Namun tidak bisa dipungkiri di balik itu semua, mungkin tidak banyak yang tahu ketika malam hari disaat bocah ini telah terlelap tidur, sering berminpi orang-orang yang mungkin mereka rindukan selama ini.
"Kalau siang memang terlihat anak-anak di sini, terutama yang masih usia balita, tampak asik bermain-main dengan sesamanya tanpa ada beban. Tapi yang sedihnya kita pada malam hari ini, ketika anak-anak ini sedang tertidur pulas semua, sering kita dapati mereka mengigau (mimpi). Mungkin mereka bermimpkan bertemu orang tuanya yang sudah meninggal," kata Dian, salah seorang pengurus panti asuhan ini.
Dikatakan, pada malam hari semua bocah ini tidur di kamar Umi, selaku Ketua Yayasan panti asuhan tersebut, beralaskan kasur yang sederhana yang dibawahnya diberi alas plastik untuk antisipasi ketika anak-anak tersebut ngomol. Sedangkan bagi anak-anak yang sudah remaja wanita tidur terpisah di ruangan yang berbeda dengan anak-anak remaja laki-laki.
"Rata-rata jam tidur anak-anak di sini antara pukul 21.00 WIB hingga pukul 21.30 WIB atau setelah shalat Isya mereka belajar bersama," ucap adik kandung dari ketua yayasan panti asuhan tersebut.
Ketika Haluan Kepri menghampiri panti asuhan yang dipimpin oleh Umi selaku Ketu Yayasan dan Ustadz Muhammad Komaruddin selaku Ketua pondok panti asuhan ini kemaren, terlihat sejumlah bocah panti asuhan asik bermain dengan sesamanya, layaknya anak-anak umumnya.
Namun ketika pengurus pengelolan panti asuhan sedang tidak ada di tempat, karena urusan sesuatunya di luar Kota, dan yang berhasil ditemui hanya dua orang pengurus panti, yakni Yuniarta yag akrab disapa Tata dan Dian.
Menurut Tata, pengurus panti asuhan itu, sebanyak 60 anak-anak yang diasuhnya terdiri dari 20 orang anak yang tergolong masih berusia di bawah lima tahun (balita), 28 anak-anak berusia 7 hingga 14 tahun dan duduk dibangku sekolah Dasar (SD), 4 anak berstatus pelajar di Sekolah Mengah Pertama (SMP), 3 anak di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 5 anak berstatus mahasiswa di perguruan tinggi di Tanjungpinang.
"Secara umum memang ada bantuan dari Pemerintahan Provinsi Kepri melalui Dinas Sosial untuk anak-anak panti ini. Tapi bantuannya dalam bentuk uang tunai secara global. Kalau dihitung-hitung memang tidak mencukupi. Apa lagi untuk kebutuhan anak-anak yang masih balita ini banyak, terutama untuk pempers dan susunya. Hal ini lah yang sedikit menyulitkan kami saat ini," ungkapnya.
Disinggung bantuan dari pihak donatur lain, Tata menyebutkan hal itu sering juga diberikan oleh mereka-mereka atau pejabat dan pengusaha yang kelebihan rezeki. Namun bantuan itu juga masih kurang mencukupi untuk menutupi semua kebutuhan anak-anak yang ada di panti ini.
"Kalau bantuan atau sumbangan memang sering diberikan oleh mereka yang mungkin kelebihan rezeki. Tapi bantuan dari pihak donatur tetap tidak ada," ungkapnya.
Disebutkan Tata, bagi pihak donatur yang ingin menyumbang berupa uang dapat juga melalui tranfer ke rekening di Bang Mandiri atas nama Yayasan Panti Asuhan Umi Al Fitrah dengan nomor rekening 1090004787545 atau dengan menghubungi nomor hendpon 081270730237 miliknya.(nel)
Newer news items:
- Musim Ziarah di TPU Taman Langgeng
- Hari Pertama Sekolah
- TKW Meninggal di Arab
- Wahai Guru, Menulislah!
- Derita Penyakit Aneh, Balita Seperti Hamil 9 Bulan
- 9 Tahun Bekerja Tanpa Digaji
- Korban Kebakaran Panti Umi Alfitrah, Haris Bilang Kangen Ibunya...
- Silky Bertarung di Nasional
- Siswa Kelas IV SD Tersiksa karena Kanker Otak
- Mereka Tidak Akan Bisa Melaut Lagi
Older news items:
- Linda Tidak Percaya Raih Nilai UN Tertinggi Se-Kepri
- 'Soeharto Lebih Paham Hati Rakyat'
- Anyam Tikar Khas Pulau Mepar
- "Saatnya Yang Muda Yang Berkarya"
- Demonstrasi Manuver Pilot?
- Sukhoi dan Misteri Gunung Salak
- Rakyat Desa yang Termiskinkan
- Mengenal Lebih Dekat Joged Dangkung
- Bulan Purnama dan Hari Kebangkitan Kristus
- Guru Honor 'Nyambi' Jual Air Tebu