PARIAMAN- Gamad, satu jenis kesenian tradisional dan khas di Kota Pariaman, Sumatera Barat, kembali dibangkitkan dan dikembangkan. Tidak hanya dapat dinikmati warga setempat tapi juga bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah tujuan wisata di provinsi itu.
"Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, juga peduli dan membina kelompok musik tradisional Gamad "Sabiduak-Sadayuang", guna menghibur warga kota itu tiap malamnya," kata Pimpinan Gamad Sabiduak-Sadayuang, Joni Rinaldi, ST, MT, di Pariaman, Kamis (8/9) lalu.
Ia mengatakan, kelompok mudik Gamad terus melakukan latihan setidaknya sejak tiga bulan terakhir ini.
"Kelompok musik tradisional ini, menjadwalkan untuk tampil ke publik," katanya.
Terakhir kelompok musik Gamad ini, tampil masih dalam bentuk uji coba pada malam lebaran lalu.
"Kita ingin kembali mengenalkan kelompok Gamad ini, sekaligus untuk menghibur warga dan pengunjung di antaranya juga para perantau yang mudik lebaran," tutur Joni.
Pertunjukan keseniaan tradisional itu, juga dinikmati para wisatawan yang usai menikmati obyek wisata pantai di Kota Pariaman.
Anggota kelompok Gamad itu, di antaranya ada pemain senior yang cukup dikenal yakni Yan Zainal, (keyboard/tempo gamad), Haji In pemegang Saxophone, Moni pemain biola, dan cadangan keyboard/tempo Indra.
Sebagai pembawa lagu-lagu Gamad, di antaranya Khairul Yatim (Uncu Khairul), Novia CC (Anim), Cengkong.
Pada kesempatan terpisah, Wali Kota Pariaman, Mukhlis R menyatakan harapannya agar kelompok keseniaan Gamad dapat tampil di "Rumah Tabuik" satu kawasan pusat kesenian di Kota Pariaman.
"Rumah Tabuik layak menjadi tempat pembinaan budaya di Kota Pariaman," kata Mukhlis.
Kota Pariaman, satu kota tujuan wisata di Sumatera Barat, dan menjadi program utama dalam pengembangan sektor kepariwisataan kota itu.
Mukhlis menyatakan, pemerintah Pariaman akan mengupayakan pengadaan pelataran bagi tampilnya keseniaan Gamad itu, sehingga penontonnya selain warga setempat juga wisatawan lebih nyaman menikmati pagelaran hiburan rakyat itu. (ant)
- Ujang, Tukang Sol Sepatu Keliling
- Penderita Thalassemia, Nia Butuh Uluran Tangan
- Soemantri, Kabid Dikmen Disdikpora Tpi
- Hayat Pelaku Bom Solo
- Penyandang Cacat Sejak Lahir
- Herman, Penarik Bentor di Pulau Bersejarah
- Yani Yati, Wisudawati STTI Peraih IPK tertinggi
- Ngaret Sidang, Pimpinan DPRD Disambut Tepuk Tangan
- Melihat Sejarah Koperasi Ahmadi & Co
- Tari Gobang sebagai Tarian Asli Anambas
- 7 Tahun Kematian Aktivis HAM Munir
- Kalau Beruntung Bisa Dapat Rp30 Ribu
- Kami Terpaksa Pinjam ke Rentenir
- Penghasilan Supir Pompong Turun
- Berbagi Minuman Kaleng Saat Lebaran
- Syamsul Bahri, Porter di PSBP
- Puluhan Bayi di Kepri Lahir 17 Agustus 2011
- Simarasok Sumbar Juara I, Bengkuas Bintan Harapan 3
- Ani Yudhoyono Grogi sekaligus Bahagia
- Berbuka Puasa Bersama Ala Obama di Gedung Putih