Pertunangan Lidya-Kamil Bahren
PADANG-Keluarga H Basrizal Koto dan H Muslim Kasim, insya Allah, segera terbuhul tali keluarga yang lebih erat, yakni besanan. Sabtu malam (26/11), “tuka tando”, prosesi menuju perkawinan drg Lidya Basko dan Kapten Inf. Kamil Bahren Passa Muslim Kasim, dilangsungkan di Padang.
Basko, panggilan akrab Ketua Forum Silaturahim Saudagar Minang itu, didampingi istri Hj Mukhniarti Basko, ninik mamak dan keluarga besar, mengantar “carano” dan “kampia siriah” lengkap dengan buah tangan ke rumah Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim di Jalan Sudirman, Padang.
Rombongan keluarga Basko berangkat dari Premier Basko Hotel di Jalan Hamka, Air Tawar Padang, dengan sebuah bus besar diiringgi puluhan mobil. Di rumah Wagub, sudah menanti ninik mamak dan keluarga besar Kamil Bahren Passa.
Perundingan yang penuh petatah-petitih Minang berlangsung sekitar 3,5 jam. Kata sepakat pun didapat. Prosesi pernikahan yang direncanakan Maret 2012 dilangsungkan sepenuhnya dengan memakai adat Piaman. Pertunangan ditandai dengan tukar cincin.
Pihak ninik mamak dari keluarga Lidya Basko setuju ada uang jemputan sebesar 10 ringgit mas. Uang jemputan dalam arti bukan uang hilang. Nanti, setelah pernikahan berlangsung dan mempelai perempuan menjelang mertua dilakukan, uang jemputan diserahkan kepada kedua mempelai sebagai bekal mereka mengharungi bahtera rumah tangga.
“Kami sepakat menghormati dan memakai sepenuhnya adat Piaman untuk pernikahan Lidya dan Kamil, insya Allah akan diadakan pada tanggal 9 Maret 2012,” kata Basko, seusai acara “tuka tando”.
“Tuka Tando” yang membahagiakan malam Minggu itu dihadiri Ketua DPRD Sumbar Yulteknil, Sekda Sumbar Ali Asmar, Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadique, tokoh pers H Basril Djabar, H King Churchil, H Sawir Taher, Hendra Irwan Rahim, H Rusdi Lubis, H Masful, H Darlis Syofyan, tokoh Minang di Riau H Djufri Hasan Basri, H Yulius, H Edi Zahar Koto, Hendri Mulya, Zico Basko dan sejumlah pimpinan Basko Group serta tamu undangan lainnya.
Hampir Tiga Tahun
Rencana pernikahan Lidya dan Kamil Bahren, menurut Basko, tidak datang dengan tiba-tiba. Hampir tiga tahun lampau, kedua anak tokoh Minang ini, sudah bertemu dan saling komunikasi. Kamil sudah tamat di Akademi Militer dan bertugas di kesatuannya. Sementara Lidya, bertekad menyelesaikan kuliahnya di kedokteran gigi.
Akhir Oktober lalu, Lidya diwisuda dan berhak menyandang gelar dokter gigi (drg). Persis waktu acara wisuda, sebuah karangan bunga besar hadir di tempat acara wisuda di Kampus Universitas Baiturrahmah. Karangan bunga itu berasal dari Kapten Kamil Bahren Passa.
Komunikasi jalan, silaturahim terjaga. Takdir Allah pun, merekat hubungan putri dan putra terbaik ini.
“Alhamdulillah, persis di hari pertunangan mereka, Lidya juga mendapatkan izin praktek dokter giginya,” kata Basko. “Kami bersyukur, Allah SWT meredhai hubungan anak-anak kami, sehingga bisa memasuki masa pertunangan ini,” ujar Muslim Kasim, di malam “Tuka Tando”.
Lidya, menutur Basko, sudah menyatakan siap mendampingi Kamil Bahren, sekaligus mendukung karir suaminya sebagai perwira TNI. “Kami percaya Lidya mampu menjadi istri seorang prajurit TNI yang baik. Dia sudah terbiasa mandiri,” kata Basko dengan suara bergetar. (wan/ze)
Share
