Jumat11302012

Last update12:00:00 AM

Back Insert Ani Yudhoyono Grogi sekaligus Bahagia

Ani Yudhoyono Grogi sekaligus Bahagia

Share

Saat SBY Menyematkan Bintang Jasa pada Sang Istri
JAKARTA-Momen menarik sekaligus tak jamak terjadi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (12/8) sore. Yakni saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyematkan bintang tanda jasa pada sang istri, Ny Kristiani Herrawati Yudhoyono. Bagaimana suasananya?
Ani Yudhoyono, begitu Ibu Negara itu biasa disapa, menjadi orang pertama yang disematkan tanda jasa oleh SBY. Berkebaya merah dan berkain batik, putri mantan Komandan Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo itu tampak anggun. Ia berdiri di barisan paling depan bersama istri mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Ny Shinta Nuriyah Wahid, dan suami mantan Presiden Megawati Soekarnoputri yang kini menjabat sebagai Ketua MPR, Taufiq Kiemas.

Dari 30 tokoh penerima bintang tanda jasa dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini, Ani, Shinta dan Taufiq memperoleh bintang tanda jasa paling tinggi, yakni Bintang Republik Indonesia Adipradana. Sesuai Pasal 9 UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, derajat atau tingkat Bintang Republik Indonesia tertinggi adalah Bintang Republik Indonesia Adipurna, setelah itu adalah Bintang Republik Indonesia Adipradana.

Saat menyematkan Bintang Republik Indonesia Adipradana kepada sang istri, SBY sempat terlihat canggung. Begitu pula dengan Ani. SBY bahkan agak kesulitan memasang pin berbentuk bintang tersebut pada bagian bahu sebelah kiri Ani.

Usai penyematan, SBY yang mengenakan jas warna hitam dengan dasi warna merah langsung menyalami wanita kelahiran Yogyakarta, 6 Juli 1952 tersebut. Tak lupa, SBY juga memberi tepukan kecil di lengan kanan Ani Yudhoyono sebagai bentuk ucapan selamat kepada sang istri yang telah memberinya dua putra itu. Prosesi penyematan kemudian diakhiri oleh senyuman kecil SBY pada Ani Yudhoyono. "Selamat," kata SBY singkat.

Usai acara, Ani Yudhoyono menyempatkan diri berkomentar pada wartawan, meski sudah menaiki kendaraan mini untuk membawanya kembali ke Istana Negara. Saat ditanya soal perasaannya saat disematkan bintang jasa oleh SBY, ia mengaku grogi sekaligus bahagia. "Tentu saja bahagia, bersyukur, campur aduk jadi satu," katanya di halaman Istana Merdeka. "Apakah ada ucapan khusus dari Bapak?" tanya wartawan. Ani tidak menjawab, hanya melempar senyuman khasnya.

Dengan penghargaan yang diterimanya, Ani berjanji akan bekerja lebih lagi untuk bangsa dan negara. "Atas penghargaan ini, tentu saya berjanji dengan anugerah ini saya akan bekerja lebih baik untuk bangsa dan negara," katanya.

Ani mengaku telah banyak yang dilakukannya kepada negara ini, baik secara langsung maupun tidak langsung. "Secara tidak langsung, kalau saya mempersiapkan Bapak Presiden untuk bekerja lebih baik lagi. Itu berarti saya bekerja untuk bangsa dan negara," katanya.

Sedangkan, peran Ani secara langsung melalui Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB). Persatuan para istri anggota kabinet SBY itu memiliki sejumlah program, antara lain Indonesia pintar yang diwujudkan melalui mobil pintar dan rumah pintar, Indonesia peduli dan Indonesia hijau tentang lingkungan, Indonesia sehat tentang kesehatan dan Indonesia kreatif. "Saya konsisten dengan program bersama SIKIB," ujarnya.

Sementara itu, Ketua MPR Taufiq Kiemas mengaku penyematan bintang tanda jasa menjadi beban baginya. Namun, ia mengatakan akan meningkatkan perannya lebih baik di masa mendatang. "Kan jadi bertambah bintang bertambah kewajibannya, " katanya.

Taufiq menerima bintang tanda jasa didampingi Megawati yang mengenakan kebaya warna coklat muda, putrinya Puan Maharani dan suami, Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo, dan Wakil Ketua DPR dari PDIP Pramono Anung. Saat acara penganugerahan di dalam Istana Merdeka, Presiden SBY menyempatkan menyalami keluarga yang mendapat penghargaan, termasuk Megawati yang merupakan rival politiknya dalam dua pilpres terakhir. Hanya saja, saat bersalaman keduanya masih terlihat canggung. SBY menyalami Mega hanya sekilas. Berbeda saat dia menyalami Taufiq Kiemas, dan keluarga lainnya yang terlihat hangat dan saling cium pipi.

Pro dan Kontra

Penganugerahan bintang tanda jasa kepada Ny Ani Yudhoyono sendiri menuai reaksi pro dan kontra. Sejarawan LIPI, Asvi Marwan Adam termasuk yang mempertanyakan pemberian penghargaan itu. "Pengangkatan (pemberian tanda jasa) istri-istri ini seperti masa Soeharto dulu. Istri-istri menteri zaman Orde Baru itu dapat tanda jasa. Sekarang ini saya lihat banyak yang akan menerima Bintang Adipradana. Padahal bintang yang sangat tinggi di atasnya cuma Adipurna," ujar Asvi.

Asvi mempertanyakan peran apa yang telah diambil Ani Yudhoyono sehingga layak mendapatkan tanda kehormatan yang sangat tinggi. Menurutnya, Ani memang sering tampil di hajatan sosial namun hal itu karena mereka mendampingi suami saat bertugas. "Persoalannya apakah sedimikan besar jasa istri-istri ini? Kok istri-istri yang diberi penghargaan apakah tidak ada orang lain?" katanya heran.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra Desmon J Mahesa juga mempertanyakan pemberian penghargaan kepada Ani Yudhoyono. "Apa prestasi Ani Yudhoyono dari sisi kemanusiaan dan kemasyarakatan? Penghargaan itu penghargaan apa? Ini namanya jeruk makan jeruk," ujarnya.

Menurut Desmond, SBY ternyata lebih parah dari mantan Presiden Soeharto. Sewaktu Soeharto menjadi presiden, kata dia, Ibu Tien Soeharto tidak sembarangan diberi bintang jasa. "Pemerintahan SBY ini lebih parah lagi. Zaman Soeharto, Ibu Tien yang memiliki gagasan untuk membangun Taman Mini (Indonesia Indah) tidak pernah diberikan penghargaan oleh Soeharto," terangnya.

Ia menilai pemberian penghargaan kepada Ani bernuansa politik. "Pemberian penghargaan itu hanya untuk menambah popularitas Ani Yudhoyono karena akan diusung sebagai calon presiden. Jadi Ani Yudhoyono itu perlu di-upgrade, biar tambah populer," katanya.

Sebaliknya, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menilai Ani Yudhoyono layak mendapat penghargaan. Sebab, menurutnya, tidak ada laki-laki yang berhasil tanpa dukungan dari wanita yang kuat. "Tidak ada laki-laki yang berhasil tanpa dukungan wanita yang kuat," ujar Anas. "Alhamdulilah dia layak untuk mendapatkan penghargaan. Karena beliau mendampingi perjuangan dan kerja keras Presiden," imbuhnya.

Dia pun meminta pemberian gelar ini tidak dikait-kaitkan dengan Pilpres 2014. "Kok semua dikaitkan dengan 2014 sih," katanya.

Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan Ani Yudhoyono diganjar bintang tanda jasa karena telah berjasa dalam mendampingi Presiden SBY selama 7 tahun terakhir. Itu pula yang menjadi alasan pemberian penghargaan kepada Taufiq dan Shinta Nuriyah. "Para pendamping (istri/suami) kepala negara mendapatkan tanda jasa. Ibu Ani dinilai berjasa dalam mendampingi Presiden SBY selama 7 tahun. Bapak Taufiq Kiemas dianugerahi tanda jasa dalam kapasitas beliau sebagai pendamping saat Presiden Megawati mengemban tugasnya," jelasnya.

Menko Polhukam Djoko Suyanto selaku Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, menuturkan Ani Yudhoyono sudah memenuhi syarat-syarat yang termaktub dalam UU No 20 Tahun 2009 untuk menerima bintang tanda jasa tersebut.

Menurut Djoko, pemberian bintang tanda jasa kepada Ani Yudhoyono bukan atas usulan apalagi perintah SBY. Ia menjelaskan, penentuan tokoh yang menerima bintang tanda jasa diambil dalam rapat Dewan Gelar yang beranggotakan tokoh-tokoh seperti Haryono Suyono, Quraisy Shihab, Jimly Asshidiqie, Juwono Sudarsono, TB Silalahi dan lain-lain. "Ini berlaku atas usulan beberapa lembaga tinggi negara dan kementerian," ucap Djoko saat jumpa pers di Kantor Presiden.

Bagaimana dengan prestasi Ibu Ani? Menurut Djoko, masyarakat bisa menilai sendiri bagaimana peranannya selama ini. Bagi Djoko, jasa Ani sudah tidak perlu diragukan. "Saya kembalikan pertanyaan itu ke teman-teman. Pantas tidak dengan kegiatan Bu Ani di bidang kesosialan, perhatian beliau di bidang kesehatan," terangnya.

"Ini tidak mengecilkan arti ibu mantan wapres. Itu semua sama, pada eranya waktu itu beliau-beliau juga memiliki jasa-jasa yang luar biasa. Jangan lihat bu Ani-nya. Semua, semua berjasa. Pak Taufiq Kiemas mendampingi Bu Mega itu luar biasa," imbuhnya.

Selain istri/suami presiden dan mantan presiden, SBY juga menganugerahkan bintang tanda jasa kepada istri mantan Wakil Presiden Hamzah Haz dan istri mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Tapi, keduanya 'hanya' diberi Bintang Mahaputra Adipradana yang derajatnya satu tingkat di bawah Bintang Republik Indonesia Adipradana.

Bintang Mahaputra Adipradana juga diberikan SBY kepada sejumlah bekas menterinya, yakni mantan Menko Kesra Aburizal Bakrie, mantan Menteri Luar Negeri Nur Hasan Wirajuda, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta Swasono dan bekas Menteri Dalam Negeri Moh Ma'ruf. Dua tokoh asing juga memperoleh penghargaan serupa yakni mantan Perdana Menteri Japang Yasuo Fukoda, dan Sultan Mizan Zainal Abidin dari Malaysia. Sri Mulyani yang kini bertugas di Bank Dunia di Washington DC, AS, tidak hadir dalam penganugerahan bintang tanda jasa itu. (dtc/tif)


Newer news items:
Older news items: