Rabu05092018

Last update05:00:00 AM

Back Insert Perahu Jong, Permainan Rakyat Pesisir yang Masih Lestari

Perahu Jong, Permainan Rakyat Pesisir yang Masih Lestari

TANJUNGPINANG --- Perahu Jong merupakan permainan rakyat pesisir yang masih bertahan hingga saat ini. Permainan ini banyak dilakukan oleh pemuda-pemuda di pulau-pulau di Kepuluan Riau. Uniknya, Perahu Jong berupa replika miniatur perahu layar tetapi tidak dikemudikan oleh manusia, melainkan berlayar dengan mengandalkan terpaan angin.


Permainan rakyat ini biasanya dilakukan di pantai dengan beberapa orang, biasanya masyarakat melakukan perlombaan Perahu Jong dengan cara siapa yang tercepat sampai di pantai atau di darat maka itulah yang menjadi pemenangnya.

Untuk pembuatan Perahu Jong harus mempunyai keahlian tersendiri, karena harus memilih kayu yang baik dan tidak sembarangan kayu yang dipakai untuk membuat Perahu Jong. Biasanya, digunakan kayu pulai kering, karena kayu pulai sangat ringan dan tahan terhadap air laut.

Tidak haya kayu pulai yang menjadi bahan baku pembuatan Perahu Jong, tetapi bahan untuk layar biasanya masyarakat pesisir menggunakan kain atau plastik yang berwarna warni untuk memperindah penampilan biasanya dibubuhi cat berwarna-warni.

Pembuatan Perahu Jong juga harus dengan keahlian khusus, harus sabar dan teliti karena bila tidak sempurna maka Perahu Jong akan berlayar tidak seimbang yang mengakibatkan tenggelam atau berlayar tetapi tidak berlayar lurus.

Dan pembuatan perahu juga memakan waktu yang tidak sebentar, untuk membuat satu buah Perahu Jong, memakan waktu kurang lebih dua minggu, belum termasuk pengecatan dan sedikit ritual agar dalam perlombaan bisa menang.

Atan (57) warga Dompak seberang, telah mengenal Perahu Jong sejak kecil , yang dulu dimainkan oleh bapaknya.

"Permainan Jong dulu hanya untuk menghilangkan penat di kala sore hari sesudah melaut, biasanya kami bermain jong dengan empat atau lima orang di pesisir pantai. Sekarang saya wariskan juga kepada anak saya dan cucu, cara untuk membuat perahu jong, dari mulai memilih kayu pulai yang baik dan bahan-bahan lainnya, karena bila tidak pas maka akan menghasilkan perahu jong yang cacat. Bila sudah cacat maka berlayarnya perahu jong tersebut tidak akan sempurna, bisa jadi berlayar selalu miring kearah kiri atau berlayar miring ke kanan," kata Atan

Lanjut Atan, bila ingin membuat Perahu Jong, harus teliti betul dan harus seimbang, jika ingin menghasilkan sebuah perahu jong yang baik. "Ya sedikit ritual biar menang terus bila bertanding," ujarnya.

Untuk biaya pembuatan perahu jong menurut Atan, untuk membuat satu Perahu Jong biayanya tergantung ukuran perahunya, bila jongnya kecil paling biaya yang dikeluarkan sekitar Rp50 ribu, namun jika pembuatan perahu jong yang ukuran besar diperkirakan menghabiskan biaya sekitar Rp150 ribu," tutup Atan

Pemerintah Kota Tanjungpinang, terus berupanya untuk mempertahankan atau melestarikan salah satu tadisi kebudayaan melayu ini. Salah satu upaya dari Pemko Tanjungpinang yakni permainan rakyat pesisir berupa perlombaan Perahu Jong, diikutsertakan untuk memeriahkan event wisata tahunan yang digelar Pemko Tanjungpinang.

Untuk memeriahkan event Dragon Boat Race yang dilaksanakan oleh Pemko Tanjungpinang setiap tahunnya, Pemko Tanjungpinang selalu mengikutsertakan lomba Perahu Jong yang pesertanya berasal dari berbagai daerah di Kepri maupun peserta dari luar daerah Kepri.

Dan pada tahun ini Pemko menggelar Dragon Baot Race 2011, tidak haya menggelar perahu naga dan lainnya saja, tetapi perahu jong yang merupakan permainan rakyat pesisir juga tetap menjadi salah satu cabang yang diperlombakan. Para peserta tidak dibatasi bagi masyarakat Kepri saja namun masyarakat di luar Kepri juga boleh ikut dalam perlombaan.

Menurut panitia lomba perahu jong, Boby, mengatakan peserta perahu jong yang ikut serta pada turnamen Dragon Boat tahun ini diikuti sebanyak 187 bpeserta, yang terdiri dari, 56 perahu jong ukuran kecil, ukuran jong sedang sebanyak 57 peserta sedangkan untuk jong ukuran besar sebanyak 74 peserta.

"Peserta yang di luar Kepri terdiri dari dua peserta yakni dari Bengkalis dan Pelalawan, Riau Daratan. Serta peserta dari Kepri sendiri diikuti hampir dari seluruh wilayah Kepri," ujar Boby.

Tambah Boby, untuk ukuran yang masing-masing perahu jong memiliki ukuran yang berbeda-beda. untuk ukuran kecil panitia menetapkan dengan ukuran 75 x 99 cm, untuk ukuran sedang, 100 x 119 cm sedangkan untuk perahu jong ukuran besar yaitu 120 x 180 cm.

Pada perlombaan pertama perahu jong yang digelar pada hari Jumat (18/11) kemarin. Perlombaan itu sendiri digelar di pelantaran depan gedung kesenian Aisyah Sulaiman, tepi laut, Teluk Keriting, Tanjungpinang. Penonton yang menyaksiakan sangat antusas dan meriah, serta memberi dukungan kepada peserta yang mewakili daerahnya masing-masing. (sutana)

Share