Wednesday, Mar 14th

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Insert Ocarina Berbenah Sambut 2012

Ocarina Berbenah Sambut 2012

Sulap Objek Wisata jadi Tempat Rileks
Tahun 2011 berlalu sudah. Kini memasuki tahun 2012, kawasan wisata Ocarina berbenah diri. Mega wisata termegah dan terbesar di Batam ini, menyiapkan konsep baru, menyulap objek wisata jadi tempat rileks.

Oleh: Armat Juang/Rahmat Ghafur Kecipak ombak iring beriring berdesir Minggu (1/1) siang itu. Puluhan orang pun bermain di pinggir pantai wisata Ocarina. Mereka mandi-mandi dan berlari-lari di antara hamparan butiran pasir pantai nan bersih.

Siang itu, memang kawasan Mega Wisata Ocarina lagi ramai dikunjungi masyarakat melepas rehat dan mengisi liburan. Sehingga, aksi Aprizal Idris yang menarik mobil pick up seberat tujuh ton menggunakan gigi, terasa memuaskan para pengunjung yang memang lagi melepas penat dan mengisi liburan di awal tahun.

Warga pun menikmati berbagai fasilitas yang ada di kawasan itu. Tapi sayang, banyak diantara fasilitas di kawasan Mega Wisata Ocarina bangunannya yang sudah tidak beroperasi lagi.

Seperti Bronze Dragon, sebuah Restaurant yang persis berada di sebelah kanan pintu masuk Ocarina. Kondisi restoran sudah tampak tidak terawat. Tenda-tenda tempat para pengunjung biasa duduk di tepi restaurant, sebagian sudah tidak ada lagi pada tempatnya. Sebagian pagar pembatas yang ada sudah berkarat dan kursi untuk pengunjung sudah tidak lagi terlihat.

Dan dua buah restaurant yang berada di bibir pantai, yaitu Festive dan Mama Seafood dan Steamboat kini telah berubah fungsi menjadi gudang makanan dan minuman. Tenda-tenda yang dahulunya berada di tengah pantai, yang digunakan pengunjung untuk makan dan bersantai, sekarang sudah ditumpuk di samping restaurant.

Sedangkan untuk toko-toko yang berada di dekat komedi putar yang berjumlah kurang lebih 30 unit, kini sebagian besar sudah tidak lagi ada penghuninya. Yang terlihat masih menggelar jualannya hanyalah toko yang menyediakan layang-layang dan sebuah percetakan foto, ditambah tempat penjualan tiket permainan komedi putar.

Bagi masyarakat yang berkunjung ke Mega Wisata Ocarina, yang ingin mencari makanan sembari menikmati pemandangan laut dan desiran ombak, hanya tinggal beberapa stan yang terbuat dari tenda yang berdiri di samping kanan panggung utama.

Para pedagang yang berjualan menjajakan makanan khas Bandung, siomai dan batagor. Beberapa stans lain ada yang berjualan mei ayam, nasi goreng, sop tulang, jagung bakar dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk sejumlah ruko yang berlantai satu yang berjejer sepanjang jalan, sudah tidak ada lagi yang beroperasi. Hanya tinggal meja-meja yang berada di depan tempat kursi.

Untuk permainan air seperti Bomper Boat, Doubel Water Bike dan penyewaan sampan sudah tidak lagi beroperasi. Terlihat di lokasi Bomper Boat yang berjumlah sekitar 20 unit dan Doubel Water Bike sekitar empat unit, serta empat unit sampan sudah terlihat tidak lagi terawat dan kondisinya sudah tidak lagi di atas air.

Yang tersisa, fasilitas jet sky, taman bermain anak-anak, water park, komedi putar, rental sepeda dan bagi anak-anak yang memiliki hobi bermain sepeda motor mini masih tersedia.

Merespon kondisi ini, General Manager Mega Wisata Ocarina, Dewi Koryati menegaskan, pihaknya tidak akan cengeng dan akan berupaya dengan sekuat tenaga agar kawasan Ocarina tetap eksis. Meski disadari bahwa membangun bisnis di bidang pariwisata itu tidak mudah.

Kata Dewi, pihaknya tengah menyiapkan konsep kawasan Mega Wisata Ocarina menjadi tempat rilek bagi wisatawan dan masyarakat Batam. Pihaknya juga akan menggratiskan para pengunjung yang ingin melepas penat di kawasan ini.

"Kita sudah evaluasi dimana kekurangan kawasan ini kok kunjungannya mulai menurun," kata Dewi.

Wanita jebolan Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta ini menyatakan, sebagai tempat rileks dan pusat kuliner, Ocarina bisa dikunjungi kapan sana. Saat ini katanya, Ayam Penyet Fatmawati sudah bergabung dan tenan-tenan kuliner lain siap menjadi objek pelepas selera masyarakat.

"Jadi, kita maunya, kalau masyarakat mau mencicipi aneka menu, maka mereka bisa hunting di Ocarina. Mau masakan tradisional pun kita siapkan. Pokoknya kita berusaha memberikan yang terbaik bagi pengujung," kata Dewi.

Sebagai kawasan wisata, managemen Ocarina juga telah menyiapkan sederetan iven berkonsep unik dan menarik di sepanjang 2012. Saat ini, pihaknya tengah menginventarisir iven yang unik itu dan tengah menjajaki kerjasama.

"Yang pasti kita akan siapkan delman sebagai salah satu keunikan tradisional nusantara. Delman ini siap mengantarkan pengunjung dari simpang Regata sampai ke kawasan wisata Ocarina," terang Dewi.

Dewi pun mengaku tengah menyiapkan konsep wisata hutan bakau sebagai konsep wisata alam. "Ini baru disiapin. Kita punya lahan untuk itu," katanya.

Jika ini jadi, pihaknya optimis para wisatawan mancanegara seperti Singapura bisa menjadikan Ocarina jadi destinasi mereka. "Ini kan jarang-jarang di negara mereka. Tentu kesan alami ini yang kita tawarkan ke mereka. Apalagi kalau mereka bisa melihat kepiting, udang dan gonggong yang bisa mereka tangkap dan nikmati langsung di kawasan wisata hutan manggrove itu," tukas Dewi.

Berikan Dukungan
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Batam, Yusfa Hendri menyatakan, pemerintah selalu mendukung setiap iven pariwisata yang digelar oleh setiap pengelola objek wisata. Menurutnya, membangun pariwisata Batam sangat diperlukan konstribusi dan peran mereka. Sebab pemerintah tidak sanggup untuk mengkaver semua itu.

"Kalau Ocarina terus melakukan inovasi dan kreatifitas, pastilah pemerintah menyambut baik," katanya.

Menurut Yusfa, jika semua pengelola objek pariwisata di Batam terus berusaha melakukan inovasi dan kreatifitas dalam rangka mengundang para wisatawan berkunjung ke Batam, maka pihaknya optimis kalau target kunjungan wisatawan ke Batam pada 2012 mendatang tercapai.

"Kalau sampai November kemarin, terdapat 1.031.000 orang wisman yang mengunjungi Batam. Dan di akhir tahun, pada bulan Desember ada sekitar 130 ribu wisatawan yang datang. Sehingga total wisatawan yang datang ke Batam sepanjang tahun 2011 telah mencapai 1.161 juta orang. Ini telah melebihi dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah Pusat sebesar 1.150 juta orang wisatawan," papar Yusfa.

Katanya, untuk target wisman sendiri dari Pemko Batam selama 2011 lalu sekitar 1.250.000 orang. ***


Newer news items:
Older news items: