Selasa07102018

Last update05:00:00 am

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel

Investasi dan Komitmen Utuh

Badan Pengusahaan (BP) Batam merilis, selama Januari sampai Mei 2018 ini, sebanyak 38 usaha Penanam Modal Asing (PMA) berinvestasi di Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam dengan nilai 120.471.500 dolar AS. Investasi tersebut menyerap sekitar 2.300-an orang tenaga kerja. mAs
Masuknya investasi selama satu semester pertama tahun ini relatif meningkat dibandingkan periode tahun sebelumnya, yang hanya sebanyak 23 proyek dengan total nilai 297 ribu dolar AS dan menyerap 1.221 tenaga kerja.

Apa yang diraih sejak awal hingga pertengahan tahun ini, dinilai sudah memberi angin segar bagi dunia usaha di Batam, terutama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi jumlah pengangguran yang ada saat sekarang.

Salah satu usaha untuk menaikan ekonomi di Batam pasca melemahnya pertumbuhan ekonomi sejak beberapa waktu terakhir memang dengan mendatangkan investor sebanyak-banyaknya. Kehadiran para pemiliki modal di Batam dinilai merupakan cara "cepat" untuk mengatasi kondisi ekonomi kota ini. Sebab, dengan berinvestasinya mereka, dunia ekonomi dapat bergerak maju seiring dengan diterimanya para SDM usia kerja.

Untuk mendatangkan kalangan pemodal ini jelas butuh usaha yang luar biasa. Tidak hanya bisa mengandalkan pemerintah dan organisasi pengusaha, dukungan dari seluruh elemen di Batam juga sangat dibutuhkan.

Cara yang paling sederhana adalah tetap menjaga kondusifitas dan kenyamanan daerah termasuk dari kalangan pekerja, memberi insentif yang memudahkan, termasuk menyepakati kebijakan yang ada. Jika sejumlah elemen ini dapat dijalankan dengan konsisten, Batam dipercaya akan kembali bisa menjadi daerah terbaik untuk investasi. Namun jika sebaliknya, ada kekhawatiran, pertumbuhan ekonomi yang ditarget 7 persen pada tahun depan tidak akan bisa dicapai.

Sejak Batam mengalami kondisi yang kurang baik, banyak kalangan yang masih meragukan untuk menanamkan modalnya di daerah ini. Salah satunya, kerap terjadinya perubahan aturan. Ini perlu menjadi perhatian serius seluruh kalangan termasuk pekerja. Jika mau menaikan ekonomi dan mengurangi pengangguran, perlu ada komitmen yang utuh. Tapi, jika tidak, khawatir kita ekonomi Batam akan stagnan atau bahkan bisa kembali turun. Semoga ini tidak terjadi. ***