Juara Nasional
BATAM-Rasa manis bercampur asam merupakan rasa khas 'Abonle', produk makanan olahan berupa abon dari ikan lele yang diproduksi Jumirah, pelaku industri kecil makanan (IKM) di Kijang, Kecamatan Bintan Timur. Karena rasa unik itu pula abon ala Jumirah meraih penghargaan baru-baru ini dari Kementerian Perdagangan di Nusa Dua, Bali. Abonle menyabet juara nasional.
Untuk urusan rahasia masakan, Jumirah tidak pelit berbagi resep yang digunakannya.
"Untuk rasa manis ditambahkan gula merah dan perasan asam jawa untuk memberi asam," kata istri, Sulistiono, pensiunan PT Antam Kijang ini membeberkan rahasia pembuatan abon lelenya, Kamis (17/11) di Kijang, Bintan.
Jumirah yang telah menjual produknya di Pasar Raya 21 dan swalayan Welcome ini biasanya membuat abon lele tiga kali dalam minggu. Sekali membuat, dia biasanya membutuhkan ikan lele mentah sebanyak 10 kilo gram. Beruntung bahan lele tidak sulit dia dapatkan. Dia sudah mempunyai pelanggan yang akan mengirimkan lele setiap dibutuhkan.
Saat ini, selain abon lele dia juga membuat abon dari ikan lalut. Namun dia mengakui membuat abon lele lebih repot daripada membuat abon ikan laut. Pasalnya ikan lele yang akan dijadikan abon harus dibuang kulitnya yang berwarna hitam. Karena itu harga abon lele yang dia jual lebih mahal dibanding abon dari ikan laut. "Saat ini harga abon lele saya jual kepada swalayan Rp12 ribu dan Rp8 ribu untuk abon ikan dalam kemasan 80 gram," bebernya.
Di samping membuat abon, Jumirah yang dibantu kerabat dan tetangganya ini juga membuat keripik dari kulit lele. Kulit lele yang digunakan adalah hasil sampingan dari pembersihan lele yang akan dijadikan abon. Hasil keripik kulit lele ini juga katanya disukai masyarakat karena rasanya yang gurih.
Ibu dari tiga anak yang sudah hajjah ini mengingatkan untuk memberikan hasil yang bagus dan menguntunghkan, ikan lele yang akan dijadikan abon sebaiknya yang berukuran sedang, yakni sekitar tiga ekor dalam satu kilo atau 300 gram.
"Kalau terlalu tua, kulitnya keras dan tidak enak dijadikan keripik kulit. Jadinya kita rugi," imbuhnya.
Untuk membuat abon lele katanya tidak sulit. Lele yang sudah dikuliti dan dibuang tulangnya dikukus di dalam alat pengukus selama beberapa menit. Setelah itu daging lele dihancurkan dan dihaluskan. Berikutnya, daging lele digoreng kering dengan bumbu dasar berapa bawang putih, bawang merah, ketumbar, lengkuas serta daun salam.
"Jangan lupa ditambahkan serai untuk membuang amis lele dan daun kari untuk meninghasilkan rasa kari," katanya.
Setelah menjalani penggorengan, abon lele perlu dibersihkan dari sisa-sisa tulang yang masih tertinggal. Selanjutnya dengan menggunakan mesin pengering atau spiner, abon dikeringkan dari kadar air dan minyak yang masih terkandung di dalam abon lele.
"Kalau sudah dirasakan kering dan tidak berminyak kita bisa masukan dalam kemasan," kata Jumirah sembari mengatakan produk abon lelenya dapat bertahan 4-6 bulan
tergantung proses saat pengeringan.
Dia bersyukur selain telah mendapat pelatihan pembuatan abon lele dari lembaga Chain Center yang merupakan kerja sama antara pihak PT Antam dengan pihak Universitas Gajah Mada, dia juga telah banyak mengikuti pelatihan yang dilaksanakan oleh Disperindag UKM Koperasi Bintan. Saat menerima penghargaan dari Kementerian Perdagangan RI beberapa waktu lalu, Jumirah didampingi oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, UKM dan Koperasi Kabupaten Bintan, Dian Nusa. (edy)
- Yulia, 10 Tahun Menderita Hydrocephalus
- Perjuangan Dokter Muda di Desa Nelayan, Bintan
- Zul Fahri, Pemilik Bengkel Las dan Bubut
- Tetap Ceria Walau Belajar di Gudang Tua
- 28 Tahun Zulman Mengabdi Majukan Pendidikan di Anambas
- “Tuka Tando” Yang Membahagiakan
- Finalis UMKM Award 2011, Warijan, Pengusaha Tahu Bermental Baja
- VCD/DVD Bajakan
- Agar Anak Suku Laut Bisa Sekolah
- Perahu Jong, Permainan Rakyat Pesisir yang Masih Lestari
- Atlet Balap Motor Kepri Menuju Pra PON
- kegiatan Rampai Seni Budaya Melayu
- Melihat Kondisi Terminal Mukakuning
- Siang Pembayaran Retribusi, Malam Tempat Ngopi
- Ramai-ramai Menikah di 11/11/11
- Gasing, Permainan Rakyat yang Melegenda
- Ingat Dimarahi Guru
- Dua Kali Juara Dunia Matematika
- Bawah Batang, Desa yang Terisolir
- Keseharian Nenek Mahwe