Lantik 18 Anggota Tim TP4D
TANJUNGPINANG (HK)- Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri, Dr Asri Agung Putra SH MH menyatakan siap melakukan pemantauan dan pengawasan sejumlah proyek, khususnya proyek fisik yang menarik perhatian masyarakat dan menggunakan anggaran cukup bersar.
"Saat ini yang menjadi sasaran kita adalah terhadap proyek Gurindam 12 yang dikerjakan melalui multiyers. Kalau tidak salah, pada tahap awal telah dikucurkan dana sebesar Rp95 miliar rupiah lebih," ucap Asri usai melantik 18 anggota Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejati Kepri, Senin (4/6).
Sekedar diketahui. mega proyek Gurindam 12 tersebut merupakan kegiatan pembangunan infrastruktur penataan kawasan pesisir yang direncanakan Pemerintah Provinsi Kepri mulai tahun 2018 ini dengan nilai total Rp530 miliar
Meski mendapat sikap penolakan dari sejumlah anggota DPRD Kepri, kerena cukup membebankan anggaran pemerintah. Namun, proyek tersebut tetap akan dilaksanakan menggunakan konsep tahun jamak.
Proyek itu akan dimulai tahun ini menggunakan alokasi anggaran awal sekitar Rp95,374 miliar, ditambah lagi Jasa Layanan Konsultan Managemen Konstruksi Penataan Pantai Gurindam 12 Kota Tanjungpinang Rp3,126 miliar.
Disamping proyek tersebut. Kajati Kepri ini juga menyatakan, melalui Tim TP4D tersebut, pihaknya juga akan melakukan pengawasan terhadap sejumlah proyek-proyek cukup strategis lainnya dan sangat dibutuhkan masyarakat. �
"Saya yakin, dengan kesungguhan kinerja yang selama ini telah dilakukan, ditambah lagi� bantuan dari SKPD yang meminta bantuan pengawalan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut, maka tentu semua pengawasan kegiatan pembangunan yang kita lakukan melalui Tim TP4D tersebut akan dapat tercapai dan berjalan sebagaimana yang diharapkan," ucap Asri.
Pada kesempatan itu, Asri juga berharap kepada sejumlah elemen masyarakat di Kepri, khususnya kepada sejumlah media untuk dapat membantu melakukan pengawalan terhadap sejumlah kegiatan proyek tersebut.
"Saya juga sudah bicara dengan Sekda Kepri, termasuk sejumlah kepala SKPD yang meminta pengawalan. bahwa nanti kita akan melakukan On The Spot untuk sama-sama melakukan pengawalan di lapangan. Nanti kalau ada yang tidak benar, langsung kita suruh perbaiki. Kita juga akan sertakan media nanti," ujar Asri.
Asri juga menyampaikan, bahwa dalam pelaksanaan kegiatan pengawalan oleh tim TP4D,� semua tim harus bersinergi menyamakan persepsi, agar tidak terjadi kerancuan dilapangan nanti. "Dalam kegiatan ini, sedikit saja yang "Selingkuh" (beda persepsi), maka tentu tidak akan berjalan dengan baik," tegasnya.
Asri menegaskan bahwa� saat ini tidak adalagi adanya istilah titipan atau pesanan-pesanan dari pihak yang tidak bertanggungjawab mengatasnamakan pejabat tertentu dalam pelaksanaan proyek di Kepri.
"Siapa saja boleh datang ke Kantor Kejati Kepri sepanjang berbicara tentang institusi kejaksaan. Jadi jangan ada lagi istilah macam-macam tentang kinerja kita saat ini," ucapnya.
Disampaikan pendampingan hukum melalui TP4D terhadap proyek tersebut merupakan salah satu upaya pencegahan tindak pidana korupsi. Karena kejaksaan menginginkan tidak semata-mata melakukan penindakan.
"Pengawalan dan pengamanan yang dilakukan TP4D Kejati Kepri terhadap kegiatan ini merupakan upaya pencegahan dari penyimpangan perbuatan tindak pidana korupsi sebagai bentuk peran serta membangun dalam rangka menyejahterakan rakyat," ucapnya
Ia menyebut TP4D dibentuk untuk mengilangkan keraguan aparatur dalam pengambilan keputusan, terwujudnya perbaikan birokrasi, terserapnya anggaran secara optimal, menciptakan iklim investasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi, dan melakukan pencegahan. Dia berharap TP4 dapat memberikan kepastian hukum kepada stakeholder sehingga bisa mengurangi kekhawatiran kriminalisasi.
Hadir dalam acara pelantikan anggota Tim TP4D tersebut. Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Kepri TS Arif Fadilah beserta sejumlah Kepala SKPD Pemprov Kepri. seluruh para Asisten Kejati Kepri termasuk beberapa Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) lainnya.
Tim TP4D Kejati Kepri tersebut diketuai H Martono SH MH yang saat ini menjabat Asisten Intelijen (Asintel). Usai pelantikan 18 anggota Tim TP4D tersebut dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dan foto bersama (nel)
�