Rabu06172015

Last update05:00:00 AM

Back Fokus Laporan Khusus KPBI Merangkul Semua Pecinta Batu

KPBI Merangkul Semua Pecinta Batu

DEMAM batu akik sepertinya telah merambah ke semua kalangan di masyarakat. Memakai batu akik, kini tidak lagi hanya sekadar asesoris biasa tetapi telah menjadi penanda level atau status bagi si pemakainya.

Besarnya animo masyarakat terhadap batu akik juga ditandai dengan menjamurnya para pedagang batu akik mulai dari emperan toko hingga ke mal-mal. Bahkan penjualan batu akik juga menggeliat di pasar online. Begitu luar biasanya apresiasi masyarakat terhadap batu akik yang merupakan bagian dari khasanah budaya bangsa memicu sekelompok pecinta batu akik untuk membuat wadah yang dinamakan Komunitas Pecinta Batu Indonesia (KPBI).

"Komunitas ini baru diresmikan pada bulan April 2015 dan Batam khususnya dipercaya menjadi tempat terbentuknya KPBI yang menaungi para pecinta batu dari seluruh Indonesia," ujar AKP Haris Rambe, selaku Ketua KPBI kepada Haluan Kepri di sela-sela acara kontes batu akik tingkat naional di City Walk, Nagoya Batam.

Menurut Haris, komunitas ini diresmikan oleh Wagub Kepri, Soeryo Respationo dan orang-orang yang duduk di jajaran pengurus berasal dari berbagai kalangan profesi mulai dari pengusaha, birokrat dan politikus. Mereka tidak hanya berasal dari Kepri tetapi juga dari perwakilan seluruh Indonesia diantaranya Aceh, Bengkulu, Padang dan Ambon. Dan Haris merasa bangga ditunjuk sebagai ketua karena saat ini komunitas batu akik yang eksis dan memiliki iven-iven kegiatan yang jelas jumlahnya tidak banyak.

"Batam merupakan salah satu kota yang banyak pecinta batu akik tapi selama ini mereka tidak memiliki wadah untuk saling berkomunikasi. Karena itulah KPBI ini dibentuk untuk pecinta, pebisnis batu akik dari beragam profesi. Dalam komunitas ini tidak hanya khusus batu saja tetapi juga ada Iven Organizer (IO), DJ dan marketing yang siap merancang dan mempromosikan agenda yang akan dilaksanakan," kata Haris yang mengaku juga menyukai dunia bisnis.

Untuk bergabung dalam komunitas ini, lanjut Haris, cukup dengan membayar administrasi sebesar Rp200 ribu maka anggota komunitas akan mendapatkan kemeja, stiker dan kartu anggota. Dan saat ini jumlah anggota komunitas ini telah mencapai 235 orang se-Indonesia dan untuk Batam jumlahnya sebanyak 140 orang.

"Sesuai dengan tujuan pembentukan komunitas ini untuk meningkatkan budaya batu nusantara yang sangat kaya juga untuk meningkatkan perekonomian pedagang batu. Maka komunitas ini memiliki iven-iven yang bisa menjembatani pedagang untuk menjual batu kepada para pecinta batu salah satunya melalui kontes batu yang saat ini berlangsung,"papar perwira polisi kelahiran Sorong, 20 Juli 1978 ini.

Haris menjelaskan, dalam iven kontes batu yang berlangsung saat ini diikuti oleh 52 stand dari seluruh Indonesia. Dimana, iven ini tidak hanya menjual batu tetapi dikemas dengan menarik menampilkan berbagai acara seperti hiburan, talk show tentang batu akik , lelang batu, jumpa lovers dan penampilan para model. "Dalam satu hari uang yang berputar di iven ini mencapai Rp60 sampai Rp70 juta karena pengunjung tidak hanya masyarakat Batam tetapi juga banyak wisatawan dari Singapura, Malaysia dan Thailand," jelas Haris.

Dalam waktu dekat, KPBI juga akan menggelar acara Germsstone Ramadhan, Internasional Germsstone 2015 yang diikuti peserta dari Thailand, Brunai Darussalam, Singapura dan Malaysia. Selain itu Haris juga menggandeng Haluan Kepri untuk melakukan penelitian adventure batu tourmalin di Lingga. "Jadi ke depan acara-acara kita sudah jelas dan tersusun," imbuh Haris.

Berbicara tentang koleksi batu akik, Haris ternyata telah memiliki ratusan koleksi batu dengan bermacam-macam jenis diantaranya batu bacan, sisip naga, raflesia, tapak jalak, batu jahanam dan batu pancawarna. Diantara koleksi tersebut Kasubag Remintahti Polda Kepri ini, paling favorit denan batu bacan yang saat ini paling diburu para pecinta batu. "Saya menyukai batu aki sejak bergabung dengan komunita ini. Dan ternyata batu akik ini telah menjadi asesoris yang meningkatkan level seseorang, seperti memakai batu bacan," tutup Haris sembari memperlihatkan koleksi batu bacan yang dipakainya.

Batu Berkhasiat

Seorang pengujung pameran, Nico, sengaja datang untuk membeli batu yang sudah lama diburunya yakni batu jahanam yang berasal dari Pulau Maluku.Konon batu tersebut memiliki khasiat yang bagus untuk kesehatan. Untuk satu keping dijual Rp50 ribu dan ukuran sedang ditawarkan Rp150 ribu.

Menurut penjual, batu tersebut bisa menyembuhkan semua jenis penyakit, caranya yaitu direndam dalam air beberapa saat lamanya, lalu diminum airnya maka akan menetralisir semua racun dalam tubuh. "Saya mau berhenti merokok, katanya batu ini bisa mensugesti agar menjauhi rokok," ujar Nico.

Nama batu Jahanam tersebut diperoleh dari para pengusaha pemburu batu akik yang ada di Maluku Utara. Batu ini disebut Jahanam karena batu tersebut memiliki keanehan yang unik, seperti mampu mengobati berbagai penyakit dalam perut.

Selain Batu Jahanam, batu permata fenomenal dari Kebupaten Kepulauan Nias "Sigori Lafau" juga memiliki sejuta kelebihan. Tak heran harga batu tersebut, untuk jenis kalung seberat 250 gram, dibandrol dengan harga Rp15 miliar.

Sedangkan untuk bongkahan kecil yang sudah berbentuk batu cincin, dibandrol dengan harga Rp750 ribu per batu akik.

Batu Permata Sigori Lafau ini, hanya ada dalam perut bumi Gunungsitoli, di wilayah Kepulauan Nias, Sumatera Utara.

Menurut sang pemilik konter Gemstone Anugrah Permata, Lutfi, salah satu kelebihan itu dalam batu tersebut diklaim memiliki empat macam kandungan logam mulia yang sangat berharga. Diantaranya, biji emas, perak, intan dan permata.

Selain itu dengan tampang sangar Batu Sigori Lafau, dipercaya memiliki khasiat dan mampu menjadi medium atau alat mediasi untuk tolak balak bagi si empunya batu.

Batu akik lainnya yang juga banyak diburu para pecinta batu adalah, Badar Besi Merah dari Bumi Kebumen, Jawa Tengah. Batu ini memiliki kadungan mineral dan sangat langka.

Batu Akik Badar Besi Merah, umumnya berasal dari sungai Luk Ula, yang berada di sebuah desa di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Untuk pangsa pasar dan harga dari Batu Akik Badar Besi Merah relatif dan sesuai selera pembeli.

"Untuk harga cukup murah, standar dan sesuai dengan corak, motif dan keindahan batunya. Ada yang dibandrol dari ratusan ribu, hingga puluhan juta rupiah per batu akiknya," kata Bob Dewo, selaku pemilik Konter Gemstone X Lukulo Kebumen.

Dijelaskan Bob Dewo, hasil peneliti ahli geologi, Batu Badar Besi Merah ini berasal dari lempengan kerak bumi yang terkubur ribuan tahun dalam perut bumi. Yaitu berfungsi untuk penyeimbang Pulau Jawa, sehingga batu ini juga disebut sebagai batu prasejarah yang sudah ada sejak zaman purbakala.

"Di Indonesia sendiri, Batu Badar Besi Merah ini banyak digemari oleh para kolektor-kolektor batuan dan para ahli geologi. Namun, banyak juga kolektor batuan yang berasal dari luar negri untuk datang ke Kebumen, yang khusus untuk mencari Batu Badar Besi Merah ini," ungkapnya. ***

====

BAGI yang sekedar ikut-ikutan memburu batu akik yang lagi ngetren, harap cermat dan hati-hati. Jangan sampai terlanjur merogoh jutaan rupiah, tak tahunya barang palsu.

Berikut tips mengenali keaslian batu akik

1. Berat: Permata atau batu akik asli lebih berat dibandingkan dengan yang palsu. Jika dipegang akan terasa lebih padat.

2. Suhu: Secara alami sebuah batu asli lebih dingin dengan kaca/sintetis. Cara tes bisa dilakukan dengan menempelkan pada bagian kulit yang sensitif di bagian tubuh kita seperti pipi, leher, atau pada bagian lipatan siku lengan.

3. Memanaskan: Membakar pada bagian batu. Jika batu itu terlihat gosong dan meninggalkan bekas yang susah terhapus dapat dipastikan batu itu palsu. Batu asli jika dibakar akan tampak basah, seperti berminyak tapi setelah dihapus akan hilang seketika. Begitu juga, setelah dipanaskan batu asli biasanya cepat dingin, sedangkan yang palsu panasnya bertahan lebih lama.

4. Membenturkan: Jika Anda memiliki dua batu yang diyakini sama-sama batu asli, jika dibenturkan satu sama lain biasanya keluar percikan api. Cara mengetesnya bisa dilakukan di tempat gelap untuk memastikan ada percikan.

5. Meneteskan air: Batu asli jika diteteskan air pada bagian permukaannya yang licin tidak akan pecah (bukan metode baku).

6. Serat: Batu asli alam secara umum memiliki serat alami. Permata sintetis atau yang terbuat dari kaca terlihat bening. Meskipun dalam batu sintetis terdapat serat biasanya terlihat tidak alami, seperti ada semacam gelembung yang disebabkan saat proses pembuatan terdapat udara yang terperangkap di dalamnya. (net)

Share