Pekerjaan menganyam tikar dan membuat tudung saji dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga untuk membantu perekonomian keluarga. Meski pekerjaan tersebut sebagai sambilan, ada yang sudah menekuninya selama 30 tahun.
Absah, pengrajin tikar pandan dan tudung saji di Pulau Mepar, mengaku menekuni pekerjaan tersebut selama 30 tahun. Keahlian tersebut ia peroleh dari orang tuanya.
" Dari muda dulu saya sudah mulai menekuni pekerjaan ini, satu hari saya bisa menyelesaikan satu lembar tikar," ujarnya sambil menggerakkan tangannya yang sudah telaten dalam merajut pandan sebagai tikar.
Ia mengakui, hasil anyaman tikar dan tudung saji yang dibuatnya dijual untuk membantu memenuhi kebutuhan harian keluarga. Satu lembar tikar pandan dihargai sebesar Rp10 ribu, sedangkan untuk satu buah tudung saji dihargai Rp15 ribu.
" Alahamdulillah, cukuplah untuk kebutuhan keluarga," ujarnya.
Perempuan 58 tahun tersebut juga mengaku, proses dalam menghasilkan
satu tikar tidak cukup dalam satu hari saja. Akan tetapi dibutuhkan waktu beberapa hari. Mulai saat mengambil bahan dari pandan berduri di sekitar Pulau Mepar, membersihkan durinya, merendam di air hingga menjemurnya. Setelah kering baru bisa dianyam.
"Setelah durinya dibersihkan, kita harus merendam daun pandan dulu selama lebih kurang dua hari, setelah itu, baru kita jemur selama satu hari, agar daunnya bisa tahan lebih lama" ungkapnya.
Maka setelah bahan terkumpul, termasuk juga dengan pewarnaan yang sesuai dengan yang diinginkan, setelah itu baru proses penganyaman.
"Nanti tikar ini biasanya digunakan untuk alas sholat, sedangakan untuk tudung saji biasanya digunakan para nelayan melindungi kepala dari panas matahari," ungkapnya.
Namun begitu, untuk penjualan hasil kerajinan tersebut, Absah mengaku, bahwa tikar pandan dari Pulau Mepar ini banyak dicari, baik dari Daik, maupun dari Dabo.
Kepala Urusan Perekonomian Masyarakat Desa Pulau Mepar, M Natsir, mengatakan untuk membantu perekonomian masyarakat terutama bagi pengrajin, maka PNPM desa melalui Simpan Pinjam Perempuan (SPP) sangat membantu mereka.
" Kita juga coba kembangkan usaha ini dengan dinas perindustrian dan perdagangan, terutama untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya. (cw60).
Older news items:
- "Saatnya Yang Muda Yang Berkarya"
- Demonstrasi Manuver Pilot?
- Sukhoi dan Misteri Gunung Salak
- Rakyat Desa yang Termiskinkan
- Mengenal Lebih Dekat Joged Dangkung
- Bulan Purnama dan Hari Kebangkitan Kristus
- Guru Honor 'Nyambi' Jual Air Tebu
- Alhamdulillah, Rumah Kami Jadi Cantik
- Dinkes Beri Kursi Roda
- Minta UMK Naik, Diberi Penjara