Sama Saja Seperti Malam-malam Biasanya...
BATAM CENTRE- Bagi hampir setiap orang, malam pergantian tahun seperti wajib untuk dirayakan. Pesta kembang api dan kegiatan lain yang menggambarkan hura-hura pun seakan menjadi menu utama. Namun tidak demikian halnya dengan Afrizal, pemulung yang sudah puluhan tahun mengadu nasib di Kota Batam.
Di tengah-tengah gegap gempita suara terompet dan petasan, di antara kerumunan orang yang menyemut di dataran Engku Putri untuk melihat petsa kembang api dan konser grup band Gigi, Sabtu (31/12) malam lalu, Afrizal seolah tak terpengaruh. Dia tampak tekun memandang ke bawah.
Dengan topi dan kemeja lengan panjang biru langit, pria berusia 40 tahunan itu terus memungut botol demi botol air mineral yang malam itu berserakan di Engku Putri.
"Lumayan juga hasilnya, sudah sejak sore tadi saya berada di sini. Sudah ngumpulin botol dari jalan, dari tempat-tempat sampah yang ada di sekitar sini," ujar Afrizal ditemui di sela-sela mengutip botol bekas air mineral yang dibuang warga.
Afrizal seakan tak hirau dengan suasana hiruk pikuk di malam tahun baru itu. Karung besar bewarna putih dengan lis merah menjadi teman setianya malam itu. Deru mesin, suara terompet dan orang-orang yang lalu-lalang, diacuhkannya.
"Saya tinggal di dekat (restoran) Bebek Bali, dekat dari sini kok," katanya, ramah.
"Saya dan istri tinggal bersama kakak saya. Istri di rumah membereskan pekerjaan saya, setiap hari beginilah saya dari pagi hingga malam, saya harus mengumpulkan botol-botol minuman plastik untuk dijual supaya ada uang buat sekolah anak di kampung," katanya.
Afrizal mengaku, tidak tertarik dengan keramaian malam itu. Namun, dia menyukurinya. Tentu saja. Keramaian berarti pendapatannya akan bertambah. Soal meriahnya acara, dia tak menggubris.
"Ah, sama sajalah seperti hari-hari biasa. Malam tahun baru ini, tidak ada bedalah, sama saja kayak malam-malam biasanya," kata Afrizal saat ditanya kenapa dia tak ikut menikmati suasana malam tahun baru yang meriah.
"Apa yang mau saya rayakan, sebab saya dari dulu sampai sekarang saya begini-begini saja. Saya hanya bisa berdoa dan terus berusaha, semoga hidup yang saya jalani lebih baik di tahun 2012 nanti."
"Mudah-mudahan anak-anak saya di kampung halaman tetap bahagia menyambut tahun baru meskipun tanpa kami orangtuanya. Dan semoga saja mereka tetap semangat dan terus berjuang untuk belajar dan mengerti arti pentingnya hidup" kata Afrizal lagi sambil matanya menatap langit di atas Engku Putri yang malam itu tampak terang benderang. (cw42)
- Kemiskinan, Membuat Agus Tidak Sekolah
- Penyalahgunaan Hotel Melati di Batam Jadi Tempat Esek-esek
- Pagi Sebelum Sekolah, Cahya Jualan Sayur
- Berburu Ikan Dingkis, Jelang Imlek
- Gibran, Mengidap Tumor Sejak Lahir
- Tradisi Perayaan Imlek
- Menunggu Prestasi dari Belajar di Lantai
- Hengki Suryawan, Anak Nelayan Miskin, Kini Punya 100 Kapal
- Wanitapun Perkasa Pengangkut pasir
- Rutan Tpi Jadi Objek Wisata
- Rugi Bukan Alasan untuk Berhenti
- Semoga Malam Tahun Baru Tak Hujan...
- Ajaib, Pisang Berbuah dalam Batang Pohon
- Haluan Kepri Makin Bagus...
- Along Pasti Pulang, Pa...
- Kilas Balik Hukum dan Korupsi di Kepri 2011
- Mengintip Trik Sukses Bos Golden Prawn
- Yang Beruntung dalam Program Angket Pembaca HK
- Nasib Guru Mengajar di Daerah Pedalaman di Lingga
- Penarikan Undian Angket Pembaca Haluan Kepri