Setiap Hari Berjuang Melawan Sakit
TANJUNGPINANG - Raut wajah menahan sakit tergurat jelas di wajah Gibran Khaifi Antalima (2). Putra pasangan Sucipto dan Anita, warga Tanjung Unggat ini mengidap penyakit tumor sejak masih bayi.
Sucipto dan Anita sudah bercerai. Kini, Gibran dirawat ibu dan kakeknya M Taha. Mereka bertiga tinggal di Jalan Sultan Mahmud, RT 8 RW 3 Nomor 28, Komplek Pelabuhan, Tanjungpinang. Di rumahnya nan sederhana, di sanalan Gibran dirawat.
"Beginilah cucu kami. Setiap hari berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Pernah dibawa ke rumah sakit, dokter bilang harus dioperasi, tapi duitnya dari mana. Ibunya hanya seorang pelayan di warung kopi dan sudah bercerai pula dengan suaminya," ungkap M Taha ditemui di kediamannya, Minggu (15/1).
Taha mengatakan, meskipun cucunya mengidap tumor ganas, Gibran tidak pernah menangis. Ia selalu tegar, tersenyum dan bermain seperti anak-anak kecil biasanya.
Kini, kata dia, Anita, sang ibu merupakan kepala rumah tangga yang harus mencari nafkah menghidupi kedua anaknya.
Dengan gaji yang diperoleh Anita sebesar Rp1,2 juta, uang tersebut hanya cukup untuk membeli makan dan keperluan sehari-hari mereka.
"Bapaknya Gibran pernah mengirim uang Rp 500 ribu dua kali Dan sampai saat ini tidak pernah mengirim uang lagi. Neneknya Gibran terkena sakit strok, dan alhamdulillah sedikit-sedikit sudah mulai agak membaik," kata Taha, menjelaskan kondisi keluarganya.
Melihat kondisi Gibran, Taha mengaku selalu menangis. Ia tidak henti-hentinya berdoa meminta pertolongan kepada Allah SWT. Hari demi hari dia lewati bersama cucu kesayanganya di rumah.
"Sempat pernah mengurus surat keterangan miskin di RT setempat, namun hingga kini belum ada perkembangan selanjutnya," ujarnya.
Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Beni yang ikut membesuk Gibran, mengaku prihatin. Katanya, Pemko Tanjungpinang harus segera membantu Gibran, agar penyakit yang dideritanya sembuh total. (cw40)
- Jadi Buruh Cuci, Demi Pendidikan Ketiga Buah Hati
- Pencuri Piring Divonis 4 Bulan
- Rumpawan Hidup Miskin di Daerah Kaya
- Gibran Segera Dirujuk ke RSCM
- Melirik Peluang Investasi Bintan Buyu
- Berharap Anak di Tahun Naga
- Kemiskinan, Membuat Agus Tidak Sekolah
- Penyalahgunaan Hotel Melati di Batam Jadi Tempat Esek-esek
- Pagi Sebelum Sekolah, Cahya Jualan Sayur
- Berburu Ikan Dingkis, Jelang Imlek
- Tradisi Perayaan Imlek
- Menunggu Prestasi dari Belajar di Lantai
- Hengki Suryawan, Anak Nelayan Miskin, Kini Punya 100 Kapal
- Wanitapun Perkasa Pengangkut pasir
- Rutan Tpi Jadi Objek Wisata
- Malam Tahun Baru di Mata Pemulung
- Ocarina Berbenah Sambut 2012
- Rugi Bukan Alasan untuk Berhenti
- Semoga Malam Tahun Baru Tak Hujan...
- Ajaib, Pisang Berbuah dalam Batang Pohon