Bima, bocah tujuh tahun itu, sejak Kamis (15/3) lalu dirawat Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) ruang perawatan Melati nomor 7 lantai 2. Sementara Bima tampak hanya bisa terbaring lesu di ruang RSOB, ayahnya sekarang ini harus mencari uang perawatan sebesar Rp19 juta dengan rincian Rp17 juta untuk biaya operasi dan sisanya untuk menebus obat-obatan.
"Bima masuk Kamis dan langsung dioperasi oleh dokter RSOB. dari perawatan insentif yang dilakukan tim dokter saya harus menebus biaya perawatan. Harga obatnya saja paling murah sebesar Rp600 ribu," tutur Deddy, kemarin.
Deddy membawa anaknya ke RSOB karena dirujuk Caris Medica sebagai klinik yang ditunjuk oleh perusahaannya. Dimana sebagai klinik pengobatan yang ditunjuk perusahaan tempatnya bekerja hanya memberikan batasan perawatan sampai Rp2 juta dengan ketentuan jika ada biaya lebih ditanggung pasien itu sendiri.
Sebagai karyawan bagian Viter perusahaan PT Vista Trisada Nusantara yang berlokasi di Tanjungriau, Deddy menerima gaji basic perbulannya.
Sebelumnya, Deddy membawa buah hatinya untuk mengecek sakit yang dialami dibagian perutnya. Namun saat dibawa pertama, pihak Caris Medica mengatakan tidak parah. Mendengar hal itu, keesokan harinya Bima dibawa pergi ke Tanjunguban. Saat itu, Bima kembali mengalami panas dan nyeri pada perutnya.
Karena khawatir, Bima kemudian dibawa ke tukang urut untuk diurut perutnya, namun karena sakitnya tak hilang, Bima dibawa ke Caris Medica. Dari sana ketahuan kalau anaknya terkena usus buntu.
"Di sana baru diketahui kalau ususnya sudah pecah. Karena di Caris tidak bisa menanganinya makanya dirujuk ke RSOB," ujar Deddy. Dia sangat berharap ada dermawan berkenan meringankan bebannya dan juga Bima. (cw56)
Older news items:
- Menengok Pusat Bisnis Pertama di Batam (2-Habis)
- Menengok Pusat Bisnis Pertama di Batam (1)
- "Lebih Anggun Ya..."
- Edi Utomo, Potret Pedagang Kaki Lima Batam
- Aset BP Batam Luar Biasa
- Benda Museum Dibersihkan Pakai Air Asam
- Satu Persatu Guru Kami Pergi...
- Siapa Bisa Selamatkan Hasan?
- Penderita Tumor Ganas Butuh Uluran Tangan
- Mbak, Senyumnya Mana?...