KARIMUN (HK)-Polres Karimun menurunkan sebanyak 238 personil dibantu TNI dan instansi terkait lainnya dalam pengamanan selama Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H. Personil tersebut akan ditempatkan di 9 pos di Mapolsek dan titik keramaian yang dinilai rawan tindak pidana Kantibmas.
"Untuk pengamanan malam Ramadhan hingga Idul Fitri 1439 Hijriah nanti, kami dari Polres Karimun menurunkan sebanyak 238 personil dalam Operasi Ketupat Seligi 2018. Operasi-operasi terpusat akan dimulai pada tanggal 7 hingga 24 Juni mendatang," ungkap Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya usai apel gelar pasukan di Mapolres Karimun, Rabu (6/6) sore.
Kata Kapolres, untuk pola pengamanan selama Ramadhan hingga Idul Fitri mendatang, sudah dibentuk masing-masing pos pengamanan dan pos pelayanan di masing-masing Mapolsek akan berkoordinasi dengan Pos yang ada di Mapolres Karimun.Para personil sudah mulai bersiaga di pos masing-masing mulai Kamis (7/6) pukul 00.00 dinihari.
"Mekanismenya, ada beberapa personil yang kami siagakan di Mapolres dari unsur Ops dan juga tim patroli, Satgas bantuan dari Polair dan Logistik serta Urkes Kesehatan Polres Karimun. Masing-masing tim sudah siaga penuh sesuai dengan tugas yang diberikan. Mereka akan menyampaikan laporan ke Mapolda Kepri," katanya.
Kapolres dalam kesempatan itu juga mengingatkan masyarakat Karimun yang akan melaksanakan mudik lebaran ke kampung halamannya, agar meninggalkan rumah dalam keadaan aman. Ada beberapa pesan yang disampaikan Kapolres Hengky kepada masyarakat yang meninggalkan rumah selama lebaran. Dia meminta masyarakat agar senantiasa berhati-hati selama berlebaran.
"Sebelum meninggalkan rumah, periksalah keadaan rumah dalam keadaan kosong seperti, pintu, jendela, kompor, alat listrik dan lainnya. Bila perlu laporkan atau titipkan rumah kepada petugas keamanan setempat atau tetangga bila ditinggal dalam keadaan kosong dalam waktu tertentu dan memberi lampu penerangan di luar rumah," ungkapnya.
Selain itu, kata Kapolres, simpanlah barang berharga atau dokumen penting di tempat aman atau titipkan di kantor kepolisian terdekat. Sebab, yang namanya musibah tidak dapat diprediksi. Jika semua dokumen penting dan barang berharga sudah dititipkan di tempat yang aman, akan terhindar dari bahaya atau musibah yang mengancam.
Bagi para pemudik yang akan bepergian, Hengky juga menyampaikan sejumlah pesan diantarnya, sebelum melaksanakan perjalanan jauh, cek kondisi kendaraan, jangan membawa barang berlebihan, patuhi peraturan berlalu lintas dan selalu berdoa untuk keselamatan. Bila lelah dalam perjalanan, istirahatlah di pos polisi terdekat.
Sementara, Kapolsek Tebing, AKP Budi Hartono menambahkan, khusus bagi masyarakat Tebing yang melaksanakan mudik lebaran agar memperhatikan kondisi rumah yang akan ditinggalkan. Budi mengingatkan kepada masyarakat, sebelum mudik agar mencabut semua colokan listrik dari kontak listrik. Kalau dapat alat elektronik putus kontak dengan listrik, kecuali lampu teras.
"Selang kompor gas harap dicopot dari tabung gas, pastikan pintu dan jendela terkunci rapat. Bagi warga yang hendak mudik lebaran, maka kunci rumah dapat dititip di Polsek Tebing atau di bawa. Begitu juga bagi pemilik kendaraan roda dua atau roda empat agar menitipkan kendaraan mereka selama mudik," tuturnya.
Di tempat terpisah, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, ada empat hal yang menjadi instruksi Kapolri sebagaimana dibacakan Bupati dalam amanatnya sebagai inspektur upacara apel gelar pasukan. Keempat hal itu diantaranya, kelangkaan bahan pokok, keamanan transportasi selama mudik lebaran, bencana alam dan terakhir soal terorisme dan radikalisme.
Kata Rafiq, khusus untuk Karimun sebagai daerah perairan dan kepulauan, yang paling penting untuk diawasi itu adalah pintu masuk di daerah pelabuhan, mulai dari pelabuhan domestik dan internasional Tanjungbalai Karimun, pelabuhan Tanjung Gelam atau Pelabuhan KPK dan Pelabuhan Parit Rampak atau pelabuhan Roro.
Apel gelar pasukan di halaman Mapolres Karimun selain diikuti personil Polres Karimun juga dihadiri TNI dan berbagai institusi lain seperti Bea Cukai, Imigrasi, Pemkab Karimun, OKP, Ormas dan pelajar. Bupati Karimun bertindak sebagai inspektur upacara diberi kesempatan memeriksa pasukan. (ham)