Pikat Turis dengan Konsep Murah, Unik dan Alami
BATAM-Pemerintah Kota Batam memberi apresiasi dan penghargaan kepada Tek Po (Abi), Bos Restoran Seafood Golden Prawn, sebagai Tokoh Bidang Kepariwisataan. Penghargaan ini bersempena dengan HUT Kota Batam ke-182.
Layakkah penghargaan ini? Jika memperhatikan kesungguhhan pria kelahiran Duri Angkang, 7 Juni 1959, maka tidaklah berlebihan pengusaha yang concern mengembangkan usahanya di dunia kepariwisataan ini mendapatkan predikat terhormat tersebut.
Apalagi, kerajaan bisnisnya di dunia kepariwisataan Batam saat ini membentang dari hulu sampai hilir. Abi mengembangkan travel, restoran, hotel sampai objek wisata. Praktis, siklus kunjungan wisatawan tidak satupun terlewatkan.
Mau ke Batam? Abi menyiapkan travel untuk turis. Begitu juga makan, Abi menyajikan makan enak dan gurih di restoran Golden Prawn. Juga Abi menawarkan Golden View Hotel, jika turis ingin sedikit berlama dan long stay di Batam. Tidak ketinggalan, Abi menghadirkan Golden City, fasilitas wisata yang lengkap untuk dinikmati.
Lantas apakah ia menyiapkan modal besar untuk membangun kerajaan bisnisnya? Pengusaha yang merintis usaha restoran sejak 1982 ini, ternyata mengembangkan bisnisnya dengan modal seadanya. Katanya, pelan-pelan dia menyiapkan segala sesuatunya.
"Kayak di Golden City misalnya, kita cuma bangun miniatur rumah adat yang ada di Indonesia. Di sana, para wisatawan bisa foto-foto dan menjadikan hal ini kenangan mereka selama berkunjung ke Batam. Itu pun mereka sangat senang," kata Abi, Rabu (21/12) kemarin.
Selain menyiapkan fasilitas wisata dengan modal murah, Abi juga menawarkan paket wisata murah. Katanya, dia menawarkan paket perjalanan wisata Singapura-Batam plus makan di Golden Prawn hanya 18 dolar singapura saja.
Paket sebesar itu sangatlah murah. Tapi bagi Abi hal itu tidak penting. Sebab yang dia bidik adalah bagaimana wisatawan Singapura dan Malaysia bisa ke Batam sebanyak-banyaknya.
"Kalau wisatawan Singapura dan Malaysia itu membanjiri Batam, maka masyarakat Batam bisa menikmati kehadiran mereka. Industri rumah tangga yang menawarkan produk makanan ringan bisa tumbuh. Begitu juga, industri massage, souvenir dan lainnya bisa menggeliat," kata pria kelahiran Duri Angkang ini.
Abi memperkirakan para wisatawan yang datang ke Batam itu bisa membelanjakan uangnya paling kurang 100 dolar dalam satu kali kunjungan. Jika ada jutaan wisatawan yang membuat uang 100 dolar singapura setahun, maka otomatis, uang yang berputarpun semakin banyak. Ekonomi Batam pasti tumbuh.
Selain menawarkan paket wisata yang murah, Abi memanjakan para wisatawan dengan keunikan. Sebab hal-hal yang aneh-aneh, menjadi daya pikat turis di Singapura dan Malaysia. "Kalau cuma sekedar untuk tidur, wisatawan kan bisa tidur di rumah mereka. Ngapain mereka ke Batam. Tapi kalau ada yang unik-unik yang tidak pernah disaksikan mereka, ini yang membuat mereka merasa enjoy (senang) mengunjungi Batam," paparnya.
Untuk paket wisata yang unik ini, Abi menyiapkan berbagai seni tradisional Indonesia yang memang tidak dimilik oleh negara lain. Di Golden Prawn misalnya, turis bisa menikmati pertunjukan kuda lumping. Atraksi kuda lumping yang makan kaca, mengelupas kelapa dengan gigi dan memadamkan api dengan mulut jadi daya pikat tersendiri.
Khusus pada saat akhir pekan, Abi menyiapkan berbagai pertunjukan seni dan tari tradisional dari berbagai belahan nusantara. Agenda ini rutin dilaksanakan, untuk menghibur para turis saat menikmati makan di Golden Prawn.
"Khusus di objek wisata Golden City, kita siapkan tari Melayu dari Batubesar," ujar Abi.
Keunikan lain, Abi juga menyiapkan kapal Laksamana Cheng Ho yang bisa membawa para turis berlayar menyisir Kota Batam lewat laut. "Tentu pengalaman ini juga jadi menarik bagi turis," katanya.
Selanjutnya, Abi mendesain konsep wisata yang ditawarkan itu dengan alami. Abi menyiapkan kolam ikan dan kampung spa bermotif rumah adat Melayu dengan dinding yang didesain dari koran bekas serta kebun binatang mini yang bisa dinikmati para turis.
"Yang pasti, orang Singapura itu pasti senang dengan yang alami. Karena mereka jarang menemukan hal itu di negaranya. Karenanya, tidak penting juga wisata itu dibangun dengan modal besar. Asalkan kita bisa membaca kecendrungan dan ketertarikan para wisatawan tersebut," katanya.
Guna mendukung kelangsungan iklim pariwisata Batam bisa langgeng kata Abi, makafaktor keamanan menjadi satu hal penentu. Batam aman, maka wisatawan tidak khawatir berkunjung dan ini jadi titik awal kemajuan kepariwisataan Batam di masa datang.
Karenanya dia berharap, masyarakat Batam bisa bersama-sama menciptakan kondisi keamanan. Sebab kata Abi, Batam ini bisa tumbuh, berkembang dan berlari, tidak terlepas dengan industri pariwisata. (Rahmat Ghafur)
Share

