Jumat11302012

Last update12:00:00 AM

Back Insert Simarasok Sumbar Juara I, Bengkuas Bintan Harapan 3

Simarasok Sumbar Juara I, Bengkuas Bintan Harapan 3

Share

Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional

Oleh: Syafruddin AL dan Syafril Amir
Wartawan Haluan Kepri di Jakarta


JAKARTA–Untuk ketiga kalinya, Provinsi Sumatra Barat mencatatkan prestasi nasional dalam lomba desa tingkat nasional. Adalah Nagari Simarosok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, sebagai juara I dalam lomba desa dan kelurahan tingkat nasional 2011. Piala dan piagam diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi di Jakarta, Senin (15/8). Lomba ini dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke-66.


Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Provinsi Sumatra Barat, Irvan Khairul Ananda, sebelumnya, tahun 2010, Kelurahan Kampung Pondok, Kota Padang, juga menjadi yang terbaik nasional dalam lomba yang sama. Sedang tahun 2009, juara pertama direbut oleh Kenagarian Punggasan, Pesisir Selatan.

Dalam pemilihan yang dilakukan setiap tahun, ada 70.000 desa dan kelurahan yang ikut bertarung. Namun, setelah menjalani seleksi yang ketat oleh suatu tim penilai pusat yang terdiri dari lintas kementerian dan lembaga, di mana Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat sebagai leading sektornya, dipilih 6 desa dan enam kelurahan terbaik dan kemudian ditetapkan peringkat 1, 2, 3, harapan 1,2,3.

Juara II lomba desa ini direbut oleh Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Bali dan Juara III Desa Ponjong, Gunung Kidul, Jogyakarta. Sedang harapan 1,2 dan tiga masing-masing ditempati Marga Cinta, Kabupaten Konawe Selatan (Sultra), Giri Marto, Kabupaten Wonogiri (Jateng) dan Tanjung Padang, Kabupaten Dongala, (Sulteng).

Untuk tingkat kelurahan, keluar sebagai Juara I Nasional, Kelurahan Palebon, Kota Semarang (Jateng), Juara II Tasone, Kota Ternate (Maluku Utara), dan Juara III Sindang Sari, Kota Bogor (Jawa Barat). Harapan 1,2 dan 3 diperoleh Tanbono, Kabupaten Goa (Sulsel), Sendayan (Minahasa, Sulut) dan Gunung Bengkuas, Bintan (Kepri).

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dalam sambutannya dalam acara yang dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Pusat Ny. Vita Gamawan, Sekjen Kemdagri Ny. Diah Angraini, Dirjen PMD Ayip Muflich, sejumlah Gubernur dari beberapa provinsi, Ketua TP PKK Sumatra Barat Ny. Nevi Irwan Prayitno, Bupati Agam Indra Catri, Bupati Bintan M. Anshar, itu, mengingatkan agar para pemenang lomba desa dan kelurahan tingkat nasional ini tidak bagaikan bunga kembang semusim.

“Desa bersih, programnya jalan dan pelayanan masyarakat bagus hanya enam bulan menjelang pemilihan. Setelah itu, kondisinya kembali seperti apa adanya,” kata Gamawan, sembari mengingatkan Dirjen PMD agar melakukan evaluasi terhadap desa dan kelurahan yang jadi pemenang pada tahun-tahun sebelumnya.

Gamawan menjelaskan, prestasi puncak dalam bentuk hadiah, piala dan piagam ini, jangan sampai menjadi tujuan akhir oleh para kepala desa dan lurah. Tetapi hal itu adalah sebagai bagian dari motivasi dan evaluasi untuk meningkatkan kinerja pemerintahan tingkat bawah dalam memberikan pelayanan kepada public.“Cerminan dari republik ini adalah desa dan kelurahan. Kalau pelayanan masyarakatnya bagus, maka baguslah negara ini,” katanya.

Walinagari Simarosok, Muslim Dt. Payuang didampingi Kepala Pemberdayaan Masyarakat, Kabupaten Agam, Eddy Busti, menyatakan kebanggaannya atas prestasi yang diraih oleh nagari yang ia pimpin.

“Ini bukan prestasi saya semata, tetapi semua masyarakat Simarosok yang mau bekerja sama memajukan daerah ini,” kata Muslim usai menerima Piala Bakti Adiprada, Piagam Penghargaan dan hadiah uang senilai Rp100 juta dari Mendagri.

Dalam menggerakkan roda pembangunan di nagarinya, Muslim dibantu oleh tiga orang staf ahli sebagai pendamping secara sukarela. Mereka justru terdiri dari 1 orang sarjana (S1), 2 orang S2 dan 1 orang S3. “Mereka sangat membantu saya dalam merumuskan berbagai kebijakan dalam pembangunan nagari, termasuk dalam menggerakkan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Dana hadiah dari Mendagri itu, kata Muslim, akan dipergunakan untuk berbagai program nyata dalam pembangunan nagari di masa mendatang, termasuk untuk alat penerangan desa. Nagari Simarosok yang terdiri dari 4 jorong itu, juga memiliki Jorong Sakinah, di mana, ketika Azan Magrib berkumandang, seluruh siaran TV dimatikan oleh pemiliknya. Anak-anak bersama orang tua ikut ke surau-surau dan diteruskan dengan mengaji. **


Newer news items:
Older news items: