Penjual Bunga dan Pendoa Ikut Sibuk
SEIPANAS (HK) - Tradisi berziarah ke kubur menjelang masuknya bulan suci Ramadhan, sudah mengakar di tengah masyarakat Indonesia. Tak terkecuali, di Batam. Sejak Minggu (15/7) lalu, sejumlah pemakaman di kota ini sudah mulai ramai didatangi para peziarah.
Pemandangan itu pula yang terlihat di tempat pemakaman umum (TPU) Taman Langgeng yang berlokasi di Seipanas, Selasa (17/7) sekitar pukul 16.00 WIB atau lepas ashar. Puluhan peziarah itu ada yang datang bersama keluarga, ada juga yang datang sendiri maupun teman.
Di pemakaman itu, para penziarah melakukan bersih-bersih makam, nyekar (tabur bunga) dan berdoa untuk kerabat yang sudah terlebih dahulu menghadap Sang Khalik.
Yan (25), warga Bengkong Harapan bersama adiknya tampak khusuk berdoa, di sisi pusara ibunya, almarhumah. Tak lupa, ia pun menaburkan bunga aneka macam ke tanah makam tersebut.
Ditemui setelahnya, Yanuar mengaku tradisi ziarah tersebut sudah turun temurun di keluarganya. Biasanya, ia berziarah menjelang puasa dan lebaran hari pertama.
"Ziarah ini merupakan sudah menjadi tradisi di umat Islam, termasuk di keluarga kami. Sebelum puasa, kami melakukan ziarah ke makam. Entah membersihkan kuburan, tabur bunga ataupun membaca surat Yasin di atas kubur orangtua kami," katanya.
Di sisi lain, tradisi berziarah juga menggulirkan roda perekonomian dadakan. Di antara warga yang datang berziarah, ada orang-orang yang mencoba meraup keuntungan.
Sejumlah warga Baloi Kolam, Seipanas dan Bengkong yang berada di sekitar TPU, mengaku mendapat berkah dari tradisi ziarah ini. Mereka menawarkan berbagai jasa yang dibutuhkan para peziarah. Bisa dengan menjual kembang untuk ditaburkan di atas pusara, berdagang air dan wewangian, hingga menjual jasa menjadi pendoa dan pengatur parkir kendaraan. Penghasilan mereka juga terbilang lumayan. Dalam sehari, jika peziarah ramai, bisa mengantongi uang sampai ratusan ribu.
Sejak memasuki pintu gerbang pemakaman, para pedagang bunga rampai berjejer di kiri jalan. Mereka menawarkan dagangannya kepada orang-orang yang lalu-lalang di kawasan tersebut. Pada musim ziarah, jumlah penjual bunga biasanya akan ikut meningkat.
Ketua Pelaksana TPU Taman Langgeng, Irianto mengatakan, keramaian para peziarah biasanya akan lebih terasa pada dua hari menjelang Ramadhan.
"Peziarah sudah mulai terlihat sejak hari Minggu lalu. Para peziarah biasanya ramai berdatangan ke sini jelang dua hari sebelum Ramadhan," katanya.
"Ramainya peziarah bahkan bisa sampai memacetkan arus lalulintas."
Maikun, petugas di TPU itu menambahkan, pada musim ziarah seperti sekarang ini, bukan hanya pedagang bunga yang mencoba meraup rezeki. Mereka pun, terkadang ikut kecipratan.
"Jika ada peziarah yang minta tolong kami untuk membacakan doa, Insya Allah kami bantu. Kami tidak mengharapkan bayaran, namun jika ada yang memberi itu sifatnya lebih kepada keikhlasan," katanya sambil tersenyum. (cw62)
- Hari Pertama Sekolah
- TKW Meninggal di Arab
- Wahai Guru, Menulislah!
- Derita Penyakit Aneh, Balita Seperti Hamil 9 Bulan
- 9 Tahun Bekerja Tanpa Digaji
- Korban Kebakaran Panti Umi Alfitrah, Haris Bilang Kangen Ibunya...
- Silky Bertarung di Nasional
- Siswa Kelas IV SD Tersiksa karena Kanker Otak
- Mereka Tidak Akan Bisa Melaut Lagi
- Mimpi Rindu Kasih Sayang Orangtua