yang mendunia. ***

===

Share