BATAM (HK)-- Pasar kaget Ramadan menjadi magnet setiap menjelang berbuka puasa. Suasana ini terlihat hampir disemua pasar kaget di Batam. Ribuan warga berdesak-desakan di antara puluhan meja pedagang yang menyajikan berbagai makanan khas berbuka puasa.
Salah satu bazar atau pasar kaget yang selalu ramai dengan pengunjung terletak di kawasan perumahan Grand BSI, Batam Centre. Setiap tahun di areal jalan menuju ke perumahan elit tersebut dijadikan tempat jualan jajanan berbuka puasa.
Warga bisa memilih jajanan berbuka yang disukai, mulai dari kolak, es cendol, es buah, kacang hijau kue, bubur, serabi, kue jongkong, kue bingke berendam. Selain itu juga terdapat aneka lauk siap santap seperti ayam goreng, ayam bakar, rendang yang bisa dipesan untuk dibawa pulang.
Disamping itu juga tersedai aneka gorengan seperti, epo-epo, angkue, risoles, dan bakwan. Tidak ketinggalan martabak India dengan dua pilihan rasa daging sapi dan daging ayam juga banyak digemari untuk mengawali buka puasa.
Tidak jauh dari pasar kaget Grand BSI, masyarakat juga ramai mengunjungi tempat penjualan jajanan berbuka di Pasar Plaza Botania. Di sini jajanan yang dijual lebih bervariasi dari makanan modern sampai tradisional seperti pulut daun, kue lapis, lupis, kue dadar dan kue-kue lainnnya.
Selain itu juga terdapat aneka makanan khas Melayu seperti lakse dengan kuah kari. Dilengkapi dengan aneka minuman, mulai dari air buah, es jagung, cingcau, es rumput laut, hingga juice buah. Pengelola pasar menyediakan tempat yang cukup luas sehingga pembeli bisa leluasa memilih makanan dan minuman.
Mely, salah seorang pengunjung mengaku, datang ke bazar ta'jil untuk mencari makanan favoritnya yakni roti prata. "Yang paling saya suka, roti prata," kata.
Ia mengatakan meski tidak menjalankan ibadah puasa, namun ikut menanti-nanti Ramadhan. "Kalau bulan puasa enak, banyak orang dagang yang makanannya pun lain-lain," kata dia.
Bulan Puasa, kata dia, tidak hanya milik muslim, karena banyak yang menikmati indahnya puasa.
Sinta, salah seorang pedagang mengaku kerepotan melayani pembeli. Meski hari pertama dan kedua pembeli sudah mulai ramai. Umumnya mereka membeli kue manis seperti kue lapis, onde-onde, kue bolu, lemang dan lainnya. Sedangkan minuman seperti kelapa muda, cendol dan air tahu, katanya.
Dia menjelaskan, harga kue-mue rata-rata Rp1000 per potong, sedangkan lemang Rp3.000 per potong.
Budi, pedagang lainnya menyiapkan aneka lauk-pauk, seperti ayam goreng, gulai ikan, sayur asam dan lainnya. "Kami tiap tahun berjual di pasar kaget ini. Penghasilan kami lumayan untuk memenuhi kebutuhan lebaran,'' ucapnya.
Pasar Tanjung uma
Aneka makanan yang tak kalah menggoda terdapat di pasar kaget Tanjunguma. Hampir setiap sore menjelang berbuka puasa, warga berbondong mengerumuni ratusan lapak di Tanjung Uma, Kampung Agas. Ratusan lapak yang berderet mengikuti alur jalan menjual aneka kue, lauk pauk dan berbagai macam minuman.
"Sudah tradisi kayaknya di bulan ramadhan ini membeli aneka makanan di pasar kaget, kalau masak di rumah cukup repot" kata Rini, warga Jodoh janjung uma atas.
Rini yang mengakui harga yang dapat ia jangkau," kami beli aneka kue dan lauk-pauk serta minuman untuk berbuka nanti" katanya sambil memilah-milah yang akan di belinya.
Para pedagang juga sibuk melayani para pembeli yang sudah memilah barang dagangan mereka.
Udin mengaku kerepotan melayani para pembeli saat pukul 16.30 hingga 18.00 Wib. udin yang sudah berlangganan menjual saat bulan ramadhan, mengaku membayar sewa lapak kepada pengelola tempat itu untuk dikembalikan ke masjid setempat.
Pedagang lainnya, Budi, juga tampak sibuk menyiapkan aneka lauk-pauk, seperti ayam goreng, gulai ikan, sayur asam dan lainnya.
"Kami tiap tahun berjual di pasar kaget ini. Penghasilan kami lumayan untuk memenuhi kebutuhan lebaran,'' ucapnya.
Mahalnya harga bahan pokok dan bumbu dapur ternyata tidak membuat Budi dan pedagang aneka lauk-pauk menaikan harga. Untuk satu potong ayam goreng misalnya, Budi menjual Rp6 ribu. Bahkan Budi juga melayani pembeli sayuran dengan harga Rp3000 per porsi.
"Jika dijual mahal-mahal nanti tidak ada yang mau beli. Kami sengaja tidak mengambil untung banyak yang penting setiap hari lauk-pauk nya habis terjual," ujar Budi yang sehari-hari bekerja serabutan.
Bulan puasa ternyata tidak hanya milik muslim, karena banyak yang menikmati indahnya puasa. Diantara ratusan pengujung bazar terlihat banyak pengunjung keturunan Tionghoa. Mereka ikut berebutan membeli aneka makanan berbuka puasa. Bahkan tak tanggung-tanggung mereka memborong makanan-makanan yang hanya ada saat bulan puasa.
Seperti pengakuan Mery, meski tidak berpuasa setiap ada pasar Ramadhan Ia bersama keluarga selalu tak melewati moment belanja. "Yang paling saya suka, kue cucur dan Cendol duren," kata warga Batam Centre ini.
Hal senada juga dikatakan Josua, bulan Ramadhan selalu dinanti-nanti karena ada bazar makanan yang tidak ada dijual pada hari-hari biasa. "Kalau bulan puasa enak, banyak orang dagang yang makanannya pun lain-lain," ujar Jusua yang datang ke bazar Ramadhan bersama istrinya.
Menurutnya, kesempatan memanjakan lidah dengan aneka makanan hanya ada sekali setahun pada saat bulan puasa. Karena itu, Ia selalu menyempatkan diri bersama keluarga berburu makanan yang dijual di pasar kager ramadhan. "Kami bahkan sampai keliling ke Batuaji dan Nongsa untuk mencari makanan yang unik dan enak," imbuh Josua. ***
Share
Berkah Rezeki di Bulan Suci
- Minggu, 21 June 2015 00:00

