Selasa06232015

Last update05:00:00 AM

Back Fokus Laporan Khusus Berburu Takjil Menjelang Berbuka

Berburu Takjil Menjelang Berbuka

TANJUNGPINANG (HK) - Takjil atau Makanan berbuka puasa menjadi menu yang paling dicari masyarakat muslim di bulan Ramadhan. Tak heran, menjelang berbuka puasa masyarakat menyemut di pasar takjil.
Bulan Ramadhan 1436 Hijriah tahun ini kembali membawa berkah bagi pedagang takjil. Hampir di setiap sudut, baik di pasar maupun di kawasan perumahan pedagang kaget takjil menyapa masyarakat dengan hidangan yang mengugah selera.

Pasar Takjil Ramadhan ini selalu diburu warga masyarakat, untuk mencari makanan berbuka puasa ataupun hanya sekedar untuk mengisi waktu menjelang beruka bersama keluarga (ngabuburit) menunggu waktu berbuka.

Suasana ramai menjadi pemandangan yang biasa disetiap pasar takjil ini. Beramai-ramai masyarakat membeli baik itu panganan berbuka seperti kue, kolak, kurma hingga lauk pauk untuk berbuka. Tak hanya makanan, minuman beraneka jenis pun dijual seperti cendel, es buah, cincau, dan minuman lainnya yang segar dinikmati pada saat berbuka puasa.

Di kota Tanjungpinang, banyak pasar-pasar takjil yang dibanjiri masyarakat ketika menjelang waktu berbuka puasa seperti pasar takjil di Jalan Bali Tanjungpinang, Bazar Takjil karang taruna di samping KFC Tanjungpinang, disepanjang batu 2 Tanjungpinang dan juga di daerah bintan center Tanjungpinang.
Keberadaan pasar takjil yang menjadi salah satu tradisi yang hanya ada di bulan ramadhan ini, menjadi warna tersendiri dalam bulan ramadhan ini.

Salah satu pasar Takjil yang selalu menjadi buruan masyarakat kota Tanjungpinang di bulan Ramadhan adalah Pasar Takjil di Jalan Bali Tanjungpinang.
Pasar Takjil yang selalu menjadi tujuan masyarakat untuk membeli panganan di bulan Ramadhan ini tak hanya lengkap menjual kue-kue untuk santapan berbuka puasa, namun juga menjual bermaca-macam lauk pauk dan masakan jadi serta minuman-minuman. Tak hanya itu, pasar takjil jalan bali ini juga dipilih karena menjual menu-menu yang identik dengan bulan ramadhan seperti cendol, kolak, kurma dan menu berbuka lainnya.

Pasar Takjil yang telah buka dari pukul 14.00 siang ini, selalu dipadati masyarakat sejak hari pertama puasa. Tak heran, pasar takjil ramadhan ini pun turut dijaga pihak keamanan sehingga dapat menciptakan kenyamanan serta ketertiban bagi masyarakat maupun pengguna jalan.

Ami (36) salah satu pedagang di pasar Takjil Jalan Bali Tanjungpinang mengatakan, kegiatan ini memang merupakan rutinitas tahunan di bulan ramadhan.

"Dari puasa pertama, pembelinya selalu ramai dan saya berharap sampai akhir puasa juga ramai," kata Ami

Memang, Ami mengakui, pasar takjil di jalan bali ini pada hari-hari biasanya juga menjual kue-kue , namun dibulan ramadhan ini lebih lengkap dan banyak macam. Setiap hari ratusan pengunjung yang memadati jalan bali ini. Tak ayal, terkadang membuat jalanan selalu dipadati masyarakat juga kendaraan.

Mira salah satu masyarakat yang membeli makanan untuk berbuka mengakui, bahwa pada bulan ramadhan ini memang sering untuk membeli takjil-takjil.

"Ya,saya selalu membeli makanan bebuka disini, selain lengkap juga sudah dari tahun ketahun selalu beli bukaan disini, sudah jadi tradisi bulan puasa," kata Mira

Di samping itu juga, waktu menjelang berbuka puasa sering ia gunakan untuk sekedar berjalan-jalan sore (jjs), ngabuburit bareng teman dan keluarga untuk mencari menu berbuka.

"Terkadang walaupun, hanya lewat saja sudah bikin lapar mata di bulan puasa hehe, makanya akhirnya tergoda juga buat jajan," tambah Mira Lagi.

Tak hanya itu, suasana yang sama juga terlihat di bazar raamadhan karang taruna di samping KFC depan Kaca Puri Tanjungpinang yang juga terdapat pasar kaget takjil. Pasar Takjil di depan kacapri ini juga, menjual berbagai macam menu berbuka puasa baik kue-kue, minuma, camilan hingga lauk pauk. Selain beraneka ragam bazar ramadan ini juga menawarkan harga yang terjangkau. hingga sari sore hingga waktu berbuka dipenuhi masyarakat.

Keramaian pasar takjil juga terlihat di kawasan monumen relief Antam Kijang. Salah satu makanan yang banyak diburu pembeli dan menjadi ciri khas daerah Melayu adalah lakse.

Makanan ini hampir mirip bentuknya dengan mie instant biasa, namun bentuknya yang sedikit kenyal karena bahan baku yang digunakan berasal dari tepung kanji. Dengan bahan yang sederhana dicampur dengan bumbu rempah yang khas dan pengolahan khas melayu sehingga menjadi makanan lakse ini.

Makanan yang disajikan dengan kuah santan dengan bumbu khusus dan berisi potongan ikan tersebut, dijamin bisa menggugah selera kita untuk segera mencicipi makanan yang menjadi salah satu ciri khas dari negeri melayu tersebut.

Rina, salah seorang penjual lakse mengatakan, lakse merupakan salah satu makanan khas melayu yang menjadi andalan di wilayah ini, rasanya yang lezat dan dijamin bisa membuat sipenikmatnya merasa ketagihan bila merasakannya.

Selain itu lanjut dia, ada beberapa jenis makanan yang tidak kalah lezatnya dari lakse, Seperti salah satunya roti kirai. Makanan yang terbuat dari tepung gandum berbentuk seperti kue risol tanpa isi itu, sangat lezat dinikmati ditambah dengan gulai ayam dan potongan acar yang menjamin dapat menggoyang lidah para penikmatnya.

Namun si pembeli tidak perlu repot untuk membeli gulai ayam dan potongan acarnya sebagai bahan tambahan dalam penyantapan roti kirai tersebut. Karena hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp5000 saja kita sudah dapat menikmati satu paket roti kirai tersebut.

"Kedua makanan tersebut merupakan ciri khas melayu yang masih banyak peminatnya di Bintan khususnya di Kijang," ujarnya.

Biasanya kata Rina, makanan seperti lakse dan roti kirai selalu habis terjual menjelang waktu berbuka puasa. Selain peminatnya yang banyak, makanan tersebut memang sangat lezat dengan ciri rasa bumbu khas melayu.

"Kalau dilihat dari bentuknya memang kurang menarik, namun saat dicoba untuk pertama kalinya di jamin lidah kita pasti bakal kepingin lagi untuk mencobanya yang kedua kalinya dan mungkin bisa ketagihan," kata Rina.

Walaupun, kehadiran bazar ta'jil ini menimbulkan kemacetan. Tapi hal tersebut tidak mengurangi antusiasme masyarakat untuk tetap berbelanja di bazar tersebut saban sorenya. ***

Share