Sunday, Feb 12th

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Insert Kacang Botor, Sayuran dengan Gizi Tinggi

Kacang Botor, Sayuran dengan Gizi Tinggi

Kacang botor yang banyak dijumpai di pedesaan Kabupaten Kepulauan Anambas, bernama botani Psophocarpus Tetragonolobus. Kacang ini juga dikenali sebagai kacang botol, kacang kelisa, kacang sirek atau kalkang, merupakan sayuran yang paling mudah didapatkan. Di tengah sulitnya transportasi sayur mayur dari Tanjungpinang, kacang botor sangat mudah didapatkan karena ditanam oleh petani Anambas sendiri.

Bagi Ghang Tompak (Orang Tarempa) yang suka makan ulam-ulam, kacang botor sudah tidak asing lagi karena kacang botor selalu tersedia di pasar sayur Tarempa. Begitu juga pada saat acara jamuan makan, kacang botor merupakan sayur yang tidak pernah ditinggalkan, karena mudah mendapatkannya dengan ciri khas khas sayur berwarna hijau.

Penyajian yang sering dilihat, adakalanya kacang botor direbus dulu sebentar, setelah itu baru diulam dan dicecah pakai sambal belacan dan dimakan dengan nasi lemek dari beras lele dan sejenisnya. Tapi ada juga yang menjadikan ulam mentah, karena kacang botor ini memiliki rasa yang sedikit pahit. Jadi punya rasa tersendiri disamping lauk makan untuk menghabiskan nasi. "Rasanya itu diulam mentah ada pahitnya. Jadi nasi tidak terasa habisnya," tutur Madew, salah seorang yang selalu menjadikan kacang botor sebagai kawan lauk makan.

Di desa-desa, kacang botor banyak ditanam petani. Kacang ini sangat mudah tumbuh, berdaun lebat hijau dengan buah yang juga hijau. Saat berdaun lebat, kacang botor sulit diambil buahnya karena tertutup daun, ditambah lagi dengan buah yang juga hijau.

Begitu mudahnya mendapatkan kacang botor ini, tentunya memiliki gizi yang dikandung. Kacang botor yang muda mengandung banyak kalsium, zat besi dan vitamin A, C serta garam galian. Tidak hanya itu, kacang botor ini juga mengandung protein 5-7%. Dari kandungan gizi ini, kacang botor cocok untuk orang yang kurang darah karena mengandung zat besi.

Nilai kandungan protein yang terdapat pada kacang botor lebih tinggi dibanding dengan sayur-sayuran tropika lain jenis kacang-kacangan. Selain itu, kandungan asid amino dalam kacang botor juga mempunyai persamaan dengan kacang soya. Kacang botor yang masih muda, mengandung satu hingga tiga peratus protein. Tumbuhan ini memang mudah didapatkan di Anambas karena hidupnya yang mudah dengan tanah Anambas yang subur.

Bagi yang kesulitan mencari sayur ulam seperti daun selada yang biasa terdapat di kota-kota besar, maka kacang botor lebih mudah didapatkan. Disamping itu juga produk lokal ini bebas pengawet, juga terhindar dari racun-racun dan pupuk an organik dibandingkan dengan sayur selada yang datang dari Tanjungpinang akibat lamanya perjalanan laut. Harga yang lebih murah hanya dengan Rp30 ribu per kilogram, sedangkan selada per ons nya sampai Rp5.000. Itupun tidak selalu tersedia di pasaran. (yul)