Sesuai dengan isi sms itu, maka saya tepat pukul 16:00, Sabtu itu saya menenteng tas khusus kamera di punggung. Lengkap dengan satu unit kamera DSLR, satu unit lensa lebas atau wide, tripod penyanggah kamera karena akan melakukan hunting foto landscape, dua filter GND yang khusus digunakan untuk membantu menciptakan foto indah pemandangan. Dua flash yang digunakan untuk memotret suasana perkampungan nelayan di Pantai Stres. Sepeda motor sayapun saya geber dari rumah menuju lokasi yang telah dijanjikan oleh teman-teman sesama pehobi foto.
Sepuluh menit berselang sayapun tiba di pantai yang berada tepat di samping pelabuhan laut khusus Harbour Bay, Jodoh itu. Saat tiba di sana, betapa terkejut saya melihat kondisi pantai yang seminggu sebelumnya saya datangi berubah drastis.
Pantai yang memiliki pasir putih walau tidak terlalu bersih itu kita sudah berdiri patok-patok yang tampaknya akan dibangun pagar beton. Saat saya sandarkan sepeda motor di depan sebuah warung yang berada tepat di gerbang pantai yang juga terdapat pelabuhan rakyat itu, rombongan teman-teman sesama fotografer dengan wajah lesu menghampiri saya. "haduuuuuuuuuh....apa yang harus kita foto lagi? bibir pantai yang indah dulu itu, yang banyak terdapat jejeran batu karang itu hilang. Sudah ditutupin oleh pasir galian," ucap teman saya yang terlihat gontai duduk di kursi kayu warung kopi yang sebenarnya sangat sederhana itu.
Melihat wajah-wajah lesu kawan-kawan tersebut sayapun terbawa suasana, saya kemudian bergabung dengan mereka dan memandang kosong ke ujung bibir pantai yang sedang dipenuhi oleh alat berat untuk memasang pancang-pancang beton sekitar 10-15 meter dari bibir pantai. "hilang sudah lokasi spot hunting foto kita," sambut teman saya yang lainnya.
Kenapa orang-orang serakah itu, ujar seorang sahabat yang bisa dibilang ahli foto lanscape merusak keunikan dan keindahan komunitas kampung nelayan ini?. "Coba renungkan, jumlah warga yang bermukim di kampung ini bisa mencapai ratusan kepala keluarga. Dan di dalam komuni ini terdiri dari beragam suku, budaya dan tentu saja agama. Ketika kampung ini nantinya dibumi hanguskan tentu saja semuanya akan hilang, sirna oleh angkuhnya deru alat berat dan timbunan tanah reklamasi." jelasnya.
Iya, coba lihat di sana sambung seorang teman lagi yang melihat sebuah biduk yang baru pulang melaut menambatkan perahu mereka di pilar besi baja yang dipasak di garis pantai itu. "Lihat di sana, biasanya sampan itu dengan bebasnya berlayar hingga ke pasir dan menambatkannya tepat di tiang rumah mereka. Namun sekarang?...bapak itu terpaksa menambatkannya di pilar itu." katanya lagi.
Pantai Hidayah atau Pantai Stress ini adalah kampung nelayan yang dulunya juga warga yang tergusur oleh pembangunan pelabuhan harbour bay. Setelah tergusur beberapa tahun lalu, mereka pindah ke samping pelabuhan karena warga yang sebagian besar nelayan perantauan dari Sumatera Utara, NTT dan Melayu sendiri kebingungan harus pindah kemana. karena jika pindah ke darat, mereka harus tidak melaut lagi. Padahal ke laut adalah satu-satunya keahlian mereka. Tentu saja ini akan menyebabkan mereka kehilangan mata pencaharian. Kini, saat mereka sedikit tenang bermukin di kawasan pantai stress itu, kembali bakalan digusur. Dan kini mereka akan semakin bimbang dan kebingungan, harus mencari nafkah dimana lagi. TUNDRA LAKSAMANA
Newer news items:
- Warga Kampung Agas pun Angkat Kaki
- Musim Ziarah di TPU Taman Langgeng
- Hari Pertama Sekolah
- TKW Meninggal di Arab
- Wahai Guru, Menulislah!
- Derita Penyakit Aneh, Balita Seperti Hamil 9 Bulan
- 9 Tahun Bekerja Tanpa Digaji
- Korban Kebakaran Panti Umi Alfitrah, Haris Bilang Kangen Ibunya...
- Silky Bertarung di Nasional
- Siswa Kelas IV SD Tersiksa karena Kanker Otak
Older news items:
- Mimpi Rindu Kasih Sayang Orangtua
- Nelayan di Pantai Tanjunguma
- Linda Tidak Percaya Raih Nilai UN Tertinggi Se-Kepri
- 'Soeharto Lebih Paham Hati Rakyat'
- Anyam Tikar Khas Pulau Mepar
- "Saatnya Yang Muda Yang Berkarya"
- Demonstrasi Manuver Pilot?
- Sukhoi dan Misteri Gunung Salak
- Rakyat Desa yang Termiskinkan
- Mengenal Lebih Dekat Joged Dangkung