Thursday, Feb 23rd

Last update11:35:07 AM GMT

You are here: Insert Finalis UMKM Award 2011, Warijan, Pengusaha Tahu Bermental Baja

Finalis UMKM Award 2011, Warijan, Pengusaha Tahu Bermental Baja

Teguh dan telaten, itulah prinsip yang dipertahankan Warijan, seorang pengusaha pembuatan Tahu di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Baginya hidup adalah perjuangan. Setelah berulang kali mengalami kegagalan dalam berbagai usaha bahkan sampai tertipu, akhirnya Warijan memantapkan diri menjadi pengusaha Tahu. Usaha terseut ia tekuni sejak tahun 2000. “Saya memulai usaha dengan menjual tanah, kemudian saya belikan peralatan dan bahan untuk pembuatan Tahu,“ cerita Warijan yang merupakan penduduk Dusun Dua Sukajadi, Desa Rambah Muda Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten Rohul.

Dimulai dengan peralatan yang serba manual warijan mulai membuat Tahu dengan skala kecil. Baru pada tahun 2003 warijan memberanikan diri untuk meminta bantuan Permodalan ke Bank Riau Kepri. Pada saat itu Warijan mendapatkan bantuan sebesar Rp 10 juta. Dana tersebut digunakan untuk membeli peralatan dan bahan baku pembuatan tempe. Termasuk membeli mesin diesel untuk memproses kacang kedelai.

Usahanya terus berkembang, hingga pada tahun 2005 ia kembali mengajukan pinjaman sebesar Rp15 juta, dan pada tahun 2007 naik menjadi Rp20 juta. Terakhir tahun 2009 Warijan melakukan peminjaman sebesar Rp50 juta.

Dengan pinjaman modal yang semakin besar tersebut, usaha Warijan juga semakin meningkat. Ia mampu membeli mesin uap untuk memasak kacang kedelai, membeli beberapa motor dan mobil pik up untuk mengantar Tahu kepada para pelanggan.

“Sekarang saya mampu memproduksi 250 kg kacang kedelai menjadi Tahu dan pada bulan-bulan tertentu seperti sekarang bisa meningkat menjadi 300 kg. Tahu dan tempe saya pasarkan ke seluruh kota Rokan Hulu,” kata Warijan.

Kini, ia telah memiliki 8 orang karyawan, 5 diantaranya karyawan bagian produksi tahu dan 3 orang lainnya tenaga pemasaranya. Ditengah perkembangan usahanya yang pesat, Warijan juga menghadapi berbagai kendala, yaitu terus naiknya bahan produksi seperti kayu bakar serta kesulitan Air bersih. Untuk air bersih ia berencana akan membuat tangki air yang membutuhkan biaya besar.

"Bantun kredit Bank Riau Kepri sangat membantu mengembangkan usaha. Dari usaha tahu, saya sudah bisa membeli lagi tanah mengganti tanah yang dulu sempat saya jual untuk usaha," ujarnya.

Semangat yang berkobar dan jiwa pantang menyerah merupakan kunci keberhasilan dalam usaha selain itu, jiwa kepepet karena tidak ada lagi usaha yang dapat dilakukan karena lahan sawit yang masih kecil telah dijualnya dijadikan alasan utama mendorongnya untuk terus bekerja keras.(*)


Newer news items:
Older news items: