Ia tak lagi seperti gadis kecil yang menggemaskan, namun terlihat bagai wanita yang tengah hamil 9 bulan. Perutnya membesar, tanpa diketahui sebabnya.
Sudah empat bulan Nur kecil harus kehilangan keceriaan akibat perutnya buncitnya. Beruntung, rasa sakit dari perutnya hanya muncul kadang kala. Ketika tidak sakit, Nur masih sempat bermain bersama teman-teman sebayanya.
Ketika menjumpai Nur Anisa Sapitri, saat itu didampingi ibunya Mardiana, Rabu (4/7) di kediamannya dengan berlinang air mata ibunya menjelaskan kronologis penyakit yang diderita anakya. Sejak lahir hingga usia 4 tahun anaknya berada dalam kondisi sehat, namun tepat pada Januari 2012, anaknya merasa sakit di bahagian kepala, setelah dibawa ke RSUD Selatpanjang ternyata pihak medis memberikan rujukan ke rumah sakit di Pekanbaru.
Setelah dibawa ke Rumah sakit Santa Maria Pekanbaru, diketahui kalau di bagian kepala Nur terdapat cairan, sehingga pihak medis terpaksa menyedot cairan tersebut, lalu dilakukan operasi untuk memasukkan selang kedalam tubuh melalui bahagian kepala dan leher. Dengan selang terpasang di badan, Nur diizinkan dibawa pulang orang tuanya ke Selatpanjang.
“ Setelah hampir 3 bulan anak saya terpasang selang di badannya, hari demi hari kelihatan perunya terus membesar seperti anak yang mengidap busung lapar, merasa khawatir saya kembali membawa anak saya ke Pekanbaru bahkan sampai ke rumah sakit Mahkota Malaka, namun pihak medis hingga saat ini belum berhasil menemukan apa penyakit yang dialami anak saya tersebut, memang pernah dilakukan penyedotan dibagian perut waktu itu keluar cairan warna kuning, namun kondisi perutnya tetap bunjit seperti sekarang ini,” ujar Mardiani
Mardiani mengaku dengan upaya sang suami bekerja sebagai buruh ini, ia sudah kemana-mana membawa anaknya berobat namun belum ada tanda-tanda sembuh. " Untung saja seharian anak saya bisa makan, bermain dan berjalan karena kendati perut membesar rasa sakit kadang-kadang saja datang," ujarnya sedih.
Dijenguk Bupati
Dalam kesempatan itu Mardiani mengaku, beberapa hari lalu Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan M.Si, bersama sejumlah pejabat di Lingkungan Pemkab Meranti, pernah datang ke rumah melihat Nur Anisa. Saat melihat kondisi anaknya, bupati turun perihatin dan berjanji untuk membantu penyembuhan penyakit Nur Anisa Sapitri.
Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan M.Si, ketika dihubungi wartawan melalui selulernya, mengaku heran dengan penyakit yang dialami korban. “ Melihat kondisi anak tersebut seolah-olah macam mengidap penyakit busung lapar, namun dari hasil pemeriksaan tim medis belum diketahui apa jenis penyakitnya.
" Kita sangat perihatin dan Insya Allah akan berupaya membantu pihak keluarga untuk menyembuhkan penyakit yang diderita anak tersebut,” ujar Bupati (rtk)
- 9 Tahun Bekerja Tanpa Digaji
- Korban Kebakaran Panti Umi Alfitrah, Haris Bilang Kangen Ibunya...
- Silky Bertarung di Nasional
- Siswa Kelas IV SD Tersiksa karena Kanker Otak
- Mereka Tidak Akan Bisa Melaut Lagi
- Mimpi Rindu Kasih Sayang Orangtua
- Nelayan di Pantai Tanjunguma
- Linda Tidak Percaya Raih Nilai UN Tertinggi Se-Kepri
- 'Soeharto Lebih Paham Hati Rakyat'
- Anyam Tikar Khas Pulau Mepar