Saturday, Mar 24th

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Insert Berharap Anak di Tahun Naga

Berharap Anak di Tahun Naga

Diyakini Membawa Keberuntungan
Bagi masyarakat Cina, tahun 2012 adalah tahun naga. Menyambut momentum tahun naga, Presiden Taiwan Ma Ying-jeou meminta setiap pasangan di negara itu untuk melahirkan bayi. Karena diyakini bayi yang lahir di tahun naga akan membawa rezeki dan kesejahteraan, sesuai dengan arti naga bagi masyarakat Tionghoa. Seperti diberitakan AFP, Kamis (19/1), Ying-jeou sangat optimis akan meningkatnya angka kelahiran di Taiwan pada tahun naga yang dimulai pada tanggal 23 Januari 2012. Tahun naga dianggap sebagai tahun yang paling menguntungkan dalam zodiak Cina dan sebagai tanda kelahiran favorit bagi anak-anak.

"Saya sangat prihatin bahwa jika kita tidak memiliki sumber daya yang cukup, kita harus mendapatkannya dari luar negeri dan masalah ini akan menjadi lebih rumit. Ini akan menjadi baik jika kita bisa mengandalkan diri sendiri," katanya.

Tingkat kelahiran di Taiwan mencapai rekor yang terendah pada tahun 2010. Jumlah bayi yang baru lahir menyusut hingga 166.886 bayi, turun dari 191.310 bayi dari tahun 2009.

Pihak pemerintah telah menawarkan berbagai insentif untuk pasangan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk hadiah uang tunai dan penitipan anak serta subsidi pengobatan kesuburan. Maklum, Taiwan berada di tengah kekhawatiran menurunnya jumlah tenaga kerja yang akan dapat mengikis ekonomi negara itu.

Tingkat kelahiran Taiwan menurun dari tahun ke tahun sejak tahun 2000, Tahun Naga terakhir, di mana pada tahun itu tercatat sekitar 305.300 bayi yang lahir.

Menyambut tahun naga, ada pemandangan yang tak biasanya di rumah sakit yang ada di Taiwan. Dalam pekan ini Rumah Sakit Adventist Taiwan di Taipei penuh dengan perempuan yang memeriksakan kandungannya.

Tahun Baru Imlek kali ini bertepatan dengan Tahun Naga dan akan dimulai pada Senin (23/1/2012) pekan depan. Orang-orang Cina meyakini bahwa bayi bershio naga akan diberkahi dengan keberuntungan dan kekuatan yang melimpah. Di masa lalu, simbol naga hanya untuk kaisar dan dianggap sebagai simbol keberuntungan.

"Sudah lama sekali kami tidak melihat pemandangan seperti ini," kata Hung Tzu Hu, seorang pejabat rumah sakit, tentang serbuan kaum ibu hamil di tempat itu.

Salah seorang ibu hamil, Austin Tseng, mengaku awalnya tidak ingin punya anak lagi. Menurut perempuan 32 tahun itu, satu anak sudah cukup. "Ternyata, tahun depan adalah tahun naga dan saya senang sekali kalau punya anak kedua," kata Tseng seusai menjalani USG untuk kandungannya yang berusia 20 minggu.

Ledakan angka kelahiran ini diperkirakan tidak hanya terjadi Cina ataupun Taiwan, tetapi juga di negara-negara lain di Asia yang merayakan Tahun Baru Cina, seperti Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Hongkong, dan Makau. Padahal, sebagian besar dari negara-negara itu memiliki angka rata-rata kelahiran yang cukup rendah. Hal itu disebabkan sebagian besar kaum muda mereka lebih mementingkan karier daripada tanggung jawab untuk membesarkan anak.

Namun, tahun naga berhasil menggoyahkan pendirian mereka. Sebuah jajak pendapat di Hongkong menunjukkan bahwa 70 persen pasangan muda memilih anak-anak mereka dilahirkan di tahun naga. Sementara itu, di Korea Selatan, Vietnam, dan Cina juga terlihat antusiasme serupa terkait memiliki anak pada tahun naga.

Melonjaknya angka kelahiran pada tahun naga sudah diantisipasi kalangan bisnis. Bank-bank lokal mengeluarkan koin emas dan perak bersimbol naga. Mereka percaya banyak orang akan membeli koin-koin naga itu sebagai hadiah bagi orangtua yang akan memiliki anak tahun ini.

Bagi pemerintah Thailand, kedatangan tahun naga kali ini menjadi berkah tersendiri. Selama 10 tahun terakhir, mereka berusaha menaikkan angka kelahiran, bahkan dengan menjanjikan insentif berupa uang agar keluarga-keluarga mau memiliki atau menambah jumlah anak. Namun upaya pemerintah tidak begitu sukses.

"Banyak perempuan ingin mempertahankan kualitas hidup dan berpikir bahwa membesarkan anak akan menjadi beban berat. Tetapi dengan banyaknya orang di sekitar mereka yang bicara tentang membesarkan 'anak-anak naga', mereka jadi tidak mau ketinggalan," kata Wu Mei Ying, seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri.
(dtc/kcm)


Newer news items:
Older news items: