COLORADO-Nama James Eagen Holmes menjadi sosok pembantai yang ternama di Amerika Serikat (AS), bahkan dunia, saat ini. Banyak kalangan yang penasaran siapa sebenarnya Holmes yang nekad memberondong senapannya secara acak di tengah pemutaran Film Batman "The Dark Knight Rises" di bioskop Aurora, Colorado, AS, Jumat dini hari.
Holmes diketahui berasal dari pemukiman baik-baik di San Diego, AS. Ia tinggal di rumah dua lantai beratap merah. Para tetangga mengenalnya sebagai sosok pelajar baik-baik yang bicaranya irit.
Ia yang aslinya berambut hitam menatap tajam ke arah kamera dalam buku tahunan SMA yang disusun pada tahun 2004. Senyum mengembang di bibirnya kala itu. Putra pasangan perawat Arlen dan manajer perusahaan perangkat lunak, Robert, itu adalah seorang sarjana sains yang cemerlang.
Sosoknya yang pemalu dan tertutup dibuktikan dengan tak ditemukannya jejak Holmes di sosial media, baik di Facebook, LinkedIn, MySpace, Twitter, atau di manapun di dunia maya.
Seorang tetangganya di San Diego mengenalnya sebagai sosok pendiam. "Pria pemalu, seorang penyendiri," kata tetangga itu.
Seorang tetangga Holmes, Jackie Mitchell, mengaku terkejut dengan ulahnya. Dia bahkan mengaku sempat menenggak bir bersama Holmes pada Selasa (17/7/2012). "Anda tidak akan pernah mengira dirinya adalah pelaku kekerasan. Holmes tipikal kutu buku dan pria pintar," ujar Mitchell, seperti dikutip CNN, Sabtu (21/7).
Sementara seorang tetangga Holmes lainnya menggambarkan apartemen tempat tinggal pria sekolah di University of Colorado ini, bukanlah sebuah tempat tinggal yang rawan. "Kawasan ini memang tidak sepenuhnya aman, tetapi keamanannya terus meningkat," ucap Tori Lynn Everhart.
Holmes juga diketahui berasal dari keluarga yang rajin pergi ke gereja, dan seorang pemain sepak bola di Westview High School. Kutu buku itu sedang berjuang mencari pekerjaan dengan modal prestasi tertinggi di bidang ilmu syaraf dari University of California, Riverside pada 2010.
Holmes juga tercatat tergabung dalam program doktoral ilmu syaraf di University of Colorado-Denver. Namun menurut pihak universitas, ia sedang dalam proses keluar. Belakangan pihak universitas mengatakan ia telah keluar dari program sejak Juni 2012.
Sebagai bagian dari program doktoralnya, Holmes terdaftar sebagai pembuat presentasi tentang Micro DNA Biomarkers Mei lalu.
Menurut salah satu akademisi di Riverside, Timothy P White, prestasi Holmes berada di atas rata-rata. Holmes memiliki konsentrasi studi tentang bagaimana kita semua berperilaku. "Ini ironis dan menyedihkan," tambah White.
Dari kejauhan, kehidupan Holmes tanpa cacat. Seorang pria muda dengan potensi yang tak terbatas. Tidak ada indikasi dia punya masalah dengan polisi.
Entah bagaimana, mahasiswa berprestasi ini mencapai titik di mana ia mengecat merah rambutnya, dan menyebut dirinya sendiri "Joker", dan memberondong penonton bioskop yang sedang menyaksikan pemutaran perdana Film Batman "The Dark Knight Rises". Ini merupakan misteri terbesar. (vv/oke)
Older news items:
- Menjemput Rezeki Di Antara Kuburan
- Semoga Ramadhan Ini Membawa Berkah
- Warga Kampung Agas pun Angkat Kaki
- Musim Ziarah di TPU Taman Langgeng
- Hari Pertama Sekolah
- TKW Meninggal di Arab
- Wahai Guru, Menulislah!
- Derita Penyakit Aneh, Balita Seperti Hamil 9 Bulan
- 9 Tahun Bekerja Tanpa Digaji
- Korban Kebakaran Panti Umi Alfitrah, Haris Bilang Kangen Ibunya...