Dari Lomba Foto Model
Puluhan fotografer mengikuti lomba foto model yang digelar Komunitas Fotografer Tanjungpinang (KFT), Minggu (19/2), di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah. Mereka serius membidik kameranya kepada modal yang telah disiapkan panitia.
Pagi Minggu itu cerah. Puluhan orang menentang kamera berbagai jenis merek. Mulai dari kamera saku sampai kamera profesional. Sebagian diantara mereka tampak sudah saling kenal. Selebihnya masih celengak-celenguk. Sepertinya, agak kikuk saat berkumpul di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah.
Tepat pukul 08.30 WIB, seorang panitia memberi aba-aba kalau pemotretan bakal dimulai. Sejurus kemudian, dua gadis cantik bergabung bersama kumpulan para fotografer ini. Para fotografer pun langsung berkerumun.
"Kayaknya ini objek foto kita," cetus seorang peserta lomba foto kepada seorang temannya.
Setelah mendengarkan penjelasan dari panitia, para fotografer pun mulai membidik objek fotonya. Kilauan lampu kemera pun berseliweran. Para fotografer mencoba mengekplorasi bidikannya dari berbagai sudut. Ada dari samping kanan , depan dan kiri.
Tidak ketinggalan para model pun gonta ganti gaya. "Ayo mbak. senyumnya mana?.. Ayo mbak senyum dikit," rayu para fotografer agar memperoleh hasil terbaik dari bidikannya.
Para model pun mengikuti keinginan para model. Mereka melempar senyum mengambang. Kadang terlihat agak tersipu, malu-malu.
"Nah gitu mbak, kalau senyum kan mantap," teriak salah seorang fotografer.
Ketua KFT Tanjungpinang, Joko Nus Wantoro, saat ditemuai dilokasi pemotretan mengatakan, perlombaan diikuti dari anggota KFT Tanjungpinang, Bintan dan Batam yang tergabung dalam Batam Fotografer Club (BFC) serta masyarakat umum. Sampai saat ini yang telah mendaftar untuk mengikuti perlombaan sebanyak 50 peserta.
"Tujuan diadakannya perlombaan pemotretan di museum, sesuai misi dan visi kita yaitu untuk peduli terhadap kultur seni dan budaya. Sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat bahwa di Kota Tanjungpinang mempunyai museum yang layak untuk dikunjungi," ungkap Joko
Lanjutnya, selain untuk mempererat hubungan silaturahmi dengan anggota KFT yang telah ada, juga untuk menguatkan kepada fotografi terutama pelajar dan mahasiswa dari hal-hal yang negatif, sekaligus sebagai ajang tukar pengalaman dan belajar sesama anggota serta saling memberikan informasi dan belajar kepada fotografi yang suadah berpengalaman.
"Kita juga mengimbau kepada penghobi atau yang ingin belajar bagi pemula tentang fotografi untuk bergabung dengan komunitas fotografi. Karena kita tidak memungut biaya, dan nantinya kita juga akan mengunjungi atau memberikan bantuan kepada panti asuahan sebagai bentuk sosial dari komunitas fotografi," kata Joko
Ungkapnya lagi, kedepan kita akan menggelar pameran foto dan membuat buku tentang fotografi dan puisi, dari hasil jepretan anggota KFT maupun masyarakat umum yang mengikuti perlombaan setelah dilakukan seleksi.
"Pada kegiatan perlombaan kali ini panitia menyediakan hadiah bagi peserta katagori pelajar dan umum, untuk katagori umum pemenang juara 1,2 dan 3 akan mendapatkan uang, sertifikat serta tas kamera. Sedangkan untuk katagori pelajar pemang juara 1,2 dan 3 akan mendapatkan unag, sertifikat serta memory card," tutup Joko.
Peserta perlombaan dari umum, Djonsen mengatakan, ini merupakan kegiatan yang perlu diacungi jempol. Karena bersifat positif. "Selain untuk bertukar pengalaman juga saling memberikan masukan terkait fotografi sehingga tidak tertinggal oleh perkembangan dunia fotografi. katanya.
Widya peserta lainnya dari pelajar mengungkapkan, selain untuk menyalurkan hobi, juga sebagai ajang tukar ilmu bahkan bisa belajar tentang fotografi lebih mendalam.
"Selain untuk belajar fotografi juga untuk menambah wasawan dan pengalaman serta dapat mengisi waktu luang seperti mengisi waktu libur sekolah, serta menghindari hal-hal yang tidak benar, dan mudah-mudahan mendapatkan juara," harap Widya. (Sutana)
- Wisata Air Panas Makin Ramai
- Sehari Terkumpul Batu Granit Satu Pompong
- Usaha Sagu Sejak Kerajaan Sultan Mahmud
- Melayu, Bukan Cuma Sekedar Simbol...
- "Jaga Selalu Hatimu", Senandung Isteri Sang Panglima
- khasanah, Turun Kapal, Tepung Tawar Wajib dilaksanakan
- Negeri Kaya Minyak tapi Miskin Energi
- Kelenteng Be Wang Bio Tertua di Lingga
- Bang Cakrim, Jangan Mudah Tertipu
- Mulyadi Lim, Pengusaha Furniture