BKD Pilih Pegawai dan PTT Terbaik
ANAMBAS- Dalam peringatan hari Korpri dan hari Guru, Bupati Anambas memberikan reward bagi pegawai terbaik, Pegawai Tidak Tetap (PTT) terbaik dan guru terbaik. Pegawai terbik ini menerima piagam, satu sepeda motor untuk dimiliki dan beserta uang tunai.
Kepala BKD KKA, Iip menyampaikan, pemilihan itu berdasarkan beberapa kriteria antara lain lama tugas, keprofesionalan dalam tugas, ketokohan dalam masyarakat dan pengabdian kepada masyarakat dalam menjalankan tugas.
Tampil sebagai Guru terbaik adalah Zulman Zulkifli asal Tambelan. Pria kelahiran 22 Desember 1955 ini telah bekerja di Anambas selama 28 tahun. Kepala sekolah SDN 004 Teluk Sunting, Kecamatan Siantan Tengah ini telah ditugaskan pemerintah sebagai kepala sekolah sejak diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil. 28 Tahun pengabdiannya di Teluk Sunting menjadi pelita dalam kegelapan bagi anak-anak Teluk Sunting.
"Pertama saya ditugaskan langsung menjadi kepala sekolah dan guru. Karena saya sendiri yang mengajar mereka selama dua tahun," tuturnya mengisahkan setelah menerima penghargaan dari Pemkab Anambas di Tarempa, Selasa (29/11).
Zulman menuturkan tugas pokok dirinya untuk memberikan pendidikan bagi anak-anak Teluk Sunting tempat ia bertugas merupakan ibadah yang harus dijalankan dengan ikhlas.
Ketulusannya dalam mengabdi akan dihitung oleh yang maha kuasa sebagai ibadahnya. Panggilan jiwanya untuk terus mengabdi merupakan penyemangat hari-harinya meskipun mengajar sendirian di daerah terpencil kala itu.
"Panggilan jiwa saya untuk mengabdi. Anak-anak butuh pendidikan. Semangat mereka dalam belajar adalah motivasi saya untuk tetap mengajar sampai sekarang. Meskipun kita terbatas sarana dan prasarana, untuk pendidikan tetap kita sampaikan," ujar guru yang dikenal sebagai panutan masyarakat Teluk Sunting ini.
Dalam kesehariannya, Zulman merupakan tokoh masyarakat yang sederhana. Perannya ini tak lepas dari Istrinya Salmah (48) yang setia mendampingi karirnya meskipun penghasilannya sebagai guru didaerah perbatasan kecil.
Semangat keluarga ini pun menurun kepada putri satu-satunya Zulmaneli (18) yang kini tengah menempuh pendidikan Strata I jurusan pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Berprestasi seperti bapaknya, Zulmaneli juga mendapatkan beasiswa berprestasi dari Pemkab Anambas sebagai PTT khusus yang ditugaskan untuk belajar.
"Sekarang putri saya sekolah di Bandung, jurusan pendidikan juga. Alhamdulilah ia mendapatkan besiswa untuk melanjutkan kuliah," tuturnya.
Sejak diangkat sebagai guru tahun 1983 silam, pendidikan menjadi pilihan utamanya. Keterpencilan Anambas yang kala itu belum berbentuk sebuah kabupaten tidak menjadi kendala baginya untuk mengabdi.
Saat itu belum ada listrik, jaringan komunikasi baik seluler maupun telpon kabel, kantor pos yang belum ada di Teluk Sunting dan Transportasi yang sulit antar pulau dan pusat ibukota Provinsi Riau dan Kepuluan di Pekanbaru.
Kini setelah Anambas berbentuk sebuah kabupaten yang memasuki usia keempat tahun, sosok Zulman sudah tidak asing lagi putra-putra daerah Anambas. Baik itu kalangan pejabat maupun masyarakat.
Dari sekolah yang dipimpinnya telah lahir putra putri Anambas dalam pembangunan kabupaten di perbatasan Indonesia ini. Selama tiga tahun terakhir berturut-turut SDN 004 Teluk Sunting yang dipimpinnya lulus 100 persen. (cw47)
- Along Pasti Pulang, Pa...
- Mengintip Trik Sukses Bos Golden Prawn
- Nasib Guru Mengajar di Daerah Pedalaman di Lingga
- Yang Beruntung dalam Program Angket Pembaca HK
- Penarikan Undian Angket Pembaca Haluan Kepri
- Jangan Remehkan Siswa SLB
- Melihat-lihat Jodoh Sampai ke Singapura
- Yulia, 10 Tahun Menderita Hydrocephalus
- Perjuangan Dokter Muda di Desa Nelayan, Bintan
- Zul Fahri, Pemilik Bengkel Las dan Bubut
- “Tuka Tando” Yang Membahagiakan
- Finalis UMKM Award 2011, Warijan, Pengusaha Tahu Bermental Baja
- VCD/DVD Bajakan
- Agar Anak Suku Laut Bisa Sekolah
- Perahu Jong, Permainan Rakyat Pesisir yang Masih Lestari
- Rahasia Abon Lele Jumirah
- Di Balik Pembunuhan Sadis Ibu-Anak di Karimun
- Atlet Balap Motor Kepri Menuju Pra PON
- kegiatan Rampai Seni Budaya Melayu
- Melihat Kondisi Terminal Mukakuning