Jumat11302012

Last update12:00:00 AM

Back Insert Ujang, Tukang Sol Sepatu Keliling

Ujang, Tukang Sol Sepatu Keliling

Share

Tetap Setia dengan Jarum dan Benang

TANJUNGPINANG- Menjadi tukang sol sepatu keliling, lebih enak daripada kuli bangunan. Itulah jawaban Ujang, tukang sol sepatu keliling yang sudah 8 tahun lebih melakoni profesi itu.

Ujang (27) berasal dari Garut, Jawa Barat. Ia sudah menetap di Tanjungpinang, sejak 8 tahun lalu. Ujang, kesehariannya selalu membawa dua kotak mungil yang menggantung di masing-masing ujung bambu yang dipikulnya.

Setiap harinya, Ujang ke luar masuk kampung, pemukiman warga. Meski bekerja dari pagi hingga sore, namun ia menyenangi pekerjaan itu.

Dalam sehari pendapatan Ujang, tidak menentu. Kalau lagi sepi bisa dapat sekitar Rp50 ribu, sednagkan saat ramai kadang mencapai Rp100 ribu lebih.

Pria yang selalu mengenakan topi itu mengatakan, pengalaman pertamanya menjahit sewaktu saat dia tinggal di Cilacap, Jawah Tengah. Di Cilacap, Ujang belajar sol sepatu dari temannya yang juga satu kampung dengannya.

"Belajar sol sepatu membutuhkan satu bulan, kemudian baru bisa terjun ke lapangan," kenang Ujang dengan dialek Sunda yang kental, saat dijumpai sedang mensol sepatu pelanggannya, beberapa waktu lalu.

Menurut Ujang, dia pernah mencoba bekerja sebagai kuli bangunan dan tukang kebun. Kedua pekerjaan itu tidak pernah lama ditekuninya.

"Menjadi kuli bangunan dan tukang kebun itu banyak sekali aturannya, saya pun selalu pulang malam," katanya sambil menjahit sepatu pelanggan.

"Saya tetap setia dengan jarum dan benang yang warna hitam dan putih ini. Jadi tukang sol sepatu, modalnya cuma itu," ujar Ujang tegas. (tengku bayu)