Friday, Jul 27th

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Insert Berbuka Puasa di Masjid Baitussyakur

Berbuka Puasa di Masjid Baitussyakur

"Meski Seadanya Namun Tak Pernah Sepi"

JAUH dari mewah, apalagi melimpah. Tapi hidangan yang begitu sederhana tersebut seolah-olah menjadi magnet tersendiri bagi ratusan orang yang berbuka puasa di Masjid Baitussyakur.

Meski hanya sekedar minum air aqua, sebungkus makanan berbuka yang disiapkan oleh panitia bagian konsumsi masjid, tapi suasana berbuka sudah ramai sejak pukul lima sore. Mulai dari pedagang asongan hingga pada pengelola toko. Bahkan tak jarang ada "orang-orang yang terdampar" ikut ambil bagian dengan larut dalam kesederhanan tersebut.

Mereka mengambil satu per satu makanan dan minuman berbuka (ta'jil) yang telah siap di lantai dua mesjid terkemuka di bilangan Sei Jodoh tersebut.
Sepuluh hari pertama Ramadhan biasanya ramai, kue 350 bungkus dari masjid, kemudian air minum dibuat sendiri pada dua termos besar dan 1 ember besar yang disiapkan.

Tradisi berbuka puasa di masjid ini telah ada sejak dulu. Mungkin telah berlangsung sejak masjid yang berada diantara Sei Jodoh dan Nagoya ini berdiri.

"Sudah 12 tahun saya mengabdi disini, tradisi ini sudah ada," ujar Edwar, salah seorang seksi konsumsi di masjid tersebut.

Dari tahun ke tahun tidak ada yang berubah. Setiap Ramadhan, suasana berbuka di masjid ini selalu ramai. Bayangkan saja, untuk makanan panitia konsumsi menyiapkan hingga 350 bungkus makanan ringan dan 3 termos besar untuk minuman dingin serta hangat. Namun semua itu sering kali ada masyarakat yang tak kebagian.

"Selain yang kami siapkan, biasanya ada makanan dari sejumlah masyarakat yang kelebihan rezeki," tambah Edwar.

Berbeda dengan pelaksaan berbuka puasa di masjid lain, di masjid ini setiap orang bebas memilih tempat, karena memang tidak berbaris tapi mereka duduk sesukanya baik sendiri maupun berkelompok.

"Kami butuh meja besar untuk menaruh makanan, sehingga masyarakat terlihat rapi dalam mengambil makanan," katanya.

Suasana berbuka diakhiri dengan pelaksanaan Shalat Maghrib berjamaah. Dan secara bilangan Shaf memang cukup banyak dari hari biasa, karena jumlahnya mencapai 6 shaf. (Amir).