BATAM CENTRE -- Sebanyak 28 peserta mengikuti Lomba Busana Melayu tradisional resmi dan harian yang digelar Tim Penggerak PKK Kota Batam di Kepri Mall, Selasa (6/3). Peserta terdiri atas 18 orang tingkat dewasa dan 10 peserta tingkat anak-anak yang merupakan utusan dari kecamatan se-Kota Batam.
"Dengan memakai pakaian Melayu inilah yang dapat mengurangi seseorang untuk tidak berbuat macam-macam," ujar Walikota Batam Rudi SE saat membuka acara.
Rudi mengharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus ditingkatkan, karena memiliki dampak yang positif di lingkungan masyarakat.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam, Mariana Ahmad Dahlan menyatakan, lomba ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK yang ke-40. Sebagai daerah yang memiliki tingkat heterogenitas yang tinggi, Batam juga dikenal memiliki sejumlah keanekaragaman budaya bangsa.
"Insya Allah, acara seperti ini akan kita agendakan setiap tahunnya," ujarnya.
Melalui lomba ini, Mariana berharap dapat mensosialisasikan nilai-nilai luhur budaya bangsa secara otomatis. Karena setiap daerah yang ada di nusantara memiliki busana daerah yang beraneka ragam.
Busana daerah yang dimiliki oleh daerah merupakan ciri yang membedakan antara satu daerah dengan daerah lainnya. Sebagaimana busana baju kurung atau baju Melayu yang identik dengan Batam dan Provinsi Kepri pada umumnya. Untuk itu, perlu kepedulian seluruh masyarakat di Provinsi Kepri untuk melestarikan budaya yang dimiliki oleh daerah.
"Jika kita tidak peduli, maka hilanglah nilai-nilai luhur yang dimiliki bangsa," ujarnya.
Acara ini banyak mendapat perhatian para pengunjung Kepri Mall. "Wah, kelihatan lebih anggun ya," ujar Arni, salah satu pengunjung kepada dua temannya. (wan)
- Edi Utomo, Potret Pedagang Kaki Lima Batam
- Aset BP Batam Luar Biasa
- Benda Museum Dibersihkan Pakai Air Asam
- Satu Persatu Guru Kami Pergi...
- Siapa Bisa Selamatkan Hasan?
- Penderita Tumor Ganas Butuh Uluran Tangan
- Mbak, Senyumnya Mana?...
- Di Dunia Sengsara, Apalagi di Akhirat
- Meraup Rupiah dari Barang Bekas
- Wisata Air Panas Makin Ramai