Warga Tionghoa Perantau Balik Kampung ke Lingga
Sudah menjadi tradisi tahunan saat menjelang Tahun Baru Imlek 2563 yang jatuh pada tanggal 23 Januari 2012 mendatang, dipastikan ribuan warga Lingga yang merantau kedaerah lain akan balik kampung (Thuan Yen Fan) ke daerah kelahirannya di Lingga demi merayakan tradisi Imlek bersama sanak dan saudaranya.
Hal ini pantauan Haluan Kepri di beberapa pelabuhan di Lingga mulai rami kedatangan arus mudik Imlek yang mudik menuju kampung halamannya masing-masing. Diperkirakan puncak arus mudik memasuki hari kedua atau ketiga menjelang perayaan Umlek. Lonjakan arus mudik ini juga anak memadati arus transportasi yang ada di pelabuhan laut, bandar udara dan angkutan darat.
“Perayaan Imlek kali ini bakal meriah, karena diprediksi banyak warga yang pulang kampung. Thuan Yen Fan atau tradisi pulang kampung diperkirakan mencapai 2.500 lebih warga yang bakal balik ke Lingga,” ujar Ketua Paguyuban Sosial Masyarakat Tinghua Indonesia (PSMTI) Kabupaten Lingga, Ferdianto yang akran disapa Ayun ini, Jum’at (13/10).
Ayun yang juga menjabat sebagai Ketua Perwakilan Umat Budda Indonesia (Walubi) Lingga menyebutkan, tradisi pulang kampung Imlek tersebut rutin setiap tahun, dimana hal yang paling utama bisa berkumpul dan bersilahturrahmi dengan orang tua dan sanak saudara, serta makan bersama pada malam Imlek dengan keluarga nantinya.
“Biasanya saudara mereka yang berada di Batam, Tanjungpinang, bahkan Pekanbaru akan pulang ke Lingga. Walau di sana mereka sudah berhasil atau belum, mereka pasti pulang, sebab hal yang utama itu adalah berkumpul dengan keluarga,” katanya.
Dikatakan dia, untuk saat ini sudah ada warga yang pulang kempung ke Lingga, namun masih ada yang belum karena masih menunggu cuti dan libur bersama perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh sekitar seminggu lagi dari sekarang.
Mengenai Warga yang pulang ke kampung halaman tersebut pada perayaan Imlek nanti bakal memicu perputaran ekonomi dan mendukung pembangunan di Lingga, serta mereka yang pulang ke Lingga tersebut dapat meningkatkan dan menumbuhkan perekonomian di kampung Lingga khususnya.
Untuk perayaan Imlek sendiri, kata dia, ritual keagamaan yang perlu dilakukan oleh umat Kong Hu Cu adalah sembahyang Topekong untuk menyambut hari imlek di Vihara. Kegiatannya dilakukan tepat sehari sebelum hari Imlek, di tahun ini jatuh pada tanggal 22 tepatnya pada hari Minggu menjelang tanggal 23 januari 2012 nanti.
“Tahun Baru Imlek kali ini merupakan tahun Naga Air, bagi orang yang dagangannya memiliki unsur api itu sangat bagus, biasanya usaha tersebut akan mendapat keuntungan yang baik, seperti rumah makan, yang menggunakan api untuk memasak di dapur,” tambah Ayun. (cw60)
- Pencuri Piring Divonis 4 Bulan
- Rumpawan Hidup Miskin di Daerah Kaya
- Gibran Segera Dirujuk ke RSCM
- Melirik Peluang Investasi Bintan Buyu
- Berharap Anak di Tahun Naga
- Kemiskinan, Membuat Agus Tidak Sekolah
- Penyalahgunaan Hotel Melati di Batam Jadi Tempat Esek-esek
- Pagi Sebelum Sekolah, Cahya Jualan Sayur
- Berburu Ikan Dingkis, Jelang Imlek
- Gibran, Mengidap Tumor Sejak Lahir
- Menunggu Prestasi dari Belajar di Lantai
- Hengki Suryawan, Anak Nelayan Miskin, Kini Punya 100 Kapal
- Wanitapun Perkasa Pengangkut pasir
- Rutan Tpi Jadi Objek Wisata
- Malam Tahun Baru di Mata Pemulung
- Ocarina Berbenah Sambut 2012
- Rugi Bukan Alasan untuk Berhenti
- Semoga Malam Tahun Baru Tak Hujan...
- Ajaib, Pisang Berbuah dalam Batang Pohon
- Haluan Kepri Makin Bagus...