Saturday, Jan 28th

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Insert Melirik Peluang Investasi Bintan Buyu

Melirik Peluang Investasi Bintan Buyu

Pusat perkantoran Pemkab Bintan di Bintan Buyu menyimpan potensi besar untuk pengembangan perekonomian masyarakat di daerah tersebut. Terletak cukup jauh dari pemukiman padat warga, Bintan Buyu justru lebih mudah dikembangkan karena memiliki areal kosong yang masih luas sehingga lebih memudahkan dalam penataan.
Saat ini Bintan Buyu memang terlihat sepi, namun potensi besar yang tersimpan di daerah itu diyakini tak akan dilewatkan oleh pelaku ekonomi lokal yang mengincar lokasi tersebut. Seperti disampaikan Ahmad, warga yang dulunya tinggal dekat lokasi perkantoran mau tidak mau harus merelakan rumah serta kebun miliknya, karena tak tahan godaan harga jual tanah yang semakin melangit di daerah tersebut.

"Dulu, tanah dekat sini tak ada yang mau beli. Kalaupun ada, paling harganya Rp30 ribu - Rp40 ribu per meternya. Tiba-tiba tanah serta kebun saya ditawar seharga Rp70 ribu per meternya. Akhirnya saya terpaksa jual dan membeli lagi di lokasi lain yang lebih murah," kata Ahmad pada Haluan Kepri, Kamis (26/1).

Ahmad mengaku menjual lahan miliknya saat pusat perkantoran Pemkab masih dalam proses pembangunan. Namun setelah pusat perkantoran selesai, ternyata harga tanah didaerah tersebut juga ikut naik, sehingga Ia merasa sedikit menyesal karena terlalu cepat mengambil keputusan untuk menjual lahannya. "Sekarang sudah mencapai Rp100 ribu - Rp150 ribu per meter harga tanah di daerah ini. Saya ternyata terlalu cepat mengambil keputusan," sesal Ahmad.

Melirik potensi saat ini, bukan tidak mungkin harga tanah disekitar lokasi perkantoran Pemkab akan semakin tinggi. Dalam waktu dekat, diperkirakan sekitar lokasi ini akan berdiri berbagai ruko dan bangunan lain seiring ditempatinya pusat perkantoran Pemkab Bintan sejak 16 Januari lalu.

Disamping itu, potensi 900 pegawai Pemkab Bintan sesuai dengan data Koperasi Pemkab Bintan merupakan pasar yang sangat potensial dan tak mungkin dilewatkan kalangan dunia usaha. Dengan jumlah tersebut, potensi sebuah restoran yang akan melayani kebutuhan pegawai maupun rumah kos juga merupakan peluang emas yang layak diraih.

Kasubag Pemberitaan Humas Pemkab Bintan, Qardinar juga mengakui potensi yang tersimpan di kawasan tersebut. Menurut dia, bagi kalangan usaha yang jeli memanfaatkan peluang pasti akan mencari lokasi usaha di daerah itu. Bahkan dia juga mendapatkan informasi ada beberapa restoran terkenal yang telah berinvestasi di daerah tersebut dengan membeli lahan.

"Ini peluang bagus. Bayangkan, hampir seribu pegawai Pemkab akan berkantor disini. Kalangan usaha pasti tak akan melewatkannya. Dan informasi yang saya dapatkan, ada beberapa pengusaha restoran telah membeli lahan untuk membangun restoran di daerah ini," kata Qardinar.

Sementara warga Bintan pada umumnya menyambut baik pemindahan kantor Pemkab Bintan di Bintan Buyu. Masyarakat berpendapat dengan pemindahan kantor ke daerah itu, bisa lebih adil dalam hal pengurusan publik terutama jarak tempuh karena selama ini masyarakat kewalahan dengan lokasi yang terpusat di Kijang dan Tanjungpinang.

Masyarakat Bintan yang umumnya tinggal di daerah Kawal, Lagoi, Tanjunguban, Teluk Sebong, Gunung Kijang menyambut baik pemindahan kantor layanan publik di Bintan Buyu, yang merupakan sentral Pemkab Bintan yang berlokasi di Jalan Tanjungpinang-Tanjunguban KM 42 di Bintan Buyu.

Selama ini masyarakat mengeluhkan rentang kendali jarak tempuh, sehingga masyarakat kesulitan dalam mengurus administrasi yang berkaitan dengan pemerintahan. Sebut saja soal perizinan usaha, catatan sipil dan termasuk pendidikan dan pengurusan lainnya yang berhubungan langsung dengan birokrasi.

"Kalau sekarang cukup adil. Pusat perkantoran Pemkab berada di tengah-tengah, jadi tidak terlalu banyak memakan waktu juga biaya ongkos transportasi," kata Wandi, warga Kawal ditemui di simpang antara Jakur Tanjunguban dan Kawal menuju kawasan wisata Trikora, Kamis (26/1).

Senada juga dikatakan M Rohim, warga Teluk Sebong, sebelumnya masyarakat mengalami kerepotan jika mengurus perizinan di Bintan. Masyarakat harus pergi ke Kijang dan Tanjungpinnag, karena kantor-kantor pemerintahan berada di daerah tersebut. Katanya, meski belum seluruhnya pindah ke Bintan Buyu, namun sudah ada titik terang kepastian pemindahan itu memudahkan masyarakat.

Katanya, dengan pusat pemerintahan di Bintan Buyu akan tercipta pemerataan pembangunan di Kabupatan Bintan yang selama ini terpusat di Tanjungpinang. "Selama ini pusat perkantoran di Tanjungpinang, tapi penduduknya di Bintan ini yang lebih cenderung nuansa pedesaan," katanya ditemui di persimpangan Bintan Resort, Lagoi, kemarin.(rul)