Jumat11302012

Last update12:00:00 AM

Back Insert Syamsul Bahri, Porter di PSBP

Syamsul Bahri, Porter di PSBP

Share

Bisa Kuliahkan Tiga Anaknya

TANJUNGPINANG- Syamsul Bahri Pohan (59), seorang porter di Pelabuhan Sri Bintan Pura (PSBP), Tanjungpinang pantas dijadikan teladan. Meski bekerja sebagai buruh angkut di pelabuhan, namun dia adalah sosok orang tua yang sukses.

Syamsul sudah sejak tahun 1980 berprofesi sebagai porter di Pelabuhan PSBP. Meski sebagai kuli angkut, namun Syamsul sangat peduli dengan pendidikan anak-anaknya. Dia tak mau keempat anaknya bernasib sama dengan dirinya di masa tua nanti.

Prinsip Syamsul kini berbuah manis. Tiga dari empat anaknya kini kuliah di perguruan tinggi yang ada di Tanjungpinang. Bahkan, anak sulungnya tahun ini lagi menyusun skripsi dan menunggu diwisuda. Sedangkan dua lainnya kini sudah semester V, dan si bungsu masih duduk di bangku SMK Negri 1 Tanjungpinang.

Penuturan Syamsul, pendapatannya sehari minimal Rp70 ribu. Setiap bulan, Symasul rata-rata bisa mengumpulkan Rp1,6 juta. Dari pendapatan tersebut, selain bisa menyekolahkan keempat anaknya, Syamsul juga sudah memiliki sebuah rumah dan sebuah motor.

"Memang kalau dipikir-pikir, uang segitu memang tidak mencukupi untuk krbutuhan sehari-hari, apalagi untuk menyekolahkan anak saya di bangku kuliah. Tapi saya tidak putus asa dengan pendapatan saya yang segitu, yang penting anak saya nantinya bisa tamat kuliah dan sukses nantinya," kata Symasul ditemui di PSBP, Selasa (23/8).

Selain itu, kata pria yang berasal dari Sibolga, Sumatera Utara, mulanya dia menjadi porter di Tanjungpinang waktu zaman masuknya kapal Tampomas. Setelah kapal Tampomas sudah tidak beroperasi lagi, dia memutuskan balik lagi ke Medan. Namun, beberapa tahun setelah itu, Syamsul memutuskan kembali ke Tanjungpinang.

Syamsul menceritakan, ia bekerja keras tanpa mengenal lelah. Semua itu dilakukannya demi istri dan anak-anaknya.

"Saya juga menekankan pentingnya pendidikan agama kepada anak-anak saya," imbuhnya.

Syamsul sendiri sudah merantau ke berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta dan daerah di sekitar Pulau Jawa.

"Saya sudah merantau ke berbagai daerah, tetapi hanya di Tanjungpinang lah saya mendapatkan rejeki yang lumayan. Kalau saya tidak ke Tanjungpinang, mungkin saya tidak tahu apa yang terjadi dengan nasib saya," ucap Symasul. (tengku bayu)


Newer news items:
Older news items: