Sabtu06132015

Last update05:00:00 AM

Back Fokus Laporan Khusus Harga Sembako Semakin 'Liar'

Harga Sembako Semakin 'Liar'

Jelang Bulan Ramadhan

pedagang  telurDUA pekan menjelang bulan Ramadhan 1436 Hijriah, harga-harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional di Batam terus bergerak liar. Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan untuk menormalkan harga-harga.

Pantauan Haluan Kepri di sejumlah pasar tradisional di Batam, dua pekan menjelang bulan Ramadhan, mulai terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok. Diantaranya, di Pasar Aviari, Pasar Tos 3000, Pasar Mitra Raya Batam Centre, Pasar Botania dan Pasar Lai-lai Batu besar Nongsa,

Harga telur ayam buras mengalami kenaikan dari Rp900 per butir menjadi Rp1.200. Selain telur, harga lauk pauk lainnya juga melambung.

Begitu juga dengan harga ayam potong bertengger di kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kg, udang Rp80 ribu per kg, naik dari harga normal Rp50 ribu per kg, cumi Rp42 ribu per kg, daging beku Rp70 ribu per kg, ikan mujair Rp38 ribu per kg, lele Rp23 ribu per kg.

Sementara, jenis bumbu-bumbuan, seperti bawang birma Rp8 ribu per kg, naik dari sebelumnya Rp4ribu per kg. Sementara cabai merah di kisaran Rp36 ribu per kg, cabai rawit biasa Rp34 ribu per kg, bawang merah Rp24 ribu per kg yang sebelumnya hanya Rp18 ribu per kg.

Jenis sayur-sayuran, seperti sawi, kangkung dan kacang panjang di kisaran Rp12 ribu per kg. Begitu juga dengan mentimun harganya melejit menjadi Rp12 ribu per kg. Normalnya, jenis sayuran lokal tersebut di kisaran Rp5 ribu per kg.

Harga bahan pokok lainnya yang mengalami kenaikkan seperti gula pasir dari Rp8 ribu menjadi Rp11 ribu per kg, serta minyak goreng kemasan.

"Harga gula dan minyak goreng kemasan naik, harganya bervariasi. Kalau untuk minyak goreng curah sudah lebih dari sebulan naiknya," ujar Yeni, pedagang di Pasar Botania Batam Centre.

Yeni memprediksi harga-harga pangan tertentu masih berpotensi naik, seperti tepung, gula dan telur. Untuk mengakalinya, Yeni berupaya menjaga stok agar tidak merugi. "Saya tidak ingin jual terlalu mahal, karena takutnya pembeli sedikit, barang tidak laku, makanya harus distok sejak sekarang sebelum harga lebih naik lagi," ujarnya.

Sorang warga bernama Nurmi, mengaku pusing karena kebutuhan keluarganya menjelang bulan Ramadhan meningkat tajam sementara harga sembako telah naik. Padahal, penghasilan suaminya sebagai buruh kasar tidak mengalami peningkatan bahkan belakangan berkurang.

"Uang belanja yang biasa saya bawa ke pasar tidak cukup lagi untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Belum lagi anak-anak mau sekolah. Duh..pusing mengatur keuangan," keluh ibu dua anak yang tinggal di Tiban ini.

Sementara, pantauan di pasar tos 3000 Jodoh, harga sayuran naik mencapai Rp5 ribu per kilogram. Sayur Bayam misalkan sebelumnya Rp 4 ribu per kilogram dua hari belakangan sudah naik menjadi Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram.

“Semua jenis sayur rata-rata naik, mulai dari Rp2 ribu hingga Rp6 ribu per kilo,” ujar Rosma pedagang sayur pasar Tos 3000, Sabtu (6/6).

Menurut Rosma, kenaikan harga sayuran ini dikarenakan stok dari grosir sayur berkurang. Belum diketahui apa penyebab berkurangnya pasokan dari grosir namun beberapa pedagang menyebutkan karena kendala cuaca mengakibatkan pengiriman pasokan terganggu.

“Itu karena hasil panen sayur menurun katanya karena cuaca juga,” ujar Rosma lagi.

Tidak hanya sayur mayur, harga telur ayam yang kebutuhannya melonjak di bulan puasa bahkan hingga Idul Fitri juga mulai merangkak naik dari Rp34 ribu per papan naik jadi Rp36 ribu per papan.

“Telur puyuh naik jadi Rp32 ribu dari Rp29 ribu. Harga telur ayam diperkirakan akan terus naik hingga menjelang hari raya karena tingginya permintaan masyarakat,” kata Syamsul pedang telur di pasar yang sama.

Kenaikan harga telur ini diakui Syamsul sudah menjadi tradisi menjelang Lebaran.

“Biasalah mau lebaran, jadi harga ikut naik, padahal stok dari gudang sama saja, tak berkurang, tapi karena dari gudang naik harga makanya kami juga naikin,” ujarnya.

Begitu juga harga cabai yang juga mulai pedas. Cabai merah dari Rp34 ribu per kilo kini naik jadi Rp36 ribu.

“Untungnya cabai rawit masih stabil Rp34 ribu per kilo. Tapi kemungkinan akan naik juga dalam waktu dekat ini,” kata Piter pedagang cabai di pasar Tos 3000.

Bawang merah juga ikutan naik dari Rp18 ribu per kilogram naik jadi Rp24 ribu per kilogram. Sementara bawang putih dari Rp16 ribu per kilogram naik jadi Rp18 ribu.

Sementara itu harga daging ayam juga terus merangkak naik. Ayam es dari Rp24 ribu per kilogram naik jadi Rp26 ribu. Ayam segar dari Rp27 ribu naik jadi Rp33 ribu per kilogram.

“Padahal pasokan masih normal tapi dari gudang naik harga,” kata Hendrik pedagang daging.

Kenaikan harga daging segar yang cukup siginifikan ini berimbas pada menurunnya jumlah penjualan daging di pasar. Daging segar biasanya laku mencapai 200 kilogram dalam sehari, beberapa hari ini turun jadi 50 kilogram.

“Orang pada beli ayam es, ayam segar jarang dibeli karena mahal,,” katanya.

Harga sayuran dan perlengkapan dapur ini diperkirakan akan terus naik kedepannya. Apalagi semakin dekat hari raya keagamaan.

Kenaikan harga sayuran, daging dan telur ini mulai dirasakan ibu-ibu rumah tangga. Ibu-ibu mulai mengeluh dan mengurangi prosi belanja untuk tetap menjaga kestabilan isi dompet.

“Iya lah mas, terasa kali naiknya, padahal lebaran masih lama, terpaksa kurangi porsi belaja agar kantong tetap aman,” kata Erna salah satu pengunjung pasar Tos 3000.

Kenaikan sejumlah harga barang-barang kebutuhan pokok ini seolah telah menjadi tradisi setiap tahun, terutama menjelang bulan Ramadhan. Dimana saat itu kebutuhan masyarakat meningkat tajam. Tak jarang kondisi ini dimanfaatkan spekulan untuk mempermainkan harga.

Untuk itu masyarakat berharap pemerintah segera melakukan inspeksi ke pasar-pasar untuk menormalkan harga-harga. "Sejak harga BBM naik sebenarnya harga sembako telah naik ditambah lagi saat ini menjelang puasa kembali dinaikan. Kita berharap pemerintah mengerti kesulitan masyarakat," ujar Khadijah, warga Batam Centre saat berbelanja di Pasar Botania.

Ditambahkan, tahun ini bulan puasa berbarengan dengan tahun ajaran baru sehingga pengeluaran semakin membengkak. "Mau anak masuk sekolah atau membeli sembako, keduanya sama-sama penting,"keluh ibu tiga anak ini. ***

Share