Mempertahankan Tradisi Tahunan, Sejak 1983
Oleh: R Ghafur, Wartawan Haluan Kepri
Keluarga besar masyarakat Kabupaten Kampar, biasa populer disapa orang Bangkinang di Batam menggelar ritual budaya menyambut Bulan Suci Ramadhan, Balimau Kasai, Minggu (31/7) di Pantai Tanjung Datu, Tanjungpinggir, Sekupang. Ritual ini dilaksanakan masyarakat Kampar di Batam sudah bertahun-tahun, bahkan sejak tahun 1983. Apa sebenarnya makna dari ritual ini?
Lima pemuda duduk bersimpuh di hadapan tetua masyarakat Kampar. Di depannya ada dua buah baskom kecil. Satu berisi air limau (jeruk), satu lagi berwarna kuning lengkap dengan gayung kecil. Di antara baskom itu juga terdapat dua mangkok bungkusan seperti lepat. Bungkusan ini berisi pulut bercampur lulur yang sudah diberi kunyit.
Mereka ini menunggu prosesi pengguyuran air limau dan kasai dari sesepuh masyarakat Kampar di Batam. Kemarin itu, prosesi pengguyuran air limau kasai langsung dilakukan Ketua Ikatan Keluarga Kampar, Kota Batam H Zainal Abidin SE.
Sebelum prosesi pengguyuran air limau dan kasai, seorang anak muda melakukan permohonan kepada sesepuh masyarakat. Dia menyatakan sebagai anak dan kemanakan, mohon maaf atas kesalahannya, baik disengaja dan tidak disengaja.
Proses permohonan ini dilakukan anak dan kemanakan dengan petatah petitih (rangkaian kalimat persembahan berbentuk pribahasa dan pantun). Petatah petitih ini didengarkan dengan seksama oleh ratusan warga Kampar yang menghadiri Balimau Kasai.
Setelah itu, Zainal Abidin sebagai ketua orang Kampar di Batam mengguyurkan air limau dan kasai ke kepala pemuda yang bersedia dilimaui. Usai prosesi itu, puluhan pemuda yang sudah mengantre proses ini pun berebut mendapatkan air limau dan kasai yang masih dalam baskom. Mereka pun sendiri mengguyurkan air limau dan kasai ke seluruh tubuh mereka.
Selanjutnya mereka menyeburkan diri ke laut Tanjungpinggir, berbaur dengan ribuan warga Batam yang melewatkan liburan jelang ramadhan di Tanjungpinggir.
Sungguh tampak keakraban dalam proses balimau kasai. Semua lapisan masyarakat Kampar berbaur jadi satu, saling berangkulan dan bermaafan satu sama lain, tanpa melihat status dan profesi. Karena, di Batam, masyarakat Kampar sangat banyak yang sukses. Mereka tersebar di berbagai profesi seperti birokrat, polisi, pedagang bahkan politisi.
Selain acara puncak balimau, proses acara Balimau Kasai di Tanjungpinggir dimulai dengan shalat jamaah warga Kampar ketika waktu shalat Zuhur menghampiri. Mereka shalat di bawah tenda di pinggir pantai yang telah disiapkan panitia dan dilanjutkan makan siang bersama.
Uniknya, dalam proses balimau kasai ini, persediaan makanan dibawa masing-masing keluarga. Panitia pelaksana cuma menyiapkan beberapa masakan tambahan dan pengananan secukupnya.
Selanjutnya, mereka juga menggalang dana untuk membantu anak yatim piatu yang berasal dari masyarakat Kabupaten Kampar di Batam dan menyerahkannya kepada beberapa orang anak.
Dalam rangkaian Balimau Kasai, masyarakat juga diberi pencerahan rohani oleh ustadz dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Ketua Ikatan Keluarga Kabupaten Kampar Batam, Zainal Abidin SE mengungkapkan, tradisi ini digelar masyarakat Kampar di Batam sudah sejak dulu dan rutin setiap tahun di Kota Batam. Cuma saja, selama ini prosesi ini jarang terekpos oleh media massa.
"Dulu kita pernah menggelar acara ini di Nongsa. Belakangan ini kita pusatkan di Tanjungpinggir," ungkap Zainal.
Zainal mengisahkan bahwa tradisi balimau kasai oleh masyarakat Kampar di Batam sudah ada sejak tahun 1983 di Batam. Ritual ini merupakan wujud kebersamaan dan silaturahmi antara sesama masyarakat menyambut bulan suci Ramadhan. "Di acara balimau ini, semua kita berkumpul. Di situ, kita saling berangkulan, bermaaaf-maafan satu sama lain," kata Zainal.
Zainal selaku Wakil Ketua DPRD Kota Batam memberi apreasiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Kampar di Batam yang bisa melestarikan tradisi Balimai Kasai. Katanya, tradisi ini akan menambah khazanah keanekaragaman budaya yang dimilik masyarakat Kota Batam yang multi etnis dan budaya. "Tradisi ini patut terus dipertahankan," pungkasnya.
Sederetan tokoh masyarakat Kampar di Batam tampak hadir dalam Balimai Kasai kemarin. Diantaranya, stah ahli Walikota Batam, H Makmur, Kepala Sekretariat KPID Kepri, Muharlis, Zainal Abidin SE sendiri dan lainnya. **
Share




