Tuesday, Jan 17th

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Insert Along Pasti Pulang, Pa...

Along Pasti Pulang, Pa...

Cerita Duka Rahmat, Ajudan Asisten III Pemko Tpi
TANJUNGPINANG - Suasana haru menyelimuti rumah kediaman Rahmat, ayah Maghfiraa Aliffa (7), seorang murid SD 002 kelas 2 yang tewas setelah motor Yamaha Mio yang dikendarai kakaknya Santia Bela Safira (17) menabrak truk elpiji di Simpang Senggarang, Senin (26/12) sekitar pukul 16.30 WIB. Kemarin (27/12) rumah duka di Jalan Brigjen Katamso, Gang Meranti Nomor 02, Kelurahan Bukit Bestari ramai oleh pelayat.
Mata Rahmat berkaca-kaca, saat koran ini menyambangi rumahnya. Di rumah duka, pelayat terus berdatangan.

Butiran air yang menggelayut di mata Rahmat, jatuh. Sesaat ia tertegun, lalu kembali menyeka air matanya.

"Saya sedih, kalau teringat Along (panggilan Maghfiraa). Sebelum hari naas itu, Along sempat berucap empat kali dan menyuruh saya tenang. Ia meminta saya tenang, karena dia pasti sudah sampai di rumah sebelum adzan Maghrib," kata Rahmat mengenang kata-kata terakhir anak bungsunya itu.


Rahmat menjelaskan, Along merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Anak bungsunya itu, sangat pandai mengaji serta memiliki segudang prestasi di bangku sekolah. Bukan hanya itu, Along juga dikenal sebagai anak yang periang dan santun terhadap siapapun yang dikenalnya.

"Sebenarnya kemarin itu, saya bersama anak-anak sedang berlibur ke Senggarang. Kami ke sana menggunakan sepeda motor berboncengan. Setelah itu kami sekeluarga pulang. Pas mau pulang, saya bilang pada kakaknya, Santia Bela Safira agar pulang dulu dengan adiknya (Along) dengan motor Mio berboncengan," ungkapnya.

Dalam perjalanan pulang itulah, lanjut Rahmat, Along kecelakaan dan akhirnya meninggal di lokasi kejadian, tepatnya di Simpang Senggarang. Nyawa Along tidak dapat tertolong lagi, sedangkan kakaknya Bela dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) oleh warga dan dibantu petugas kepolisian.

"Saya kaget mendengar kejadian itu. Tapi mau dibilang apa, semua sudah terjadi. Saya sudah ikhlas dan harus kuat menerima cobaan berat ini. Semoga anak saya diterima disisi Tuhan Yang Maha Kuasa," ujar Rahmat.

Di lokasi yang sama, salah seorang warga juga menyampaikan rasa kehilangannya. Kata warga tersebut, ia sangat sedih mendengar kejadian yang menimpa anak Rahmat tersebut. Katanya, Along adalah anak yang pandai dan cantik.

"Saya sedih dan sangat kehilangan. Along anaknya baik dan pandai," tuturnya.

Tak lama berselang, mobil jenajah milik Pemko Tanjungpinang tiba di rumah kediaman Rahmat. Mobil ambulan ini segera membawa jenajah Maghfiraa Aliffa ke tempat peristirahatan terakhirnya di Batu 7.

Pada waktu hampir bersamaan, tampak datang ke rumah duka Walikota Tanjungpinang Suryatati A Manan dan putrinya Maya. Pelayat yang sudah tiba sempat kaget melihat kedatangan walikota dan putrinya itu.

Keheranan pelayat terjawab, karena Rahmat ternyata pegawai negeri sipil Pemko Tanjungpinang yang bertugas sebagai ajudan Asisten III Wan Samsi. (rudi yandri)


Newer news items:
Older news items: