Usianya masih belia, baru sebelas tahun. Namun, siswi kelas VI SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya sudah menorehkan prestasi luar biasa. Dia dua kali juara dunia kompetisi matematika. Dhia Fairuzshabrina, nama gadis cilik itu, membuat sekolahnya harum karena dua kali memenangkan lomba matematika di tingkat dunia. Pertama, pada tahun 2010, anak bungsu dari dua bersaudara pasangan Hery Abiyoso dan Endang Irawati ini menang Internasional Mathematics Contest (IMC) di Singapura. Kedua, tahun 2011 kembali memenangi Wizard at Internasional Mathematics Competition (Wizmics) di Lucknow, India.
"Saya hanya seminggu berlatih sebelum mengikuti lomba matematika di India. Yakni, terus belajar geometri, aritmetika dan aljabar," kata pemilik panggilan Ade ditemui di sekolahnya, Jumat (28/10).
Ade, menjelaskan, dalam lomba adu cerdas matematika yang berlangsung di Montessori School RSDO Campus, Lucknow, India itu ia harus menyisihkan ratusan peserta dari India, Filipina, Afrika Selatan, Cina dan Thailand. "Dan, saya akhirnya bisa menang dengan mendapat medali emas," kata dia.
Pemilik hobi membaca dan belajar matematika ini mengaku, dalam hal belajar, tidak ada hal istimewa yang dia lakukan. Hanya saja, membuka dan membaca buku pelajaran selalu dilakukan secara rutin setiap pulang sekolah dan malam hari saat waktu belajar.
"Itu juga tidak lama, hanya dua jam," lanjut siswi yang aktif sebagai wartawan cilik di sekolahnya itu.
Catatan yang ada, selain menjadi peraih juara matematika dunia, ia juga memiliki segudang prestasi di tingkat sekolah. Di antaranya terus menduduki ranking pertama sejak kelas satu hingga kelas enam. "Saya memang ranking satu terus sejak kelas satu," tegasnya.
Menanggapi prestasi anak didiknya, Kepala Sekolah SD Muhammad 4, Sholihin mengaku bangga. "Kami semua ikut bangga atas keberhasilan Dhia Fairuz Shabrina. Kami berharap ini akan menjadi penyemangat bagi teman-teman lainnya," tegas Sholihin. (vvn)
- Perahu Jong, Permainan Rakyat Pesisir yang Masih Lestari
- Di Balik Pembunuhan Sadis Ibu-Anak di Karimun
- Rahasia Abon Lele Jumirah
- kegiatan Rampai Seni Budaya Melayu
- Atlet Balap Motor Kepri Menuju Pra PON
- Melihat Kondisi Terminal Mukakuning
- Siang Pembayaran Retribusi, Malam Tempat Ngopi
- Ramai-ramai Menikah di 11/11/11
- Gasing, Permainan Rakyat yang Melegenda
- Ingat Dimarahi Guru
- Bawah Batang, Desa yang Terisolir
- Keseharian Nenek Mahwe
- Kisah Siswa Pulau Belat
- Obituari Pendiri Apple, Steve Jobs, 'Saya Bukan Hamba Uang'
- DUA TAHUN GEMPA SUMBAR
- Jamat: Maunya Sih Ada Pekerjaan Lebih Baik
- Ujang, Tukang Sol Sepatu Keliling
- Suka Duka Jadi Pendidik Suku Asli Karimun
- Penderita Thalassemia, Nia Butuh Uluran Tangan
- Soemantri, Kabid Dikmen Disdikpora Tpi