Wednesday, Feb 22nd

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Insert Penderita Tumor Ganas Butuh Uluran Tangan

Penderita Tumor Ganas Butuh Uluran Tangan

Vita Ingin Sembuh dan Sekolah Lagi

Sepintas, tak ada yang luar biasa dari warung kecil yang terletak di samping Kantor Urusan Agama (KUA) Batuampar itu. Namun jika kita melihat ke dalamnya, hati kita tentu bakal tersentuh.


Seorang remaja putri bernama Vita Prazilita Sari (14), terlihat tak berdaya, terbaring lemah di tempat tidur berukuran kecil dengan kasur yang tipis. Badan pelajar kelas II SMPN 30 Bengkong Sadai itu seakan tak berbalut daging, tulang-belulangnya menonjol. Itu semua merupakan imbas dari penyakit tumor ganas yang hinggap di bahu kirinya.

Ya, sejak divonis menderita penyakit ganas oleh dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta pada medio September 2011 lalu., Vita seolah tak mampu menjalani hari-hari sebagaimana remaja putri lainnya yang senang bercanda ria. Setiap hari, yang keluar dari mulut kecilnya cuma rintihan dan tangis karena menahan sakit yang teramat sangat.

Ketiadaan biaya, membuat Fauzi dan Eli, orangtua Vita kini hanya bisa pasrah. Mereka pun mengharap uluran tangan para dermawan agar bisa membawa putri tercinta itu berobat. Terlebih lagi, kepada Pemerintah Kota Batam.

Menurut penuturan Fauzi, pada awalnya, Vita hanya mengalami rasa ngilu di bahu kirinya yang dibarengi dengan benjolan kecil. Untuk menghilangkan rasa nyeri, Vita hanya mendapat perawatan dengan cara urut atau pijat. Benjolan itu pun sempat hilang.

"Dulu kami kira hanya masuk angin saja, dan setelah diurut benjolan itu hilang. Tapi selang beberapa hari, tumbuh lagi benjolan yang sama di bahu kirinya itu," kata Fauzi ditemui di warungnya, Minggu (19/2) lalu.

Setiap hari, ujar Fauzi, benjolan itu bertambah besar dan rasa sakit yang dialami Vita semakin parah. Setiap malam Vita tidak bisa tidur karena menahan rasa sakit. Iba melihat anaknya kesakitan, Fauzi dan Eli lantas membawanya ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK).

"Kami membawanya ke Budi Kemuliaan, di sana kami tahu kalau dia (Vita) mengidap penyakit tumor jinak," katanya.

Namun, mengingat mahalnya biaya perawatan dan perobatan, ditambah lagi keluarga ini tidak memiliki asuransi kesehatan, maka Fauzi bergegas membawa anaknya ke kampung halaman di Bangka Belitung (Babel). Di sana, oleh dokter setempat, Vita dianjurkan untuk segera dibawa berobat ke RSCM Jakarta. Di situlah, Vita divonis mengidap penyakit tumor ganas. Bahkan, menurut dokter, tumor tersebut sudah menyatu dengan tulang bahu sebelah kiri Vita.

"Betapa terkejutnya kami mendengar hasil dari RSCM itu. Menurut dokter yang ada di RSCM, Vita belum bisa menjalankan operasi karena umurnya belum cukup dan bisa berakibat fatal," kata Fauzi.

Tak puas dan tak sabar karena pihak RSCM tak bisa memberi kepastian tentang pengobatan penyakit anaknya, Fauzi kembali memboyong Vita ke Batam pada tanggal 8 Januari 2012 lalu. Karena memang sudah tak punya biaya, maka untuk pengobatan di Batam, Vita hanya mendapat perawatan cara pengobatan alternatif.

"Sudah dua kali anak kami diperiksa oleh rumah sakit RSCM, tapi hasilnya sama saja. Dokter di sana hanya selalu bilang tunggu pemeriksaan selanjutnya. Saat ini, kami hanya memberikan pengobatan alternatif kepada Vita, karena hanya itu yang mampu kami berikan," ucap Fauzi.

"Saya berharap agar Pemerintah Kota Batam bisa membantu untuk penyembuhan penyakit anak kami ini. Agar Vita bisa sekolah lagi," sambung Eli dengan linangan air mata. (tengku bayu)